Hobi Makan Durian tapi Takut Panas? Simak Penjelasan Dokter Biar Gak Salah Kaprah
Admin WGM - Tuesday, 24 February 2026 | 08:30 PM


Masyarakat Indonesia sangat menggemari buah tropis seperti nangka dan durian karena cita rasanya yang sangat khas serta aromanya yang menggoda selera. Namun, fenomena rasa tidak nyaman pada bagian perut sering kali muncul sesaat setelah seseorang mengonsumsi buah tersebut dalam jumlah yang cukup banyak. Sensasi panas yang menjalar hingga ke ulu hati atau perasaan begah yang mengganggu sering kali dikaitkan dengan istilah buah panas oleh sebagian besar warga. Kondisi tersebut memicu rasa penasaran mengenai apa yang sebenarnya terjadi di dalam sistem pencernaan manusia saat mengolah kandungan nutrisi dari kedua buah eksotis ini. Penjelasan medis secara ilmiah diperlukan guna meluruskan persepsi masyarakat agar tidak terjadi kesalahpahaman mengenai dampak kesehatan yang ditimbulkan. Memahami reaksi kimia tubuh terhadap zat spesifik pada buah nangka dan durian akan membantu kita untuk tetap bisa menikmati kelezatannya tanpa harus menderita gangguan pencernaan yang menyiksa.
Reaksi tubuh yang muncul merupakan bentuk respon alami terhadap konsentrasi senyawa tertentu yang masuk ke dalam lambung secara mendadak. Proses metabolisme yang bekerja lebih keras dari biasanya sering kali menjadi pemicu utama munculnya rasa hangat yang menjalar ke seluruh tubuh.
Kandungan Serat dan Proses Fermentasi dalam Lambung
Buah nangka dikenal memiliki struktur serat yang sangat padat serta kandungan gula alami yang cukup tinggi bagi kesehatan. Karakteristik ini membuat nangka menjadi salah satu buah yang memerlukan waktu lebih lama untuk dipecah oleh enzim pencernaan di dalam perut. Bakteri alami yang menghuni usus besar akan bekerja ekstra keras untuk memfermentasi sisa serat nangka yang belum hancur sempurna pada tahap awal pencernaan. Proses fermentasi tersebut secara otomatis menghasilkan gas karbondioksida serta metana yang memenuhi ruang lambung hingga menyebabkan tekanan udara meningkat.
Tekanan gas yang berlebih inilah yang kemudian menciptakan sensasi penuh atau kembung yang sering disalahartikan sebagai rasa panas terbakar. Selain gas, kandungan karbohidrat kompleks pada nangka juga menuntut tubuh mengeluarkan energi metabolisme yang besar sehingga suhu internal tubuh sedikit mengalami peningkatan. Kondisi tersebut sebenarnya bersifat sementara dan akan hilang dengan sendirinya seiring selesainya proses pembuangan sisa makanan. Namun bagi individu yang memiliki riwayat penyakit maag atau asam lambung kronis, efek gas ini bisa menjadi pemicu munculnya nyeri yang hebat pada area dada.
Analisis Medis Efek Termogenik pada Konsumsi Durian
Durian memiliki profil nutrisi yang jauh lebih kompleks dibandingkan dengan buah buahan pada umumnya karena kandungan lemak dan alkohol alaminya. Berikut adalah beberapa poin medis yang menjelaskan mengapa durian memberikan efek panas yang lebih kuat pada tubuh:
- Tingginya Efek Termogenik Makanan Tubuh manusia mengeluarkan panas saat membakar kalori yang masuk dari makanan yang kita konsumsi setiap hari. Durian mengandung kalori yang sangat padat sehingga memaksa tubuh meningkatkan laju metabolisme secara signifikan guna mengolah asupan energi tersebut.
- Kandungan Senyawa Sulfur yang Unik Senyawa organosulful merupakan zat yang memberikan aroma menyengat pada durian sekaligus memicu reaksi kimia tertentu di dalam perut. Zat ini berinteraksi dengan asam lambung dan dapat memicu peningkatan suhu pada area pencernaan bagi mereka yang memiliki sensitivitas tinggi.
- Proses Penguraian Glukosa Secara Cepat Kadar gula yang tinggi pada durian diserap sangat cepat oleh aliran darah sehingga memicu lonjakan energi yang mendadak. Lonjakan ini sering kali disertai dengan peningkatan detak jantung serta rasa hangat yang menyebar ke seluruh permukaan kulit.
- Kehadiran Alkohol Alami Hasil Fermentasi Buah durian yang sudah sangat matang biasanya mengandung sedikit alkohol alami akibat proses pematangan pada bagian daging buahnya. Alkohol tersebut memiliki sifat iritan bagi dinding lambung sehingga bisa memicu rasa perih atau panas jika dikonsumsi saat perut sedang kosong.
Tips Menikmati Buah Tropis Secara Aman Bagi Pencernaan
Masyarakat disarankan untuk selalu memperhatikan porsi saat ingin menyantap buah nangka maupun durian guna menghindari efek samping yang berlebihan. Minum air putih dalam jumlah yang cukup setelah makan buah tersebut sangat membantu dalam mengencerkan asam lambung serta mempercepat pembuangan gas. Hindarilah mengonsumsi buah buahan ini bersamaan dengan minuman yang mengandung kafein atau soda karena akan memperburuk kondisi tekanan di dalam perut. Para ahli kesehatan juga menyarankan agar kita tidak mengonsumsi durian bersamaan dengan obat obatan tertentu atau alkohol karena dapat memicu komplikasi yang berbahaya.
Kedisplinan dalam mengatur pola makan menjadi faktor penentu utama agar kesehatan pencernaan tetap terjaga di tengah euforia musim buah. Penderita diabetes juga harus sangat berhati hati mengingat kandungan glikemik yang sangat tinggi pada kedua jenis buah tropis tersebut. Menikmati kekayaan alam Indonesia boleh saja dilakukan asalkan tetap mengedepankan akal sehat serta mendengarkan sinyal yang diberikan oleh tubuh kita. Informasi medis yang akurat merupakan benteng pertahanan utama masyarakat dalam menjaga kualitas hidup yang lebih baik setiap harinya. Kelezatan nangka dan durian akan tetap terasa sempurna jika kita tahu batasan dan cara mengonsumsinya secara bijaksana tanpa mengabaikan aspek kesehatan organ dalam kita.
Sensasi panas yang muncul setelah mengonsumsi nangka dan durian merupakan kombinasi dari tingginya laju metabolisme serta produksi gas akibat fermentasi serat. Penjelasan medis ini membuktikan bahwa reaksi tubuh tersebut adalah hal yang wajar selama dilakukan dalam batas kewajaran konsumsi harian. Pengetahuan mengenai kandungan nutrisi serta cara kerja sistem pencernaan membantu kita untuk tidak lagi merasa takut atau khawatir secara berlebihan saat musim buah tiba. Mari kita jadikan informasi kesehatan ini sebagai panduan praktis agar momen makan bersama keluarga tetap terasa nyaman dan menyenangkan. Kesadaran untuk selalu menjaga porsi makan adalah investasi terbaik bagi kesehatan lambung kita dalam jangka panjang. Tubuh yang sehat akan membuat kita lebih bebas menikmati segala jenis karunia alam nusantara dengan penuh rasa syukur tanpa rasa sakit.
Next News

Mau Bikin Kombucha Sendiri? Kenalan Dulu sama SCOBY, Makhluk Unik yang Kaya Probiotik
14 hours ago

Biar Rasa Ikan Tetap Segar, Kenali Pentingnya Palate Cleanser Saat Makan Kuliner Jepang
14 hours ago

Jangan Heran, Ternyata Lidah Kita Punya "Sensor" Khusus untuk Kombinasi Rasa Asin-Manis
15 hours ago

Trik Rahasia Food Stylist: Kenapa Makanan di Iklan Terlihat Lezat (Meski Kadang Tidak Bisa Dimakan)
15 hours ago

Sering Dianggap Remeh, Ternyata Nasi Sisa Punya Kandungan Pati yang Pas buat Digoreng
16 hours ago

Ternyata Ini Alasan Ilmiah Kenapa Bagian Cokelat pada Daging Bakar Terasa Sangat Gurih
16 hours ago

Bukan Cuma Kenyang, Ini Alasan Ilmiah Kenapa Bubur Ayam Bisa Jadi Obat Patah Hati
a day ago

Waspada Penipuan! Ini Cara Jitu Bedakan Telur Ayam Kampung Asli dan Palsu di Pasar
a day ago

Pecinta Pizza Wajib Tahu! Inilah Keajaiban Rasa Umami yang Bikin Tomat dan Keju Jadi Pasangan Sejati
2 days ago

Warisan Nenek Moyang! Ternyata Ini Alasan Medis Air Tajin Bagus Banget buat Buka Puasa
3 days ago





