Sabtu, 11 Juli 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Tabung Merah Putih Disiapkan Jadi Pengganti LPG 3 Kg, Uji Coba Dimulai Juli 2026

Admin WGM - Tuesday, 30 June 2026 | 11:45 AM

Background
Tabung Merah Putih Disiapkan Jadi Pengganti LPG 3 Kg, Uji Coba Dimulai Juli 2026
Tabung Merah Putih (Ramapati Pasuruhan /)

Pemerintah mulai menyiapkan Tabung Merah Putih berbahan bakar Compressed Natural Gas (CNG) sebagai alternatif pengganti LPG 3 kilogram atau yang dikenal masyarakat sebagai Gas Melon. Saat ini, tabung tersebut masih berada dalam tahap pembuatan prototipe dan dijadwalkan menjalani serangkaian uji coba mulai Juli 2026.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Laode Sulaiman, mengatakan nama Tabung Merah Putih sebelumnya telah diperkenalkan oleh Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, sebagai identitas tabung CNG yang diperuntukkan bagi kebutuhan rumah tangga.

"Pak Menteri kan kemarin ngomong namanya Tabung Merah Putih," ujar Laode di Gedung DPR RI, Senin (29/6).

Ia menjelaskan, pada tahap awal pemerintah akan menyiapkan sekitar 15 unit prototipe untuk diuji sebelum diproduksi secara lebih luas.

"Jadi Juli ini sedang dibuat prototype untuk diuji. Jadi diuji tuh belasan lah, mungkin sekitar 15," katanya.

Menurut Laode, kapasitas Tabung Merah Putih dirancang setara dengan LPG 3 kilogram sehingga diharapkan tidak mengubah pola penggunaan masyarakat. Seluruh prototipe yang digunakan dalam tahap pengujian saat ini masih diimpor dari China.

Tabung tersebut menggunakan material komposit dengan teknologi tipe empat yang membuat bobotnya lebih ringan dibandingkan tabung logam konvensional. Penggunaan material tersebut diharapkan memberikan kemudahan bagi masyarakat, terutama saat mengangkat dan memindahkan tabung.

Selain bobot yang lebih ringan, pemerintah juga memprioritaskan aspek keselamatan. Pengujian yang dilakukan di Lemigas akan mencakup ketahanan tabung terhadap tekanan tinggi, kualitas material, hingga keamanan sistem katup yang terpasang pada tabung.

"Oleh karena itu kita harus membuat yang lebih ringan agar emak-emak nanti enggak merasa, oh ini kok penggantinya berat. Kita uji di Lemigas. Yang paling penting safety dari valve dan tabungnya seperti apa," jelas Laode.

Meski mengusung teknologi baru, pemerintah memastikan harga jual Tabung Merah Putih akan disamakan dengan harga LPG 3 kilogram. Berdasarkan simulasi yang dilakukan, kebijakan tersebut diperkirakan tetap mampu menekan beban subsidi energi hingga sekitar 30 persen.

"Sama, sama harganya (LPG 3 Kg). Sekarang simulasinya masih disamakan. Dengan disamakan pun subsidi bisa turun sampai dengan 30 persen," ujarnya.

Ke depan, pemerintah juga membuka peluang pembangunan pabrik tabung CNG di dalam negeri apabila kebutuhan pasar terus meningkat. Menurut Laode, produksi lokal akan menjadi opsi ketika permintaan sudah cukup besar sehingga Indonesia memiliki daya tawar untuk mendorong investasi manufaktur.

Sementara itu, implementasi penggunaan Tabung Merah Putih akan dilakukan secara bertahap di berbagai daerah dengan dukungan pasokan gas yang disiapkan bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).

"Ada peluang untuk itu (pembangunan pabrik di RI). Kalau jumlahnya masif kan kita punya tawar-menawar untuk minta mereka bangun di sini," tutupnya.