Sabtu, 11 Juli 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Wanita di Bandung Tegur Pria Asing yang Diduga Merekam Diam-Diam, Insiden di Pasar Kordon Viral di Media Sosial

Admin WGM - Monday, 29 June 2026 | 04:45 PM

Background
Wanita di Bandung Tegur Pria Asing yang Diduga Merekam Diam-Diam, Insiden di Pasar Kordon Viral di Media Sosial
(X/Xbacottetangga)

Sebuah video yang memperlihatkan seorang wanita menegur pria asing yang diduga merekam dirinya tanpa izin menjadi perhatian warganet di media sosial. Peristiwa yang disebut terjadi di kawasan Pasar Kordon, Kota Bandung, memicu beragam tanggapan terkait pentingnya menghormati privasi seseorang di ruang publik.

Dalam rekaman yang beredar, wanita tersebut memilih menghadapi langsung pria yang diduga mengarahkan kamera ponselnya ke arah dirinya. Percakapan keduanya berlangsung cukup tegang setelah wanita itu meminta penjelasan mengenai tindakan yang dianggap telah membuatnya tidak nyaman.

Berdasarkan informasi yang beredar, kejadian bermula ketika wanita tersebut berhenti sejenak di tepi jalan dekat sebuah tempat pangkas rambut. Saat itu ia hanya bermaksud memeriksa telepon genggamnya sebelum melanjutkan aktivitas.

Ketika sedang menggunakan ponsel, ia mulai menyadari keberadaan seorang pria asing yang berada tidak jauh dari posisinya. Menurut pengakuannya, pria tersebut beberapa kali terlihat mengarahkan kamera telepon genggam ke arahnya.

Gerak-gerik itu memunculkan kecurigaan karena kamera ponsel diduga terus diarahkan ke dirinya secara terbuka.

Merasa privasinya terganggu, wanita tersebut memutuskan untuk tidak mengabaikan situasi. Ia kemudian menghampiri pria tersebut dan meminta penjelasan mengenai alasan kamera telepon genggam diarahkan kepadanya.

Percakapan antara keduanya terekam dalam video yang kemudian beredar luas di media sosial.

Alih-alih memberikan penjelasan yang dapat meredakan situasi atau menyampaikan permintaan maaf, pria tersebut justru memberikan jawaban yang dinilai tidak sesuai dengan pertanyaan yang diajukan.

Menurut informasi yang beredar, pria itu berdalih bahwa tindakan yang dilakukannya merupakan bagian dari hak pribadinya.

Jawaban tersebut tidak memuaskan wanita yang merasa dirinya telah direkam tanpa persetujuan.

Perdebatan pun berlanjut.

Dalam video, pria tersebut bahkan disebut sempat melontarkan ucapan yang menyinggung kondisi psikologis wanita tersebut dengan menyebut korban mengalami gangguan jiwa.

Tidak hanya itu, ia juga dikabarkan menantang wanita tersebut untuk melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian apabila merasa dirugikan.

Respons tersebut semakin memperkeruh suasana.

Meski demikian, wanita tersebut tetap berusaha meminta penjelasan mengenai dugaan perekaman yang dilakukan terhadap dirinya.

Peristiwa tersebut kemudian menarik perhatian warga sekitar yang melihat maupun mengetahui kejadian itu.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh korban dari sejumlah warga di lokasi, pria asing tersebut diduga memiliki masalah kejiwaan atau sedang mengalami depresi.

Informasi tersebut belum disertai keterangan resmi dari pihak berwenang maupun tenaga medis sehingga belum dapat dipastikan kebenarannya.

Meski mendengar penjelasan dari warga sekitar, wanita tersebut mengaku tetap merasa tidak nyaman atas pengalaman yang dialaminya.

Ia menilai tindakan mengarahkan kamera kepada orang lain tanpa izin dapat menimbulkan rasa tidak aman, terlebih ketika tidak diketahui tujuan perekaman tersebut.

Setelah perdebatan berlangsung beberapa saat, wanita itu akhirnya memilih meninggalkan lokasi.

Ia mengaku tidak ingin situasi berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

Meski masih merasa kesal, ia memutuskan mengakhiri perdebatan dan melanjutkan aktivitasnya.

Melalui unggahan yang beredar, wanita tersebut juga menyampaikan harapan agar orang yang mengalami gangguan kejiwaan atau kondisi serupa dapat memperoleh penanganan yang layak sehingga tidak menimbulkan keresahan bagi masyarakat, khususnya pengguna jalan.

Peristiwa tersebut kemudian memunculkan berbagai reaksi dari pengguna media sosial.

Sebagian besar warganet memberikan dukungan kepada wanita yang dinilai berani mempertanyakan tindakan yang dianggap mengganggu privasinya.

Menurut mereka, keberanian menyampaikan keberatan secara langsung merupakan bentuk upaya mempertahankan hak atas rasa aman ketika berada di ruang publik.

Di sisi lain, ada pula pengguna media sosial yang mengingatkan agar masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan kondisi seseorang hanya berdasarkan informasi yang belum terverifikasi.

Mereka menilai dugaan mengenai kondisi kejiwaan pria tersebut sebaiknya menunggu penjelasan resmi apabila memang diperlukan dalam proses penanganan lebih lanjut.

Peristiwa ini juga kembali mengangkat pembahasan mengenai batas antara aktivitas merekam di ruang publik dengan hak privasi setiap individu.

Secara umum, ruang publik memang memungkinkan seseorang mengambil foto atau video. Namun, ketika perekaman secara spesifik mengarah kepada individu tertentu hingga menimbulkan rasa tidak nyaman, situasinya dapat memicu persoalan etika maupun berpotensi menimbulkan sengketa hukum, tergantung pada konteks dan penggunaan rekaman tersebut.

Karena itu, sejumlah pihak mengingatkan pentingnya menghormati privasi orang lain, sekalipun berada di tempat umum. Mengambil gambar seseorang tanpa persetujuan, terutama jika dilakukan berulang atau dengan cara yang membuat orang tersebut merasa terintimidasi, dapat memicu konflik yang sebenarnya bisa dihindari melalui sikap saling menghormati.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tetap mengedepankan cara-cara yang aman apabila menghadapi situasi serupa. Jika merasa menjadi sasaran perekaman yang mencurigakan atau tindakan lain yang mengganggu, langkah yang dapat dilakukan antara lain meminta klarifikasi secara tenang, mencari bantuan dari orang di sekitar, atau melaporkan kejadian kepada petugas keamanan maupun aparat berwenang apabila situasi dianggap mengancam.

Hingga kini belum ada keterangan resmi dari kepolisian mengenai peristiwa yang disebut terjadi di kawasan Pasar Kordon, Kota Bandung, tersebut. Informasi yang beredar masih berasal dari video dan keterangan yang diunggah di media sosial.

Karena itu, kronologi lengkap maupun latar belakang pria yang terlibat dalam insiden tersebut masih menunggu konfirmasi lebih lanjut dari pihak terkait. Meski demikian, kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat tentang pentingnya menghargai ruang pribadi orang lain serta menjaga etika saat menggunakan kamera atau telepon genggam di ruang publik agar tidak menimbulkan rasa tidak aman bagi sesama.