Surat Terakhir Siswa SD Di NTT yang Tewas Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena
Admin WGM - Tuesday, 03 February 2026 | 06:25 PM


Siswa kelas IV SD di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, berinisial YBS, mengakhiri hidupnya sendiri di sebuah pohon cengkeh pada Kamis (29/01). Sebelum anak berusia 10 tahun itu meninggal dunia, ia sempat meminta dibelikan buku dan pensil kepada ibunya. Namun, karena tak mempunyai uang, sang bunda tak bisa memenuhinya. Dalam proses olah KTP, polisi menemukan sepucuk surat untuk ibunya. Surat tersebut ditulis tangan oleh korban yang ditemukan di sekitar lokasi kejadian. Surat itu ditulis dalam bahasa daerah setempat, yang artinya:
Surat buat Mama Reti
Mama, aku pergi dulu
Mama relakan aku pergi (meninggal)
Jangan menangis, ya, mama
Mama, aku pergi (meninggal)
Mama ngga perlu menangis dan mencari atau merindukan aku
Selamat tinggal mama
Di akhir tulisan tangan ini ada gambar dengan emoji menangis
Kasi Humas Polres Ngada lpda Benediktus E Pissort membenarkan bahwa surat tersebut diduga kuat ditulis oleh korban sebelum mengakhiri hidupnya.
"Ini berdasarkan hasil pencocokan dengan tulisan korban di beberapa buku tulis. Penyidik menemukan adanya kecocokan," ujar Benediktus.
Menurut dia, sejumlah saksi sudah diperiksa. Mereka, antara lain, Kornelis Dopo (59), Gregorius Kodo (35), dan Rofina Bera (34). Para saksi adalah warga setempat di Dusun Sawasina, Desa Naruwolo, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada.
Peristiwa ini menjadi sorotan, menggambarkan ketidakmampuan pemerintah daerah dalam menangani persoalan sosial akibat pemangkasan anggaran dari pusat.
Menanggapi hal tersebut, pengamat politik sekaligus akademisi Rocky Gerung menilai tragedi buku tulis ini sebagai negative impression terhadap klaim prestasi pemerintah pusat.
Ia mengkritik keras perbandingan antara proyek-proyek besar yang dipamerkan di forum internasional dengan realitas di tingkat hulu (masyarakat bawah).
"Boleh dipamerkan tentang perumahan rakyat misalkan mungkin juga isinya cuman proposal. Boleh dipamerkan tentang semua rencana PSN, batu PSN, proyek strategis nasional boleh dipamerkan tentang hilirisasi tapi di hulu ada masalah yaitu kepekaan terhadap kepapaan warga negara, kepekaan terhadap ketidakmampuan rakyat kita untuk bertahan hidup," ujar Rocky Gerung dalam kanal Youtube Rocky Gerung Official yang dikutip Selasa (3/2).
Next News

Harga Minyak Dunia Merosot ke US$ 93 di Tengah Panasnya Rencana Sanksi Baru AS ke Iran
in 7 hours

Polemik Rekening Donasi Aksi 27 Agustus: Dari Sorotan Waketum MUI hingga Insiden Pelemparan Bus
in 5 hours

Polda Metro Luruskan Isu Rekening Donasi Aksi 27 Agustus: Bukan Diblokir
in 5 hours

Bukan Cuma Dongeng: Cara Seru Menceritakan Sirah Nabawiyah pada Anak di Rumah
in 4 hours

Unsoed Gempar! Rektor Tersangka KPK Kasus Jalur Mandiri, Prof Ali Rokhman Ditunjuk Jadi Plt.
15 hours ago

Tiba di Pekanbaru Disambut Asap, Prabowo Ancam Bawa Pelaku "Modus Mancing" ke Jakarta!
16 hours ago

Sumber Air Menyusut, BNPB Ungkap Pemadaman Karhutla Makin Sulit
18 hours ago

Kebakaran Kos dan Fotokopi di Tebet Tewaskan Empat Orang
18 hours ago

Pengemudi Outlander Diduga Mabuk Tabrak Dua Kendaraan di Surabaya, Satu Orang Tewas
19 hours ago

Rekening Donasi Demo Pati Diblokir Mandiri, YLBHI Sebut Tindakan Melanggar Hukum
20 hours ago





