Minggu, 5 April 2026
Walisongo Global Media
Culture

Tradisi Syawalan Lopis Raksasa Kota Pekalongan Kembali Digelar sebagai Upaya Pelestarian Warisan Tak Benda

Trista - Wednesday, 25 March 2026 | 03:00 PM

Background
Tradisi Syawalan Lopis Raksasa Kota Pekalongan Kembali Digelar sebagai Upaya Pelestarian Warisan Tak Benda
Tradisi Lopis Raksasa Syawalan Pekalongan (Istimewa /Mei )

Pemerintah Kota Pekalongan kembali menggelar tradisi tahunan Syawalan Lopis Raksasa yang dipusatkan di Jalan Jlamprang Gg.08 Krapyak Kidul, Kota Pekalongan. Perayaan yang jatuh pada hari ketujuh bulan Syawal ini bukan hanya sekadar festival kuliner, melainkan pemertahanan religiusitas dan sosial yang dibalut dengan tradisi budaya masyarakat pesisir Jawa Tengah sejak tahun 1956. 

Tradisi Lopis Raksasa menjadi salah satu rangkaian dari acara Syawalan yang berpuncak pada Sabtu, (28/3/2026). Pembuatan lopis seberat 2 ton dengan 7 kwintal beras ketan yang digunakan, serta membutuhkan waktu tiga hari tiga malam.Tradisi ini tidak hanya sebagai perayaan tahunan tetapi menjadi tradisi yang mempererat tali persaudaraan masyarakat Kota Pekalongan. 

Panitia Lopis Raksasa, Muhammad Nurul Basyar menyatakan awal mulanya tradisi turun temurun ini merupakan hasil swadaya masyarakat yang dibebankan untuk setiap rumah ikut serta menyumbang satu gelas. Seiring perkembangan zaman, warisan tradisi ini didukung dan dilestarikan bersama pemerintah Kota Pekalongan untuk dibuat lebih besar untuk dapat dirasakan masyarakat luas. 

"Persiapannya dimulai lebaran H+1 untuk persiapan pembuatan dan untuk acaranya sendiri dipersiapkan sejak awal puasa, dari mulai pembentukan panitia, administrasi, dan perlengkapan lainnya," ungkap Basyar (25/3/2026). 

Berdasarkan perkiraan panitia, Lopis Raksasa akan dipersiapkan di panggung pembukaan tradisi untuk pemotongan pada malam ini (25/3/2026). Partisipan dalam tradisi ini tidak dapat dihitung, mengingat warga yang ikut serta boleh siapa saja dengan sistem gotong royong. 

"Nanti dari Pemerintah Kota Pekalongan yang akan memotong di puncak acara, biasanya datang pukul 07.00 WIB hingga 08.00 WIB," lanjut Basyar. 

Tradisi ini menjadi daya tarik baik bagi pengunjung lokal maupun luar Kota Pekalongan yang memberikan dampak positif bagi pelestarian warisan tak benda. Selain itu, tradisi Syawalan ini juga dimeriahkan dengan festival balon udara yang akan dilaksanakan pada Sabtu, (28/3/2026) pukul 05.00 WIB - 11.00 WIB di Lapangan Stadion Hoegeng, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Pekalongan.