Seberapa Worth It Berbuka dengan MBG
Admin WGM - Wednesday, 21 January 2026 | 06:25 PM


Belum lama ini muncul statement dari BGN (Badan Gizi Nasional), tentang MBG (Makan Bergizi Gratis) yang tetap dibagikan di bulan puasa, dengan dalil makanan tersebut tahan 12 jam? Tentu dengan menu yang pastinya ngga bikin basi, katanya…
Marilah kita berpositif thinking mungkin cara mereka ganti menu MBG ini memang betul agar bisa bertahan lama dan ngga bikin basi. Tapi kalo makanannya anti basi, kenapa harus dibagiin pas pagi?
Semoga kasus keracunan sudah tidak terjadi lagi di tahun 2026, karena seluruh SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) yang ada di Indonesia sudah harus mempunyai Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). SLHS merupakan sertifikat yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) daerah sebagai bukti kelayakan higienitas tempat pengelolaan pangan.
Kabar nya menu MBG ini bakal berbeda mulai dari kurma, telur rebus, buah sama kue dan abon, yang pastinya tahan lama. Disini bisa dengan mudah kita garis bawahi, kalo menu ini untuk mayoritas muslim, tapi kalo non muslim apakah menunya masih sama?
Dan kabarnya pola distribusian MBG ini masih sama seperti hari biasa. Sampe sini kita atau nih kalo menu tersebut ngga bakal bikin keracunan, tapi kemungkinan bikin batal puasa iya. Karena waktu ditribusi tetap sama dan saat pembagian mbg tersebut mayoritas yang non muslim pasti akan menyantap makanan tersebut sedangkan yang muslim pasti akan menyimpan untuk berbuka.
Kalo gini mending menu nya yang diubah atau waktu distribusinya yang diubah? Karena niat berbagi saat bulan puasa itu baik dan banyak pahalanya, tapi kalo untuk makanan harus extra diperhatikan itu.
Fyi nih Winners, sampai di bulan Januari 2026 ini MBG itu udah sampe ke 59,86 juta orang yang ada di Indonesia dan angka itu mencakup mulai dari balita, anak paud, ibu hamil, dan menyusui, siswa hingga tenaga pendidik loh.
Jadi memang harus betul-betul diperhatikan ini untuk menunya, tapi abon dan telur rebus itu better daripada lauk basah, tapi cara penyimpanan, kondisi lingkungan, dan durasi penyimpanan nya pun harus tetap diperhatikan.
Pada akhirnya menu MBG ini bukan sekedar tahan atau tidak nya saja, tetapi apakah makanan ini layak sebagai pengganti makanan utama atau hanya sebagai asupan ringan. Kalo menurut Winners, statement ini cocok ngga buat MBG di bulan ramadhan nanti?
Next News

Heboh! Warga Krayan Nunukan, Kalimantan Utara Laporkan Pesawat Jatuh dengan Kepulan Asap Hitam
6 hours ago

Jeda Terlalu Singkat, Ahmad Sahroni Kembali Dilantik Wakil Ketua Komisi III DPR RI
8 hours ago

Miris! Imam Masjid Al-Aqsa Ditangkap Israel, Prabowo Justru Hadir KTT Perdana Board of Peace
a day ago

Tragis, Truk Kontainer di Karawang Tergelincir Hingga Timpa Sedan yang Tewaskan Tiga Orang
2 days ago

Polemik Pemecatan dr. Piprim Ketua Umum IDAI dari Independensi Profesi Hingga Disiplin ASN
3 days ago

Pekalongan Tidak Aman! Suami Anggota DPRD Jateng Ditembak OTK di Rumahnya
3 days ago

Tapanuli Tengah Kembali Dilanda Banjir, Upaya Pascabencana Harus Diprioritaskan, Warga Belum Pulih Psikis dan Materil
4 days ago

Truk Paket Shopee Terbakar di Semarang, Ratusan Paket Raib Rugi Hingga Rp75 Juta
4 days ago

JPU Tuntut Anak Riza Chalid, Kerry Adrianto dengan Hukuman 18 Tahun Penjara, Pintu Masuk Usut Tuntas Dinasti Chalid
5 days ago

Abaikan Hak Penumpang, Super Air Jet Tuai Kritik Pedas dari Penumpang dan Warganet
5 days ago

