Kamis, 19 Februari 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Seberapa Worth It Berbuka dengan MBG

Admin WGM - Wednesday, 21 January 2026 | 06:25 PM

Background
Seberapa Worth It Berbuka dengan MBG
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana memberikan keterangan pers di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (24/2/2025) (ANTARA/Mentari Dwi Gayati)

Belum lama ini muncul statement dari BGN (Badan Gizi Nasional), tentang MBG (Makan Bergizi Gratis) yang tetap dibagikan di bulan puasa, dengan dalil makanan tersebut tahan 12 jam? Tentu dengan menu yang pastinya ngga bikin basi, katanya…

Marilah kita berpositif thinking mungkin cara mereka ganti menu MBG ini memang betul agar bisa bertahan lama dan ngga bikin basi. Tapi kalo makanannya anti basi, kenapa harus dibagiin pas pagi?

Semoga kasus keracunan sudah tidak terjadi lagi di tahun 2026, karena seluruh SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) yang ada di Indonesia sudah harus mempunyai Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). SLHS merupakan sertifikat yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) daerah sebagai bukti kelayakan higienitas tempat pengelolaan pangan.

Kabar nya menu MBG ini bakal berbeda mulai dari kurma, telur rebus, buah sama kue dan abon, yang pastinya tahan lama. Disini bisa dengan mudah kita garis bawahi, kalo menu ini untuk mayoritas muslim, tapi kalo non muslim apakah menunya masih sama?

Dan kabarnya pola distribusian MBG ini masih sama seperti hari biasa. Sampe sini kita atau nih kalo menu tersebut ngga bakal bikin keracunan, tapi kemungkinan bikin batal puasa iya. Karena waktu ditribusi tetap sama dan saat pembagian mbg tersebut mayoritas yang non muslim pasti akan menyantap makanan tersebut sedangkan yang muslim pasti akan menyimpan untuk berbuka.

Kalo gini mending menu nya yang diubah atau waktu distribusinya yang diubah? Karena niat berbagi saat bulan puasa itu baik dan banyak pahalanya, tapi kalo untuk makanan harus extra diperhatikan itu.

Fyi nih Winners, sampai di bulan Januari 2026 ini MBG itu udah sampe ke 59,86 juta orang yang ada di Indonesia dan angka itu mencakup mulai dari balita, anak paud, ibu hamil, dan menyusui, siswa hingga tenaga pendidik loh.

Jadi memang harus betul-betul diperhatikan ini untuk menunya, tapi abon dan telur rebus itu better daripada lauk basah, tapi cara penyimpanan, kondisi lingkungan, dan durasi penyimpanan nya pun harus tetap diperhatikan.

Pada akhirnya menu MBG ini bukan sekedar tahan atau tidak nya saja, tetapi apakah makanan ini layak sebagai pengganti makanan utama atau hanya sebagai asupan ringan. Kalo menurut Winners, statement ini cocok ngga buat MBG di bulan ramadhan nanti?