Kamis, 19 Februari 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Surat Terakhir Siswa SD Di NTT yang Tewas Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena

Admin WGM - Tuesday, 03 February 2026 | 06:25 PM

Background
Surat Terakhir Siswa SD Di NTT yang Tewas Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena
Surat YBS (Humas Polres Ngada/)

Siswa kelas IV SD di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, berinisial YBS, mengakhiri hidupnya sendiri di sebuah pohon cengkeh pada Kamis (29/01). Sebelum anak berusia 10 tahun itu meninggal dunia, ia sempat meminta dibelikan buku dan pensil kepada ibunya. Namun, karena tak mempunyai uang, sang bunda tak bisa memenuhinya. Dalam proses olah KTP, polisi menemukan sepucuk surat untuk ibunya. Surat tersebut ditulis tangan oleh korban yang ditemukan di sekitar lokasi kejadian. Surat itu ditulis dalam bahasa daerah setempat, yang artinya:

Surat buat Mama Reti

Mama, aku pergi dulu

Mama relakan aku pergi (meninggal)

Jangan menangis, ya, mama

Mama, aku pergi (meninggal)

Mama ngga perlu menangis dan mencari atau merindukan aku

Selamat tinggal mama

Di akhir tulisan tangan ini ada gambar dengan emoji menangis

Kasi Humas Polres Ngada lpda Benediktus E Pissort membenarkan bahwa surat tersebut diduga kuat ditulis oleh korban sebelum mengakhiri hidupnya.

"Ini berdasarkan hasil pencocokan dengan tulisan korban di beberapa buku tulis. Penyidik menemukan adanya kecocokan," ujar Benediktus.

Menurut dia, sejumlah saksi sudah diperiksa. Mereka, antara lain, Kornelis Dopo (59), Gregorius Kodo (35), dan Rofina Bera (34). Para saksi adalah warga setempat di Dusun Sawasina, Desa Naruwolo, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada.

Peristiwa ini menjadi sorotan, menggambarkan ketidakmampuan pemerintah daerah dalam menangani persoalan sosial akibat pemangkasan anggaran dari pusat.

Menanggapi hal tersebut, pengamat politik sekaligus akademisi Rocky Gerung menilai tragedi buku tulis ini sebagai negative impression terhadap klaim prestasi pemerintah pusat.

Ia mengkritik keras perbandingan antara proyek-proyek besar yang dipamerkan di forum internasional dengan realitas di tingkat hulu (masyarakat bawah).

"Boleh dipamerkan tentang perumahan rakyat misalkan mungkin juga isinya cuman proposal. Boleh dipamerkan tentang semua rencana PSN, batu PSN, proyek strategis nasional boleh dipamerkan tentang hilirisasi tapi di hulu ada masalah yaitu kepekaan terhadap kepapaan warga negara, kepekaan terhadap ketidakmampuan rakyat kita untuk bertahan hidup," ujar Rocky Gerung dalam kanal Youtube Rocky Gerung Official yang dikutip Selasa (3/2).