Rabu, 10 Juni 2026
Walisongo Global Media
Foodhunt

Jangan Kaget, Ini Makanan Asli Indonesia dengan Nama yang Bikin Salah Fokus

Admin WGM - Thursday, 04 June 2026 | 10:48 AM

Background
Jangan Kaget, Ini Makanan Asli Indonesia dengan Nama yang Bikin Salah Fokus
Makanan Nusantara (Liputan6/)

Indonesia tidak pernah kehabisan cara untuk membuat orang penasaran, termasuk lewat kulinernya. Selain terkenal dengan cita rasa yang beragam, sejumlah makanan tradisional di Tanah Air juga memiliki nama yang unik dan tidak biasa. Bahkan, beberapa di antaranya kerap membuat wisatawan maupun masyarakat luar daerah terkejut saat pertama kali mendengarnya.

Uniknya, nama tersebut bukan dibuat asal-asalan. Ada cerita dan sejarah menarik yang membuat makanan ini punya identitas tersendiri. Tidak heran kalau banyak orang langsung penasaran begitu mendengar namanya. Berikut beberapa kuliner khas Indonesia yang terkenal karena namanya yang tidak biasa.

1. Nasi Kucing Mendengar namanya, sebagian orang mungkin mengira makanan ini dibuat khusus untuk kucing. Padahal, nasi kucing ini adalah sajian berupa nasi dalam porsi kecil yang biasanya disajikan dengan sambal, ikan teri, atau lauk sederhana lainnya. Nama "nasi kucing" muncul karena porsinya yang sedikit, sehingga dianggap mirip dengan porsi makan seekor kucing. Porsi nasi angkringan ini khas dari Yogyakarta, Solo, dan Semarang.

2. Kue Ketawa Kue tradisional dari Pematang Siantar, Sumatra Utara ini memiliki bentuk yang unik karena permukaannya merekah saat digoreng. Retakan pada bagian atas kue dianggap menyerupai ekspresi orang yang sedang tertawa lebar. Mirip jajan pasar yaitu onde-onde, kue ketawa memiliki tekstur renyah dengan cita rasa manis yang khas, menjadikan kue ketawa sebagai camilan favorit di berbagai daerah.

3. Tengteng dan Tingting Sekilas namanya terdengar seperti bunyi alat musik atau suara benda yang dipukul. Tengteng dan tingting merupakan dua jenis camilan tradisional. Keduanya terbuat dari kacang tanah atau biji-bijian yang disatukan dengan lelehan gula karamel, dicetak, dan dipotong menjadi bentuk kotak atau lonjong. Tengteng merupakan camilan tradisional jadul yang populer di beberapa daerah, terutama sebagai oleh-oleh khas Jawa Barat dan Surabaya. Teksturnya sedikit lebih padat atau sedikit lengket, dengan perpaduan manis dan legit. Sementara itu, tingting sendiri teksturnya sangat renyah, manis, dan gurih, bahkan ada varian tingting yang menggunakan kacang wijen (kacang miks biji wijen).

4. Sate Kere Sate kere adalah salah satu kuliner khas Solo yang terbuat dari tempe gembus, yaitu tempe yang terbuat dari ampas tahu. Selain tempe, bahan dasar pembuatan sate ini menggunakan jeroan sapi (paru dan usus sapi). Dalam bahasa Jawa, kata "kere" berarti miskin atau sederhana. Sate ini menjadi alternatif sate yang lebih terjangkau dibanding sate daging.

5. Kue Dolar Kue dolar bukan berasal dari mata uang asing. Kue ini berasal dari Surabaya, Jawa Timur. Camilan legendaris yang berbentuk bulat dan pipih menyerupai koin uang logam ini pertama kali diproduksi di kota tersebut pada tahun 1936, yang sekarang menjadi salah satu oleh-oleh khas daerah.

Keberagaman nama makanan tradisional menjadi salah satu bukti betapa kayanya budaya Indonesia. Makanan-makanan tersebut menunjukkan kreativitas masyarakat Indonesia dalam menciptakan identitas kuliner yang mudah diingat. Tapi justru keunikan itulah yang membuat kuliner Nusantara jadi makin berwarna dan susah dilupakan.