Serupa Tapi Tak Sama! Ini Perbedaan Nasi Tutug Oncom vs Nasi Cikur khas Sunda
Admin WGM - Thursday, 04 June 2026 | 02:30 PM


Kuliner tanah Pasundan selalu berhasil memikat lidah para pecinta masakan tradisional di Indonesia. Dari sekian banyak jenis hidangan yang ditawarkan, olahan nasi berbumbu menjadi salah satu daya tarik utama yang tidak boleh dilewatkan. Dua varian nasi khas Sunda yang paling populer dan sering kali membingungkan wisatawan karena penampilannya yang sekilas mirip adalah nasi tutug oncom dan nasi cikur. Kedua hidangan ini sama-sama menggunakan nasi putih hangat yang dicampur dengan bumbu tradisional untuk menghasilkan aroma yang harum. Namun jika dibedah lebih dalam dari segi bahan dasar dan karakteristik rasa, keduanya memiliki identitas kuliner yang sangat berbeda dan unik.
Mari kita bahas varian yang pertama yaitu nasi tutug oncom. Sesuai dengan namanya, bintang utama dari hidangan ini adalah oncom. Oncom sendiri merupakan produk fermentasi khas Jawa Barat yang umumnya terbuat dari bungkil tahu atau ampas kacang tanah yang difermentasi menggunakan kapang. Istilah tutug dalam bahasa Sunda memiliki arti menumbuk atau menghancurkan. Jadi proses pembuatan nasi tutug oncom ini dilakukan dengan cara menumbuk oncom yang telah dibakar atau digoreng bersama bumbu halus seperti bawang merah, bawang putih, cabai, dan sedikit kencur. Setelah hancur dan bumbu meresap, oncom tersebut kemudian diaduk atau ditumbuk bersama nasi putih yang masih mengepul hangat.
Karakteristik rasa dari nasi tutug oncom sangat didominasi oleh rasa gurih, sedikit manis, dan ada sentuhan rasa gurih fermentasi yang khas dari oncom bakar tersebut. Teksturnya cenderung agak kering karena remahan oncom menyatu di sela-sela butiran nasi. Di sisi lain, nasi tutug oncom biasanya memiliki aroma asap yang menggugah selera yang berasal dari proses pembakaran oncom sebelum dicampurkan. Hidangan ini umumnya disajikan bersama lauk pendamping yang lengkap seperti ayam goreng, tahu, tempe, lalapan segar, dan tentu saja sambal terasi yang pedas.
Berbeda dengan nasi tutug oncom, varian kedua yaitu nasi cikur mengandalkan bahan dasar rempah yang sangat spesifik. Kata cikur dalam bahasa Sunda merujuk pada tanaman kencur. Jika tutug oncom menjadikan oncom sebagai bahan utama, maka nasi cikur murni mengandalkan kekuatan aroma dan rasa dari kencur muda. Proses pembuatannya mirip dengan membuat nasi goreng pada umumnya. Kencur muda ditumbuk halus bersama bawang merah, bawang putih, sedikit cabai, dan garam, lalu ditumis dengan sedikit minyak hingga harum. Setelah bumbu matang, nasi putih dimasukkan dan diaduk rata di atas wajan hingga seluruh bumbu meresap sempurna.
Perbedaan rasa antara keduanya akan langsung terasa sejak suapan pertama. Nasi cikur menawarkan sensasi rasa yang sangat segar, sedikit pedas getir khas rempah, dan memberikan kehangatan di tenggorokan setelah menyantapnya. Aromanya pun sangat tajam dan khas wangi kencur segar, bukan aroma asap seperti tutug oncom. Warna dari nasi cikur cenderung lebih bersih atau sedikit kekuningan, berbeda dengan nasi tutug oncom yang terlihat memiliki remahan-remahan berwarna cokelat tua kehitaman di seluruh bagian nasinya. Untuk lauk pendamping, nasi cikur sangat cocok disandingkan dengan telur dadar, ikan asin, serta kerupuk aci.
Melalui edukasi bahan dan rasa ini, terlihat jelas bahwa masyarakat Sunda sangat jenius dalam memanfaatkan bahan pangan lokal untuk menciptakan hidangan berkelas. Nasi tutug oncom menonjolkan kekayaan hasil fermentasi tradisional, sementara nasi cikur memamerkan khasiat dan kesegaran rempah asli bumi Nusantara. Keduanya memiliki tempat tersendiri di hati para penikmat kuliner dan wajib dicoba saat berkunjung ke Jawa Barat.
Next News

Tetap Gurih dan Lezat! Ini 5 Bahan Alternatif Pengganti Santan yang Lebih Sehat
3 days ago

Duel Sarapan Juara: Pilih Surabi yang Gurih atau Bubur Cianjur yang Melimpah?
6 days ago

Bikin Kangen Masa Kecil! 7 Jajanan Pasar Sunda Ini Sekarang Sudah Mulai Langka
6 days ago

Jangan Kaget, Ini Makanan Asli Indonesia dengan Nama yang Bikin Salah Fokus
6 days ago

Menggugah Selera! Mengintip Resep Pindang Tetel Khas Pekalongan yang Kaya Rempah Pilihan
7 days ago

Bukan Sekadar Santapan, Ini Makna Makanan yang Hadir Saat Waisak
10 days ago

7 Olahan Kentang Enak dan Praktis yang Cocok Jadi Menu Sehari-hari
11 days ago

Bosan Bersantan? 5 Ide Olahan Daging Sapi dan Kambing yang Menyegarkan!
13 days ago

Penderita Tiroid Perlu Memperhatikan Pola Makan, Ini Daftar Makanan yang Dianjurkan
16 days ago

Jangan Asal Masuk Kulkas, Ini Cara Menyimpan Daging Sapi agar Tetap Segar dan Tahan Lama
16 days ago





