Minggu, 26 Juli 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Trump Bikin Heboh! Klaim Bakal Kuasai Selat Hormuz dan Tarik Upeti 20 Persen Bagi Kapal Tanker

Admin WGM - Tuesday, 14 July 2026 | 03:00 PM

Background
Trump Bikin Heboh! Klaim Bakal Kuasai Selat Hormuz dan Tarik Upeti 20 Persen Bagi Kapal Tanker
Klaim Donald Trump tarik tarif 20 persen di Selat Hormuz (detikNews /)

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memicu kontroversi internasional dengan mengklaim bahwa negaranya di bawah kepemimpinannya kelak akan mengambil alih kendali atas Selat Hormuz. Dalam pernyataan terbarunya, ia menegaskan bahwa setiap kapal tanker minyak yang melintasi kawasan strategis tersebut akan diwajibkan membayar tarif keamanan sebesar 20 persen kepada pihak Amerika Serikat.

Klaim sepihak dari Trump ini langsung memicu ketegangan diplomatik baru di tengah situasi Timur Tengah yang sudah sangat tidak stabil. Banyak pihak menilai rencana pengenaan tarif perlindungan ini dapat memicu konflik terbuka yang lebih besar serta mengganggu stabilitas pasokan energi global secara fatal.

Tensi panas di jalur perdagangan minyak dunia tersebut semakin diperparah oleh laporan serangan bersenjata terhadap armada pengangkut energi di kawasan yang sama. Dua kapal tanker milik Uni Emirat Arab (UAE) dilaporkan menjadi sasaran serangan bom hingga mengakibatkan satu orang tewas dan delapan orang lainnya mengalami luka-luka.

Eskalasi konflik bersenjata dan ketidakpastian kendali keamanan di Selat Hormuz ini langsung memberikan efek kejut yang signifikan pada sektor keuangan internasional. Para pelaku pasar modal global mulai merespons situasi darurat ini dengan melakukan pergeseran aset guna menghindari kerugian investasi yang lebih besar.

Akibat kekhawatiran pasar yang meluas, tingkat imbal hasil (yield) surat utang global dilaporkan mengalami lonjakan yang cukup tajam dalam beberapa hari terakhir. Tekanan geopolitik ini memaksa para investor untuk segera mengalihkan modal mereka ke instrumen investasi yang dinilai jauh lebih aman dari guncangan pasar.

Di dalam negeri, para pengamat finansial menyarankan para pelaku pasar untuk mulai mengandalkan produk Reksa Dana Pasar Uang (RDPU) serta instrumen obligasi negara seperti ORI030. Pilihan investasi berbasis surat utang negara ini dinilai sebagai langkah perlindungan modal yang paling efektif di tengah badai krisis ekonomi global yang sedang bergolak.