Trump Bikin Heboh! Klaim Bakal Kuasai Selat Hormuz dan Tarik Upeti 20 Persen Bagi Kapal Tanker
Admin WGM - Tuesday, 14 July 2026 | 03:00 PM


Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memicu kontroversi internasional dengan mengklaim bahwa negaranya di bawah kepemimpinannya kelak akan mengambil alih kendali atas Selat Hormuz. Dalam pernyataan terbarunya, ia menegaskan bahwa setiap kapal tanker minyak yang melintasi kawasan strategis tersebut akan diwajibkan membayar tarif keamanan sebesar 20 persen kepada pihak Amerika Serikat.
Klaim sepihak dari Trump ini langsung memicu ketegangan diplomatik baru di tengah situasi Timur Tengah yang sudah sangat tidak stabil. Banyak pihak menilai rencana pengenaan tarif perlindungan ini dapat memicu konflik terbuka yang lebih besar serta mengganggu stabilitas pasokan energi global secara fatal.
Tensi panas di jalur perdagangan minyak dunia tersebut semakin diperparah oleh laporan serangan bersenjata terhadap armada pengangkut energi di kawasan yang sama. Dua kapal tanker milik Uni Emirat Arab (UAE) dilaporkan menjadi sasaran serangan bom hingga mengakibatkan satu orang tewas dan delapan orang lainnya mengalami luka-luka.
Eskalasi konflik bersenjata dan ketidakpastian kendali keamanan di Selat Hormuz ini langsung memberikan efek kejut yang signifikan pada sektor keuangan internasional. Para pelaku pasar modal global mulai merespons situasi darurat ini dengan melakukan pergeseran aset guna menghindari kerugian investasi yang lebih besar.
Akibat kekhawatiran pasar yang meluas, tingkat imbal hasil (yield) surat utang global dilaporkan mengalami lonjakan yang cukup tajam dalam beberapa hari terakhir. Tekanan geopolitik ini memaksa para investor untuk segera mengalihkan modal mereka ke instrumen investasi yang dinilai jauh lebih aman dari guncangan pasar.
Di dalam negeri, para pengamat finansial menyarankan para pelaku pasar untuk mulai mengandalkan produk Reksa Dana Pasar Uang (RDPU) serta instrumen obligasi negara seperti ORI030. Pilihan investasi berbasis surat utang negara ini dinilai sebagai langkah perlindungan modal yang paling efektif di tengah badai krisis ekonomi global yang sedang bergolak.
Next News

Sufmi Dasco Ahmad Ajak Publik Serukan 'Buy Indonesia' di Tengah Tekanan Pasar Modal
in 4 hours

Bareskrim Polri Ungkap Kasus Penyadapan Ilegal yang Sasar Presiden hingga Tokoh Ormas
2 hours ago

Hampir 10.000 Liter Solar Diduga Hasil Penimbunan Ditemukan di Pekalongan, Pemilik Gudang Kabur
2 hours ago

Kabar Petinggi Polri Ditahan di Mako Brimob Mengemuka, Kadiv Humas Beri Tanggapan Mengambang
19 hours ago

Mantan Calon Bupati Deli Serdang Jadi Otak Pengiriman Uang Palsu Rp 980 Juta untuk Demo di Jakarta
a day ago

Kayuh Sepeda Pekalongan-Jakarta Berujung Tersangka, Bareskrim Polri Periksa Keluarga Pedagang Singkong
a day ago

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Tegaskan Indonesia Belum Bisa Ekspor Listrik ke Singapura
2 days ago

Pemerintah Siapkan Pajak Digital untuk Transfer Bank demi Genjot Penerimaan Negara
2 days ago

Titik Api Masih Muncul, Kebakaran TPA Degayu Pekalongan Landa Area Seluas 1,5 Hektar
2 days ago

Pembatalan Suket Ijazah Gibran Berpotensi Merembet ke Presiden Prabowo
3 days ago




