Tradisi Syawalan Lopis Raksasa Kota Pekalongan Kembali Digelar sebagai Upaya Pelestarian Warisan Tak Benda
Trista - Wednesday, 25 March 2026 | 03:00 PM


Pemerintah Kota Pekalongan kembali menggelar tradisi tahunan Syawalan Lopis Raksasa yang dipusatkan di Jalan Jlamprang Gg.08 Krapyak Kidul, Kota Pekalongan. Perayaan yang jatuh pada hari ketujuh bulan Syawal ini bukan hanya sekadar festival kuliner, melainkan pemertahanan religiusitas dan sosial yang dibalut dengan tradisi budaya masyarakat pesisir Jawa Tengah sejak tahun 1956.
Tradisi Lopis Raksasa menjadi salah satu rangkaian dari acara Syawalan yang berpuncak pada Sabtu, (28/3/2026). Pembuatan lopis seberat 2 ton dengan 7 kwintal beras ketan yang digunakan, serta membutuhkan waktu tiga hari tiga malam.Tradisi ini tidak hanya sebagai perayaan tahunan tetapi menjadi tradisi yang mempererat tali persaudaraan masyarakat Kota Pekalongan.
Panitia Lopis Raksasa, Muhammad Nurul Basyar menyatakan awal mulanya tradisi turun temurun ini merupakan hasil swadaya masyarakat yang dibebankan untuk setiap rumah ikut serta menyumbang satu gelas. Seiring perkembangan zaman, warisan tradisi ini didukung dan dilestarikan bersama pemerintah Kota Pekalongan untuk dibuat lebih besar untuk dapat dirasakan masyarakat luas.
"Persiapannya dimulai lebaran H+1 untuk persiapan pembuatan dan untuk acaranya sendiri dipersiapkan sejak awal puasa, dari mulai pembentukan panitia, administrasi, dan perlengkapan lainnya," ungkap Basyar (25/3/2026).
Berdasarkan perkiraan panitia, Lopis Raksasa akan dipersiapkan di panggung pembukaan tradisi untuk pemotongan pada malam ini (25/3/2026). Partisipan dalam tradisi ini tidak dapat dihitung, mengingat warga yang ikut serta boleh siapa saja dengan sistem gotong royong.
"Nanti dari Pemerintah Kota Pekalongan yang akan memotong di puncak acara, biasanya datang pukul 07.00 WIB hingga 08.00 WIB," lanjut Basyar.
Tradisi ini menjadi daya tarik baik bagi pengunjung lokal maupun luar Kota Pekalongan yang memberikan dampak positif bagi pelestarian warisan tak benda. Selain itu, tradisi Syawalan ini juga dimeriahkan dengan festival balon udara yang akan dilaksanakan pada Sabtu, (28/3/2026) pukul 05.00 WIB - 11.00 WIB di Lapangan Stadion Hoegeng, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Pekalongan.
Next News

Kilas Balik Hari Populasi Dunia: Menilik Tantangan Demografi Global Masa Kini
in 3 hours

Dari Sumpah Gajah Mada ke Ruang Angkasa: Asal-usul dan Filosofi Nama Satelit Palapa
2 days ago

Tiga Mahakarya Kuno Asia Tenggara: Menjelajahi Sejarah Agung Borobudur, Angkor Wat, dan Bagan
3 days ago

Serupa tapi Tak Sama: Menemukan Kemiripan Kosakata Bahasa Indonesia dan Tagalog Filipina
3 days ago

Terkubur di Bawah Hamparan Pasir, Kota Kuno dari Era Bizantium Ditemukan di Oasis Dakhla Mesir
5 days ago

Bukan Dongeng Pengantar Tidur Biasa, Ini Fungsi Tersembunyi Cerita Rakyat Zaman Dulu
5 days ago

Pentingnya Melestarikan Bahasa Daerah di Era Digital (Menjaga Identitas Bangsa)
5 days ago

Menolak Lupa: Peran Pahlawan di Balik Berdirinya Bank Nasional Pertama di Indonesia
6 days ago

Sempat Dicap Racun Revolusi, Primadona Pantura Kini Kembali Menjemput Takhta Tradisi
9 days ago

Batang Art Festival Berpeluang Masuk Kalender Event Nasional, Angkat Budaya Lokal ke Panggung Lebih Luas
12 days ago





