Satu Dolar Tembus Rp18.000, Mahasiswa Solo dan Semarang Gelar Demo Bakar Uang Mainan!
Admin WGM - Monday, 08 June 2026 | 12:00 PM


Gejolak perekonomian nasional akibat melemahnya nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kian memicu reaksi keras dari berbagai elemen mahasiswa di Indonesia. Kondisi finansial yang terus merosot tajam hingga menembus angka psikologis baru menjadi pemantik utama munculnya gelombang aksi unjuk rasa di sejumlah daerah.
Di wilayah Jawa Tengah, aksi protes mahasiswa mulai meletus di kota Solo dan Semarang. Para demonstran turun ke jalan guna menyuarakan keresahan masyarakat terhadap dampak langsung dari pelemahan nilai tukar ini terhadap stabilitas ekonomi rakyat. Dalam aksi unjuk rasa tersebut, sebagai simbol protes atas merosotnya nilai mata uang domestik di mana satu dolar AS telah menembus angka Rp18.000, mahasiswa di Solo dan Semarang melakukan aksi teatrikal dengan membakar uang mainan di tengah jalan.
Menyikapi situasi nasional yang kian genting, aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) secara resmi melayangkan tuntutan keras kepada pihak eksekutif. BEM SI memberikan ultimatum dengan tenggat waktu selama 18 hari kepada pemerintah untuk segera mengambil langkah taktis dan kebijakan konkret dalam mengatasi pelemahan nilai tukar rupiah ini. Tidak main-main, aliansi mahasiswa ini juga melayangkan ancaman untuk menggelar aksi massa besar-besaran yang mereka sebut sebagai gerakan "Reformasi Jilid II" apabila tuntutan tersebut diabaikan.
Ancaman dan tekanan politik dari kelompok mahasiswa ini langsung mendapatkan perhatian serius dari internal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Melalui pernyataan resminya, pihak PDIP memberikan respons terbuka mengenai tuntutan serta ultimatum 18 hari dari BEM SI terkait isu pelemahan rupiah tersebut.
Pihak PDIP menyatakan memahami substansi keresahan dan tuntutan yang disuarakan oleh para mahasiswa mengenai kondisi perekonomian bangsa saat ini. Namun, mengenai ancaman gerakan Reformasi Jilid II yang ditiupkan oleh BEM SI, partai berlambang banteng moncong putih tersebut memberikan catatan bahwa penyampaian pendapat dan kritik terhadap kinerja pemerintah harus tetap berjalan dalam koridor konstitusional serta menjaga stabilitas nasional agar tidak memperburuk situasi ekonomi yang sedang diupayakan untuk pulih.
Di sisi lain, pergerakan mahasiswa tidak hanya datang dari aliansi BEM SI. Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) juga dilaporkan tengah mengambil langkah taktis internal. Guna merespons perkembangan situasi makroekonomi serta dinamika sosial politik yang berkembang di tanah air, BEM UI mengumumkan rencana untuk segera menggelar agenda konsolidasi nasional.
Konsolidasi nasional yang digagas oleh BEM UI tersebut nantinya akan mengundang berbagai elemen mahasiswa dari seluruh penjuru negeri. Agenda besar ini difokuskan secara khusus untuk mengkaji, mendiskusikan, serta menyikapi arah kondisi bangsa yang dinilai sedang menghadapi tantangan berat di sektor moneter dan tata kelola kesejahteraan masyarakat.
Next News

Terlibat Peredaran Gelap Narkoba, Kasat Narkoba Polres Tangsel AKP Pardiman Ditangkap Bareskrim
4 hours ago

Dituduh Maling Ayam Berujung Ajal: Ironi Aksi Brutal Warga di Tengah Pudarnya Rasa Kemanusiaan
5 hours ago

Satu Kesempatan Emas! BPS dan Bima Arya Ingatkan Pentingnya Kesiapan Hadapi Bonus Demografi
4 hours ago

Pekerja Rumah Eks Jampidsus Ditemukan Tewas, Penyidik Endus Kejanggalan
6 hours ago

PDIP Desak Pemerintah Buka Kembali Penyelidikan Kasus Kudatuli 27 Juli 1996
an hour ago

Pesan Menohok Mahfud MD di KUII: Ormas Islam Jangan Cuma Amar Ma'ruf, Tapi Lupa Nahi Munkar
2 hours ago

Resmi! Tokoh La Via Campesina Henry Saragih Ditunjuk Jadi Sekjen Baru Partai Buruh
3 hours ago

Kronologi dr. Siti Zahra Maghfira, Dokter Internship yang Tewas Jatuh dari Lantai 18 Apartemen
4 hours ago

Polisi Tepis Isu Nasi Uduk dan Perusakan Masjid dalam Bentrokan Menteng, 200 Personel Gabungan Diterjunkan
5 hours ago

Peringatan Keras JPMorgan: Dampak Super El Nino Berpotensi Guncang Ketahanan Pangan dan Ekonomi RI
a day ago





