Kamis, 17 September 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Kabupaten Bandung Diguncang 42 Gempa Susulan, Aktivitas Sesar Aktif Jadi Pemicu

Azizatul Khifdiyah - Thursday, 17 September 2026 | 12:25 PM

Background
Kabupaten Bandung Diguncang 42 Gempa Susulan, Aktivitas Sesar Aktif Jadi Pemicu
BMKG mencatat 42 gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif mengguncang Kabupaten Bandung. Warga diimbau tetap tenang dan memantau informasi resmi. (Detiknews/)

​Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 42 kali gempa bumi mengguncang wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat, sejak Rabu kemarin. Berdasarkan laporan BMKG, gempa bumi terbaru terjadi pada Kamis (17/9/2026) pukul 04.59 WIB dengan magnitudo 2,6. Pusat gempa tersebut berlokasi di darat pada koordinat 7,22 Lintang Selatan dan 107,60 Bujur Timur, tepatnya sekitar 23 kilometer sebelah selatan Kabupaten Bandung dengan kedalaman 3 kilometer.

​Rangkaian guncangan ini dipicu oleh aktivitas sesar aktif yang memicu timbulnya gempa bumi jenis dangkal di wilayah tersebut. Fenomena ini disampaikan langsung oleh Plt. Kepala BBMKG Wilayah II, Ana Oktavia Setiowati, melalui keterangan resminya.

"Memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif," kata Plt. Kepala BBMKG Wilayah II, Ana Oktavia Setiowati, dalam keterangan BMKG.

​Dampak dari guncangan gempa bumi tersebut dirasakan oleh warga di wilayah Pangalengan dan Kertasari pada skala intensitas III MMI. Getaran pada skala tersebut dirasakan nyata di dalam rumah dan terasa seakan-akan ada truk besar yang sedang melintas. BMKG menjelaskan bahwa seluruh guncangan ini merupakan bagian dari rangkaian aktivitas seismik berkelanjutan di Kabupaten Bandung.

​Menurut data terbaru, rentetan gempa bumi ini terhitung terjadi mulai tanggal 16 September 2026 hingga 17 September 2026 pukul 05.30 WIB. BMKG juga mengonfirmasi bahwa sejauh ini belum menerima laporan mengenai kerusakan bangunan akibat puluhan gempa tersebut.

"Sejak tanggal 16 September 2026 hingga tanggal 17 September pukul 05.30 WIB, tercatat sebanyak 42 kejadian gempa bumi," jelasnya.

​Guna menanggapi rentetan kejadian ini, BMKG mengimbau masyarakat setempat agar tetap tenang serta tidak mudah memercayai informasi yang tidak resmi. Masyarakat diharapkan hanya memantau kabar terkini melalui kanal-kanal komunikasi resmi milik pihak berwenang.

"Namun hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempa bumi tersebut. Hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya aktivitas seismik berupa rangkaian gempa bumi yang terjadi di wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat," pungkasnya.