Jumat, 10 Juli 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Sempat Menghilang Saat OTT, Bupati Kuansing Suhardiman Amby Akhirnya Menyerahkan Diri ke KPK

Admin WGM - Wednesday, 01 July 2026 | 03:00 PM

Background
Sempat Menghilang Saat OTT, Bupati Kuansing Suhardiman Amby Akhirnya Menyerahkan Diri ke KPK
Penyegelan Ruang Kerja Bupati Kuansing (Liputan6 /)

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan tindakan tegas dengan membawa empat orang dari Riau menuju Jakarta untuk menjalani pemeriksaan intensif. Di antara pihak-pihak yang diamankan dalam operasi senyap tersebut, salah satunya diketahui merupakan istri muda dari Bupati Kuantan Singingi (Kuansing).

Langkah hukum ini diambil menyusul pelaksanaan Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang digelar tim penindak KPK di wilayah Provinsi Riau. Penangkapan tersebut diduga kuat berkaitan erat dengan praktik haram korupsi berupa jual beli jabatan di lingkungan pemerintah daerah setempat.

Bupati Kuansing, Suhardiman Amby, sempat dilaporkan menghilang dan tidak diketahui keberadaannya ketika tim KPK menyisir lokasi operasi. Situasi tersebut sempat memicu spekulasi publik sebelum akhirnya sang kepala daerah memutuskan untuk kooperatif terhadap proses hukum.

Setelah sempat menjadi buron selama beberapa jam, Suhardiman Amby akhirnya mendatangi langsung Gedung Merah Putih KPK di Jakarta. Kedatangan sang bupati dilakukan guna menyerahkan diri sekaligus memberikan klarifikasi resmi mengenai keterlibatannya dalam pusaran kasus korupsi tersebut.

Kasus yang menjerat sang bupati menambah daftar panjang rentetan kepala daerah yang tergulung operasi senyap lembaga antirasuah. Praktik jual beli jabatan di berbagai wilayah Indonesia dinilai seolah menjadi lingkaran setan yang tidak pernah benar-benar berhenti.

Modus operandi dalam perkara ini umumnya melibatkan setoran dana segar dari para aparatur sipil negara yang mengincar posisi strategis. Uang pelicin tersebut kemudian ditampung melalui orang-orang terdekat kepala daerah, termasuk pihak keluarga, guna menyamarkan jejak transaksi.

Saat ini tim penyidik KPK masih terus mendalami dokumen serta barang bukti uang tunai yang berhasil disita selama operasi berlangsung. Pengusutan perkara ini diharapkan mampu memberikan efek jera sekaligus membersihkan sistem birokrasi daerah dari praktik suap-menyuap.