Sawah Terancam Kering, Petani Pekalongan Desak Pemerintah Turunkan Ekskavator ke Kali Pancur!
Admin WGM - Thursday, 16 July 2026 | 11:30 AM


Ancaman kekeringan kini membayangi sektor pertanian di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Memasuki pertengahan tahun, musim kemarau yang berkepanjangan mulai memukul produktivitas lahan persawahan milik warga. Salah satu wilayah yang terdampak cukup parah adalah Desa Kali Pancur, Kecamatan Bojong. Guna menyikapi situasi kritis tersebut, jajaran pemerintah desa bersama kelompok tani setempat berinisiatif menyelenggarakan kegiatan penyuluhan mengenai pendangkalan saluran irigasi pada Senin, 13 Juli 2026. Pertemuan darurat ini digelar langsung di area pertanian desa untuk menyamakan persepsi sekaligus mencari jalan keluar cepat demi menyelamatkan sumber penghidupan para petani yang kini di ujung tanduk.
Kondisi di lapangan saat ini memang cukup memprihatinkan. Kepala Desa Kali Pancur, Mohrozi, menjelaskan bahwa pasokan air ke area persawahan menyusut drastis dalam beberapa pekan terakhir. Masalah ini tidak semata-mata disebabkan oleh minimnya curah hujan akibat kemarau, melainkan diperparah oleh buruknya infrastruktur pengairan yang ada. Saluran irigasi yang menjadi urat nadi pertanian di desa tersebut mengalami pendangkalan hebat akibat akumulasi lumpur dan sedimentasi yang telah berlangsung lama. Akibatnya, sisa-sisa debit air yang mengalir dari sungai tidak mampu menjangkau petak-petak sawah warga secara merata karena tersumbat di berbagai titik aliran.
Melihat ancaman gagal panen yang kian nyata, para petani setempat tidak tinggal diam. Melalui wadah organisasi air, Ketua Induk Perkumpulan Petani Pemakai Air (IP3A) Kali Jaga, Tangguh, menyatakan akan segera melayangkan surat desakan resmi kepada Dinas Pertanian dan instansi pemerintah terkait di Kabupaten Pekalongan. Tangguh menegaskan bahwa upaya manual tidak akan lagi sanggup mengatasi ketebalan lumpur sedimentasi yang menyumbat jalur irigasi tersebut. Oleh sebab itu, para petani sangat mengharapkan adanya intervensi darurat dari pemerintah berupa peminjaman atau pengalokasian alat berat seperti ekskavator untuk melakukan pengerukan dan normalisasi kedalaman saluran secara menyeluruh.
Di sisi lain, upaya penyelamatan sektor pertanian ini tidak bisa hanya bertumpu pada bantuan eksternal pemerintah semata. Di tengah perjuangan menuntut bantuan alat berat, pihak IP3A juga mengingatkan para petani lokal akan pentingnya menjaga komitmen kolektif terhadap kebersihan lingkungan sekitar saluran air. Tangguh mengimbau dengan keras agar masyarakat menghentikan kebiasaan buruk membuang sampah domestik ke dalam parit irigasi. Menurutnya, kepedulian kecil seperti menjaga aliran tetap bersih dari sampah plastik dan limbah rumah tangga adalah kunci utama untuk mencegah penyumbatan berulang serta memastikan efektivitas distribusi air saat proses normalisasi berhasil dilakukan nantinya.
Melalui sinergi yang dibangun dari kegiatan penyuluhan ini, pihak Desa Kali Pancur berharap suara dan keluhan mereka dapat segera didengar oleh pengambil kebijakan di tingkat kabupaten. Kerja sama yang cepat dan taktis antara dinas terkait, pemerintah desa, dan kesadaran swadaya masyarakat petani sangat menentukan nasib ketahanan pangan di wilayah Bojong. Jika pengerukan saluran irigasi dengan ekskavator dapat segera direalisasikan dalam waktu dekat, maka pasokan air di musim kemarau ini diyakini akan kembali normal, sekaligus mengamankan masa depan panen raya petani Desa Kali Pancur.
Next News

Peringatan Keras JPMorgan: Dampak Super El Nino Berpotensi Guncang Ketahanan Pangan dan Ekonomi RI
6 hours ago

Tewas Terborgol Usai Tegur Vandalisme: Misteri Kematian Satpam Waduk Jatiluhur yang Bikin Merinding
6 hours ago

Jubir Otorita IKN Troy Pantouw Ditemukan Meninggal Dunia di Rusun ASN, Diduga Sakit Lambung Kronis
9 hours ago

Resmi Ditahan di Rutan KPK, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Disorot Karena Tak Diborgol
8 hours ago

Beli Janji Manis LRT City, Konsumen Merasa Ditipu dan Desak 'Refund' Puluhan Miliar
a day ago

Bagaikan Film Aksi! Pengejaran Maling Gas Melon Antar-Wilayah Berujung Lolosnya Pelaku
2 days ago

Tarif Jadi WNI Dinilai Uji Nyali: Kemenkum Bertindak Usai Gelombang Kritik Publik
a day ago

Sopir Alphard Terobos Lampu Merah Bundaran HI Usut Dugaan Pelat Palsu dan Intimidasi KTA
2 days ago

Proses Etik Eks Jampidsus Tunggu Inkrah, Kejagung Ancam Jemput Paksa Febrie Adriansyah
2 days ago

Oknum Guru ASN di Tanjungbalai Bawa Murid Yatim untuk Disodomi Suaminya
2 days ago



