Sering Dianggap Buruk, Ini 5 Manfaat Daging Merah yang Tak Bisa Digantikan Tanaman
Admin WGM - Friday, 06 February 2026 | 05:11 PM


Dalam beberapa tahun terakhir, tren diet berbasis tanaman (plant-based) semakin populer di kalangan milenial dan Gen Z. Kampanye mengenai kesehatan jantung dan kelestarian lingkungan membuat banyak orang mulai membatasi konsumsi daging merah. Namun, di tengah gempuran tren tersebut, dunia medis mengingatkan bahwa daging merah memiliki "keunggulan biologis" yang tidak bisa sepenuhnya diduplikasi oleh sumber nabati.
Daging sapi, domba, maupun kambing bukan sekadar sumber protein. Di dalamnya terkandung mikronutrien kompleks yang dirancang secara alami untuk diserap tubuh manusia secara optimal. Mengutip berbagai sumber kredibel, berikut adalah alasan mengapa daging merah tetap memegang peran krusial dalam metabolisme tubuh kita.
1. Zat Besi "Heme", Penyerapan yang Jauh Lebih Efisien
Salah satu alasan utama daging merah sulit digantikan adalah kandungan zat besi jenis Heme. Dalam dunia nutrisi, zat besi terbagi menjadi dua: heme (dari hewan) dan non-heme (dari tumbuhan seperti bayam atau kacang-kacangan).
Mengutip World Health Organization (WHO), tubuh manusia mampu menyerap 15-35 persen zat besi heme, sementara zat besi non-heme hanya diserap sekitar 2-20 persen saja. Ini menjelaskan mengapa penderita anemia sering kali tetap dianjurkan mengonsumsi daging merah meski sudah makan banyak sayuran hijau. Zat besi ini krusial untuk pembentukan hemoglobin yang mengedarkan oksigen ke seluruh sel tubuh.
2. Vitamin B12, Nutrisi yang Nyaris Absen di Dunia Tumbuhan
Vitamin B12 adalah nutrisi vital untuk fungsi saraf dan pembentukan DNA. Secara alami, vitamin B12 hanya ditemukan dalam produk hewani. Tumbuhan tidak memproduksi vitamin ini.
Meskipun saat ini banyak produk nabati yang "difortifikasi" dengan B12 buatan, namun bioavailabilitas atau tingkat penyerapan B12 alami dari daging merah tetap dianggap yang terbaik bagi sistem saraf manusia. Kekurangan B12 dalam jangka panjang dapat menyebabkan kelelahan kronis, gangguan memori, hingga kerusakan saraf yang permanen.
3. Asam Amino Esensial yang Lengkap dan Proporsional
Daging merah adalah sumber protein lengkap. Artinya, ia mengandung sembilan asam amino esensial yang tidak bisa diproduksi sendiri oleh tubuh. Tumbuhan memang memiliki protein, namun sering kali "tidak lengkap". Misalnya, biji-bijian rendah akan lisin, sementara kacang-kacangan rendah akan metionin.
Untuk mendapatkan profil protein selengkap daging merah, seorang vegetarian harus mengombinasikan berbagai jenis tumbuhan dalam satu waktu. Bagi atlet atau individu dengan aktivitas fisik tinggi, kepadatan nutrisi dalam sepotong steak jauh lebih praktis untuk mendukung pemulihan otot dibandingkan konsumsi kacang-kacangan dalam jumlah besar.
4. Kandungan Zink dan Selenium untuk Imunitas Tinggi
Zink yang ditemukan dalam daging merah memiliki keunggulan karena tidak mengandung asam phytic—zat yang biasanya ada pada biji-bijian dan dapat menghambat penyerapan mineral dalam tubuh. Zink dari daging sapi sangat mudah dikenali oleh sistem imun manusia untuk mempercepat penyembuhan luka dan menjaga metabolisme tetap stabil. Selain itu, kandungan selenium di dalamnya berperan sebagai antioksidan kuat yang melindungi sel dari kerusakan radikal bebas.
5. Kreatin dan Karnosin, Bahan Bakar Otak dan Otot
Dua nutrisi ini hampir tidak ditemukan dalam sumber nabati. Kreatin berfungsi sebagai cadangan energi cepat untuk otot dan otak, sementara karnosin membantu mencegah proses glikasi (kerusakan protein akibat gula) di dalam tubuh. Penelitian menunjukkan bahwa individu yang memiliki kadar karnosin tinggi dalam otot cenderung memiliki performa fisik yang lebih baik dan penuaan sel yang lebih lambat.
Lantas, bagaimana dengan risiko kolesterol dan penyakit jantung? Menurut Harvard T.H. Chan School of Public Health, risiko kesehatan biasanya muncul bukan karena daging merahnya secara alami, melainkan karena daging olahan (seperti sosis, kornet, atau daging asap) dan cara memasak yang salah (seperti membakar daging hingga gosong).
Untuk mendapatkan manfaat optimal tanpa risiko, para ahli menyarankan:
- Pilihlah potongan daging tanpa lemak (lean meat).
- Batasi konsumsi maksimal 350–500 gram berat matang per minggu.
- Gunakan metode masak yang lebih sehat seperti direbus (sup/soto) atau ditumis, alih-alih digoreng kering atau dibakar ekstrem.
Daging merah adalah salah satu makanan paling padat nutrisi di planet ini. Meskipun tumbuhan memberikan serat dan vitamin yang luar biasa, daging merah menyediakan blok bangunan biologis yang unik bagi fungsi otak, saraf, dan darah kita. Menyeimbangkan keduanya dalam piring makan adalah kunci jurnalisme kesehatan yang paling bijak: tidak memusuhi satu jenis makanan, namun memahaminya dengan data.
Next News

Mau Bikin Kombucha Sendiri? Kenalan Dulu sama SCOBY, Makhluk Unik yang Kaya Probiotik
17 hours ago

Biar Rasa Ikan Tetap Segar, Kenali Pentingnya Palate Cleanser Saat Makan Kuliner Jepang
17 hours ago

Jangan Heran, Ternyata Lidah Kita Punya "Sensor" Khusus untuk Kombinasi Rasa Asin-Manis
18 hours ago

Trik Rahasia Food Stylist: Kenapa Makanan di Iklan Terlihat Lezat (Meski Kadang Tidak Bisa Dimakan)
18 hours ago

Sering Dianggap Remeh, Ternyata Nasi Sisa Punya Kandungan Pati yang Pas buat Digoreng
19 hours ago

Ternyata Ini Alasan Ilmiah Kenapa Bagian Cokelat pada Daging Bakar Terasa Sangat Gurih
19 hours ago

Bukan Cuma Kenyang, Ini Alasan Ilmiah Kenapa Bubur Ayam Bisa Jadi Obat Patah Hati
a day ago

Waspada Penipuan! Ini Cara Jitu Bedakan Telur Ayam Kampung Asli dan Palsu di Pasar
a day ago

Pecinta Pizza Wajib Tahu! Inilah Keajaiban Rasa Umami yang Bikin Tomat dan Keju Jadi Pasangan Sejati
2 days ago

Hobi Makan Durian tapi Takut Panas? Simak Penjelasan Dokter Biar Gak Salah Kaprah
2 days ago





