Kamis, 26 Februari 2026
Walisongo Global Media
Foodhunt

Trik Rahasia Food Stylist: Kenapa Makanan di Iklan Terlihat Lezat (Meski Kadang Tidak Bisa Dimakan)

Admin WGM - Wednesday, 25 February 2026 | 07:30 PM

Background
Trik Rahasia Food Stylist: Kenapa Makanan di Iklan Terlihat Lezat (Meski Kadang Tidak Bisa Dimakan)
Plating makanan (National Culinary Service Academy /)

Pernahkah Anda merasa lapar seketika saat melihat iklan burger yang tampak sangat juicy dengan keju yang meleleh sempurna, namun merasa kecewa saat membelinya secara langsung? Perbedaan visual yang mencolok tersebut merupakan hasil kerja keras seorang food stylist. Di dunia periklanan, makanan bukan hanya soal rasa, melainkan soal daya tarik visual yang harus bertahan berjam-jam di bawah panasnya lampu studio. Untuk mencapai kesempurnaan tersebut, para ahli sering kali menggunakan trik "nakal" dan bahan-bahan yang sama sekali tidak berhubungan dengan dapur. Tujuannya satu: menciptakan ilusi kelezatan yang konsisten di depan lensa kamera. Memahami rahasia di balik layar ini akan membuat Anda lebih kritis dalam melihat iklan, sekaligus mengagumi kreativitas yang digunakan untuk memanipulasi persepsi indra kita.

Pekerjaan seorang food stylist adalah perpaduan antara seni rupa dan teknik rekayasa. Mereka harus memastikan makanan tetap terlihat segar meski proses pengambilan gambar memakan waktu seharian. Berikut adalah beberapa rahasia yang mungkin akan mengubah pandangan Anda tentang makanan di televisi.

Manipulasi Tekstur dan Efek Visual yang Ekstrem

Lampu studio yang sangat panas adalah musuh utama makanan asli. Es krim akan mencair dalam hitungan menit, dan uap panas makanan akan hilang seketika. Untuk mengatasinya, food stylist menggunakan bahan pengganti yang memiliki ketahanan luar biasa. Misalnya, es krim di iklan sering kali merupakan campuran dari kentang tumbuk (mashed potato) yang diberi pewarna makanan. Kentang tumbuk tidak akan mencair dan memiliki tekstur yang jauh lebih mudah dibentuk agar terlihat memiliki scoop yang sempurna.

Selain itu, uap panas yang mengepul dari makanan sering kali bukan berasal dari makanan itu sendiri. Para ahli biasanya menggunakan tampon atau kapas basah yang dipanaskan di microwave dan disembunyikan di belakang makanan untuk menciptakan efek asap yang stabil dan dramatis.

Daftar Bahan Rahasia yang Sering Digunakan Food Stylist

Banyak bahan yang terlihat lezat di layar sebenarnya adalah benda kimia atau barang rumah tangga yang berbahaya jika tertelan. Berikut rincian bahan non-pangan yang menjadi "pahlawan" di studio foto:

  1. Oli Motor sebagai Pengganti Sirup Madu atau sirup asli sering kali meresap ke dalam pancake dan membuatnya terlihat lembek di kamera. Oli motor memiliki viskositas yang sempurna dan tidak terserap, sehingga memberikan efek kilap yang indah dan tahan lama di atas tumpukan pancake.
  2. Lem Putih untuk Iklan Sereal Susu asli akan membuat sereal cepat lembek dan tenggelam. Food stylist menggunakan lem kayu putih karena teksturnya kental, warnanya sangat putih, dan mampu menahan sereal tetap berada di permukaan agar terlihat tetap renyah.
  3. Sabun Cuci Piring untuk Busa Minuman Busa pada kopi atau bir asli akan hilang dalam waktu singkat. Dengan menambahkan sedikit sabun cuci piring ke dalam minuman dan mengocoknya, mereka bisa mendapatkan busa yang tebal, stabil, dan terlihat sangat segar selama berjam-jam.
  4. Krim Sepatu untuk Daging Bakar Garis-garis hitam sempurna pada daging panggang atau ayam bakar sering kali dipertegas menggunakan semir sepatu atau tusuk sate yang dipanaskan. Hal ini dilakukan karena proses pemanggangan asli sering kali tidak menghasilkan pola yang estetis di kamera.
  5. Karton Tebal untuk Struktur Burger Agar burger terlihat tinggi dan kokoh, setiap lapisan (roti, daging, sayur) sering kali dipisahkan oleh potongan karton kecil dan ditahan dengan tusuk gigi. Ini mencegah burger menjadi miring atau penyet akibat berat lapisannya sendiri.

Antara Etika dan Kreativitas Visual

Meskipun terlihat seperti penipuan, teknik ini merupakan standar industri untuk memastikan pesan visual tersampaikan dengan jelas. Di beberapa negara, terdapat regulasi ketat di mana bahan utama yang diiklankan haruslah bahan asli, namun bahan pendukung boleh menggunakan trik visual. Tantangan terbesar seorang food stylist saat ini adalah tetap menjaga makanan terlihat "nyata" tanpa terlihat terlalu buatan (fake), karena audiens modern mulai lebih menyukai tampilan makanan yang organik dan apa adanya.

Masyarakat diharapkan dapat lebih bijak dalam menyerap informasi visual dari iklan. Keindahan di layar adalah hasil dari rekayasa pencahayaan, sudut kamera, dan kreativitas bahan pengganti. Jadi, saat berikutnya Anda melihat iklan makanan yang tampak terlalu sempurna untuk menjadi kenyataan, kemungkinan besar itu memang bukan untuk dimakan. Mari hargai karya seni visual tersebut sebagai bagian dari industri kreatif, sambil tetap menjaga ekspektasi yang realistis terhadap makanan asli yang kita santap.

Trik rahasia food stylist membuktikan bahwa tampilan makanan di iklan adalah hasil dari manipulasi bahan non-pangan seperti lem, oli, hingga kentang tumbuk demi ketahanan visual. Penggunaan bahan-bahan ini diperlukan karena keterbatasan daya tahan makanan asli di bawah lampu studio yang panas. Meskipun tidak bisa dimakan, teknik-teknik ini berhasil menciptakan keinginan dan emosi lapar pada audiens melalui estetika yang sempurna. Dengan mengetahui rahasia ini, kita bisa lebih menghargai proses kreatif di balik layar industri periklanan sekaligus menjadi konsumen yang lebih cerdas. Ingatlah, tugas iklan adalah menggoda mata, sementara tugas makanan asli adalah memuaskan rasa.