Kamis, 17 September 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Geser Daerah Lain di Jawa Tengah, Kabupaten Batang Siap Bangun Sekolah Rakyat Oktober 2026

Azizatul Khifdiyah - Thursday, 17 September 2026 | 12:29 PM

Background
Geser Daerah Lain di Jawa Tengah, Kabupaten Batang Siap Bangun Sekolah Rakyat Oktober 2026
Pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Batang siap dimulai Oktober 2026. Menargetkan 270 siswa pra-sejahtera melalui skema pendataan digital aplikasi Setara Kemensos. (radar pekalongan/)

​Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang terus mematangkan persiapan proyek pembangunan Sekolah Rakyat bagi masyarakat pra-sejahtera. Pengerjaan fisik gedung sekolah ini diproyeksikan mulai berjalan pada Oktober 2026 di Kabupaten Batang, Jawa Barat. Kegiatan belajar mengajar (KBM) sendiri ditargetkan beroperasi penuh pada tahun 2027 mendatang.

​Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Batang, Sri Purwaningsih, menjelaskan bahwa pemerintah daerah berfokus pada penyediaan lahan pendukung proyek. Sementara itu, seluruh pembiayaan dan pemenuhan kebutuhan tenaga pendidik sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah pusat. Kesiapan tata ruang dan lahan yang matang membuat posisi Kabupaten Batang melesat ke urutan prioritas penerima program di Jawa Tengah.

"Kesiapan tata ruang dan lahan membuat posisi Kabupaten Batang melesat ke urutan prioritas penerima program di Jawa Tengah, menggeser daerah lain yang belum siap," ujar Sri pada Rabu (16/9/2026).

​Secara terpisah, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Batang, Willopo, mengungkapkan bahwa proses perencanaan dan penjadwalan pembangunan saat ini tengah berlangsung. Meskipun sempat mengalami pergeseran dari target awal penandatanganan kontrak pada bulan Juli, pihak pemkab tetap optimistis pengerjaan fisik dimulai tepat waktu. Langkah ini diambil guna mengatasi tantangan pemerataan pendidikan di wilayah pesisir Jawa Tengah.

​Selain infrastruktur fisik, pemkab menyiapkan skema penjaringan calon siswa berbasis digital menggunakan aplikasi Setara milik Kementerian Sosial (Kemensos). Penjaringan data awal menyasar keluarga kurang mampu yang tergolong dalam kategori desil 1 dan desil 2. Setelah itu, petugas pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), serta aparat kecamatan dan desa akan melakukan asesmen lapangan.

​Proses asesmen dilakukan dengan mendatangi kediaman calon siswa guna verifikasi data dan pendekatan persuasif tanpa unsur paksaan. Pada tahap awal, program ini menargetkan kuota sebanyak 270 siswa yang terbagi rata dalam jenjang SD, SMP, dan SMA. Calon peserta didik yang terdaftar nantinya akan mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sebelum KBM dimulai.

​Kehadiran Sekolah Rakyat ini diharapkan menjadi solusi konkret dalam pemerataan akses pendidikan berkualitas di daerah. Program tersebut diproyeksikan mampu menekan angka putus sekolah bagi keluarga pra-sejahtera di kawasan pesisir Jawa Tengah. Melalui sinergi pemerintah daerah dan pusat, fasilitas pendidikan ini siap memberikan dampak positif jangka panjang.