Sempat Menghilang Saat OTT, Bupati Kuansing Suhardiman Amby Akhirnya Menyerahkan Diri ke KPK
Admin WGM - Wednesday, 01 July 2026 | 03:00 PM


Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan tindakan tegas dengan membawa empat orang dari Riau menuju Jakarta untuk menjalani pemeriksaan intensif. Di antara pihak-pihak yang diamankan dalam operasi senyap tersebut, salah satunya diketahui merupakan istri muda dari Bupati Kuantan Singingi (Kuansing).
Langkah hukum ini diambil menyusul pelaksanaan Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang digelar tim penindak KPK di wilayah Provinsi Riau. Penangkapan tersebut diduga kuat berkaitan erat dengan praktik haram korupsi berupa jual beli jabatan di lingkungan pemerintah daerah setempat.
Bupati Kuansing, Suhardiman Amby, sempat dilaporkan menghilang dan tidak diketahui keberadaannya ketika tim KPK menyisir lokasi operasi. Situasi tersebut sempat memicu spekulasi publik sebelum akhirnya sang kepala daerah memutuskan untuk kooperatif terhadap proses hukum.
Setelah sempat menjadi buron selama beberapa jam, Suhardiman Amby akhirnya mendatangi langsung Gedung Merah Putih KPK di Jakarta. Kedatangan sang bupati dilakukan guna menyerahkan diri sekaligus memberikan klarifikasi resmi mengenai keterlibatannya dalam pusaran kasus korupsi tersebut.
Kasus yang menjerat sang bupati menambah daftar panjang rentetan kepala daerah yang tergulung operasi senyap lembaga antirasuah. Praktik jual beli jabatan di berbagai wilayah Indonesia dinilai seolah menjadi lingkaran setan yang tidak pernah benar-benar berhenti.
Modus operandi dalam perkara ini umumnya melibatkan setoran dana segar dari para aparatur sipil negara yang mengincar posisi strategis. Uang pelicin tersebut kemudian ditampung melalui orang-orang terdekat kepala daerah, termasuk pihak keluarga, guna menyamarkan jejak transaksi.
Saat ini tim penyidik KPK masih terus mendalami dokumen serta barang bukti uang tunai yang berhasil disita selama operasi berlangsung. Pengusutan perkara ini diharapkan mampu memberikan efek jera sekaligus membersihkan sistem birokrasi daerah dari praktik suap-menyuap.
Next News

Anak Tukang Becak Menangis Terancam Batal Kuliah, Imbas Ayahnya Mendadak Masuk Desil 9
in 6 hours

Wakil Ketua Gerindra Banyumas Jadi Perantara Uang Rp650 Juta dalam Kasus Korupsi Unsoed
in 6 hours

Bus Rombongan Pati Dilempari Batu di Tol Japek, Polisi Klarifikasi Soal Botok
in 5 hours

Harga Minyak Dunia Merosot ke US$ 93 di Tengah Panasnya Rencana Sanksi Baru AS ke Iran
in 4 hours

Polemik Rekening Donasi Aksi 27 Agustus: Dari Sorotan Waketum MUI hingga Insiden Pelemparan Bus
in 2 hours

Polda Metro Luruskan Isu Rekening Donasi Aksi 27 Agustus: Bukan Diblokir
in 2 hours

Bukan Cuma Dongeng: Cara Seru Menceritakan Sirah Nabawiyah pada Anak di Rumah
in 2 hours

Unsoed Gempar! Rektor Tersangka KPK Kasus Jalur Mandiri, Prof Ali Rokhman Ditunjuk Jadi Plt.
18 hours ago

Tiba di Pekanbaru Disambut Asap, Prabowo Ancam Bawa Pelaku "Modus Mancing" ke Jakarta!
18 hours ago

Sumber Air Menyusut, BNPB Ungkap Pemadaman Karhutla Makin Sulit
20 hours ago





