Kamis, 19 Februari 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Tepis Isu Relasi Keluarga, Thomas Djiwandono Komitmen Jaga Profesionalisme sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia

Trista - Tuesday, 27 January 2026 | 02:36 PM

Background
Tepis Isu Relasi Keluarga, Thomas Djiwandono Komitmen Jaga Profesionalisme sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia
Foto Thomas Djiwandono saat Rapat (YouTube TVR Parlemen/)

Penetapan deputi gubernur Bank Indonesia (BI) dalam rapat paripurna DPR RI Ke-12 Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025-2026 resmi menetapkan Thomas Djiwandono yang dilantik secara resmi di Mahkamah Agung,Selasa (27/1/2026). Sebelumnya, para kandidat melaksanakan uji kelayakan dan kepatuhan atau fit and proper yang sudah diselenggarakan, Jumat (23/1/2026). 

Thomas berhasil lebih unggul dari pejabat BI yang turut mencalonkan yaitu Solikin M Juhro dan Dicky Kartikoyono. Hasil putusan komisi XI DPR RI yang dilakukan secara internal sebelumnya menyatakan nama Thomas bisa diterima oleh semua partai di dalam komisi XI. 

"Lebih dari setengah jam pengambilan keputusan pertimbangan, Thomas bisa diterima semua partai, juga dia menjelaskan bagaimana membangun sinergi moneter dan fiskal sehingga beri penguatan pertumbuhan ekonomi serta membangun agility dalam pengambilan keputusan," Jelas M. Misbakhun, Ketua Komisi XI. dilansir pada laman CNBC (26/1/2026). 

Topik sinergi otoritas moneter dan fiskal yang menjadi fokus Thomas dalam pemaparan kelayakan jabatan dianggap Misbakhun sebagai isu yang kuat saat ini. BI sebagai lembaga moneter tidak dapat berdiri sendiri untuk penguatan ekonomi Indonesia. 

Selain itu, adanya isu tentang hubungan kekeluargaan Thomas sebagai keponakan Prabowo serta jabatannya sebagai bendahara umum Partai Gerindra dipaparkan dengan alasan profesionalitas yang disampaikan Thomas. 

"Sejak bulan Maret 2025 (lepas jabatan bendahara umum), karena tengah menjabat Kemenkeu. Nah, menambah itu, Saya juga bukan anggota Gerindra per 31 Desember 2025, dan ini menjadi komitmen saya terhadap independensi Bank Indonesia dan rasa profesionalisme Saya," jelas Thomas, dikutip dari TVR Parlemen, Senin (26/1/2026). 

Komitmen Thomas dalam kemajuan ekonomi Indonesia sebagai negara maju di tahun 2045 berlandaskan pada pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Kolaborasi antara fiskal, moneter, sektor keuangan, iklim investasi, dan semua sektor menjadi strategi tercapainya ekonomi berkelanjutan. 

"Ada 3 hal yang Saya anggap penting untuk mewujudkan Indonesia jadi negara maju di 2045 yaitu pertumbuhan ekonomi tentunya, juga harus ditopang oleh pemerataan, pembangunan dan stabilitas nasional," tegas Thomas Djiwandono, Dewan Gubernur Bank Indonesia, (26/1/2026).  

Menelisik sedikit latar belakang profesional Thomas, pada tahun 1993 memulai profesi sebagai wartawan dan pada 2006 pernah menjadi analis keuangan di Wheelock NatWest Security Hongkong. Kemudian pindah menjadi deputi CEO Arsari Group, perusahaan agribisnis Hashim Djojohadikusumo. 

Sedangkan, dalam segi keilmuan, Thomas merupakan lulusan S1 sejarah di Haverford College Pennsylvania dan melanjutkan S2 hubungan dan ekonomi internasional di John Hopkins University. Dalam bidang politik, Thomas bergabung dengan Partai Gerindra (pendiri Prabowo Subianto) yang tercatat pernah mencalonkan legislatif untuk Provinsi Kalimantan Barat, serta menjabat sebagai Bendahara Umum partai Gerindra, dilansir dari laman CNBC Indonesia.