Tak Ada Habisnya! KPK Langsung Lakukan OTT Terhadap Dua Pemerintah Daerah Pati dan Madiun, Turut Seret Kaki Tangannya
Trista - Tuesday, 20 January 2026 | 01:24 PM


Penurunan citra pemerintah kembali mencoreng Maidi, Wali Kota Madiun dan Sudewo, Bupati Pati dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK, pada Senin (19/1/2026). KPK menerangkan bahwa motif OTT yang menjaring Wali Kota Madiun berkaitan dengan kasus dugaan fee proyek dan dana corporate social responsibility (CSR) di Madiun.
"Peristiwa tangkap tangan ini diduga terkait dengan fee proyek dan dana CSR di wilayah Kota Madiun," ungkap Budi Prasetyo, Juru Bicara KPK, yang dikutip melalui laman Detikcom, Senin (19/1/2026).
Dilansir dari laman Detiknews, OTT KPK di Madiun telah merampas barang bukti berupa uang tunai ratusan juta dan melakukan pengamanan terhadap 15 orang lainnya. Namun, hanya sembilan orang yang dibawa ke Jakarta untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan identitas yang belum dipublikasikan.
"Benar, hari ini Senin (19/1), tim sedang ada kegiatan penyelidikan tertutup, dengan mengamankan sejumlah 15 orang, di wilayah madiun, Jawa Timur. Tim juga mengamankan barang bukti dalam bentuk uang tunai, senilai ratusan juta rupiah," ucap Budi Prasetyo, Juru Bicara KPK.
Sementara itu, menurut Juru Bicara KPK terkait motif penangkapan Bupati Pati yaitu dugaan suap dan jual beli jabatan. Pemeriksaan Sadewo sebelumnya pernah dilakukan KPK untuk mengungkap kasus dugaan korupsi proyek kereta api.
"Benar, salah satu pihak yang diamankan dalam peristiwa tertangkap tangkap di Pati adalah saudara SDW (Sadewo)," ungkap Budi Prasetyo, Senin (19/1/2026).
Selain itu, track record Sadewo di masyarakat cukup buruk mengingat dirinya pernah menjadi sorotan publik dengan kebijakannya menaikkan pajak bumi dan bangunan di pedesaan dan perkotaan (PBB-P2) sebesar 250 persen. Kebijakan ini terjadi pada tahun 2025 dan memicu masyarakat Pati untuk melakukan demonstrasi besar-besaran.
"Terkait pengisian jabatan kaur, kasi, ataupun sekdes (sekretaris desa)," ujar Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo melalui pesan tertulis, dilansir dari laman CNN Nasional (20/1/2026).
Selasa Pagi (20/2/2026), telah sampai di Jakarta untuk melakukan pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. Dalam OTT ini KPK menyeret tujuh orang lainnya yang terlihat dengan dugaan perkara Bupati Pati. Hasil pemeriksaan akan segera diinformasikan kepada masyarakat pada siang nanti.
Next News

Heboh! Warga Krayan Nunukan, Kalimantan Utara Laporkan Pesawat Jatuh dengan Kepulan Asap Hitam
6 hours ago

Jeda Terlalu Singkat, Ahmad Sahroni Kembali Dilantik Wakil Ketua Komisi III DPR RI
7 hours ago

Miris! Imam Masjid Al-Aqsa Ditangkap Israel, Prabowo Justru Hadir KTT Perdana Board of Peace
a day ago

Tragis, Truk Kontainer di Karawang Tergelincir Hingga Timpa Sedan yang Tewaskan Tiga Orang
2 days ago

Polemik Pemecatan dr. Piprim Ketua Umum IDAI dari Independensi Profesi Hingga Disiplin ASN
3 days ago

Pekalongan Tidak Aman! Suami Anggota DPRD Jateng Ditembak OTK di Rumahnya
3 days ago

Tapanuli Tengah Kembali Dilanda Banjir, Upaya Pascabencana Harus Diprioritaskan, Warga Belum Pulih Psikis dan Materil
4 days ago

Truk Paket Shopee Terbakar di Semarang, Ratusan Paket Raib Rugi Hingga Rp75 Juta
4 days ago

JPU Tuntut Anak Riza Chalid, Kerry Adrianto dengan Hukuman 18 Tahun Penjara, Pintu Masuk Usut Tuntas Dinasti Chalid
5 days ago

Abaikan Hak Penumpang, Super Air Jet Tuai Kritik Pedas dari Penumpang dan Warganet
5 days ago

