Jumat, 10 Juli 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Seret Anggota DPRD atas Dugaan Intimidari, Kemenkes Lakukan Investigasi Mendalam Kasus Kematian dr. Icha

Trista - Sunday, 28 June 2026 | 02:47 PM

Background
Seret Anggota DPRD atas Dugaan Intimidari, Kemenkes Lakukan Investigasi Mendalam Kasus Kematian dr. Icha
dr Eliza Princila Utami Pakaenoni (Radar Kudus /)

Kasus kematian tragis seorang dokter muda bernama Eliza Princila Utami Pakaenoni atau yang akrab disapa dokter Icha kini sedang dalam penanganan serius pihak kepolisian dan Kementerian Kesehatan. Korban ditemukan meninggal dunia akibat gantung diri di rumahnya yang terletak di Perumahan RSS Baumata, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada Jumat (26/6/2026).

"Kami sangat prihatin atas peristiwa ini. Setiap tenaga kesehatan berhak mendapatkan perlindungan, rasa aman, dan penghormatan dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat. Tidak boleh ada intimidasi, tekanan, ataupun tindakan yang merendahkan martabat tenaga kesehatan," ungkap Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Aji Muhawarman dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (27/6/2026).

Kepolisian Resor Kupang telah melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah korban dan menemukan bekas jeratan tali pada bagian leher. Namun, tim penyidik memastikan bahwa tidak ada tanda-tanda kekerasan fisik lain yang ditemukan pada sekujur tubuh dokter berusia muda tersebut.

Di sisi lain, Kepolisian Resor Timor Tengah Utara juga bergerak cepat mengusut adanya indikasi depresi berat yang melatarbelakangi aksi nekat korban. Tim penyidik fokus mendalami dugaan intimidasi dari oknum anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara saat korban bertugas di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Leona Kefamenanu.

Polisi memanggil tiga anggota dewan yang diduga terlibat dalam kasus berpulangnya dr. Icha, yakni Veronika Lake (PDIP), Nobertus Bani (PKB), dan Thrensius Lazakar (Golkar) untuk dimintai keterangan.

"Kami dari Polres belum mendapatkan laporan. Namun, berdasarkan berita viral yang sudah tersebar di media sosial, kami sudah melakukan beberapa tindakan kepolisian," ungkap Kapolres TTU AKBP Eliana Papote, dilansir dari laman detikNews, Sabtu (27/6/2026).

Selain itu, sejumlah rekan kerja korban yang berada di tempat kejadian perkara saat peristiwa penekanan itu terjadi telah dipanggil untuk diperiksa sebagai saksi. Aparat kepolisian menjadwalkan pemeriksaan terhadap tiga anggota dewan daerah guna mendapatkan kronologi peristiwa secara utuh dan transparan.

Direktorat Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan dan Inspektorat Jenderal Kemenkes turut menyatakan keprihatinan yang mendalam serta berkomitmen mengusut tuntas kasus dugaan intimidasi ini hingga ke akarnya. Kemenkes menegaskan bahwa seluruh tenaga kesehatan di Indonesia berhak mendapatkan perlindungan hukum, rasa aman, serta penghormatan selama menjalankan tugas medis.

"Kementerian Kesehatan mengajak seluruh pihak untuk menahan diri, menghormati proses investigasi, dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi," ungkap Aji.

Proses investigasi internal saat ini sedang berjalan secara objektif dengan menggandeng berbagai pihak terkait dan organisasi profesi kedokteran. Kementerian Kesehatan juga meminta masyarakat luas untuk menahan diri dan tidak menyebarkan informasi spekulatif yang belum terverifikasi kebenarannya sebelum hasil resmi diumumkan.