Rupiah Tertekan Sentimen Global, BI Ingatkan Batas Waktu Tukar Uang Lama!
Admin WGM - Monday, 29 June 2026 | 09:00 AM


Nilai tukar rupiah diproyeksikan masih berada dalam tekanan besar dan berpotensi melanjutkan pelemahannya terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan awal pekan ini. Kondisi domestik serta ketidakpastian pasar finansial global menjadi faktor utama yang memicu tren negatif mata uang Garuda tersebut di pasar spot.
Sejumlah analis pasar uang memperkirakan pergerakan kurs rupiah sepanjang bulan Juli 2026 mendatang akan sangat dibayangi oleh volatilitas indeks dolar AS yang terus menguat tajam. Selain itu, eskalasi konflik geopolitik dunia yang belum mereda serta fluktuasi arus keluar masuk dana asing (capital flow) turut memperberat langkah mata uang domestik untuk bangkit.
Para pelaku pasar kini cenderung bersikap defensif sembari mencermati arah kebijakan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat yang tetap agresif demi meredam inflasi di negara mereka. Akibatnya, sentimen tersebut memicu aksi pelepasan aset-aset berisiko di pasar keuangan negara berkembang, termasuk Indonesia, oleh para investor internasional.
Dari sisi kebijakan moneter dalam negeri, stabilitas nilai tukar kini menjadi fokus krusial yang harus dijaga secara intensif oleh Bank Indonesia di tengah ketidakpastian global ini. Otoritas moneter tersebut diperkirakan akan terus melakukan intervensi guna menjaga agar volatilitas rupiah tidak mengganggu momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Bersamaan dengan dinamika pasar keuangan, Bank Indonesia juga kembali mengingatkan masyarakat mengenai batas waktu penukaran beberapa pecahan uang kertas rupiah lama yang masa berlakunya segera habis. Masyarakat diimbau untuk segera menukarkan uang tersebut ke kantor bank sentral atau jaringan perbankan resmi terdekat sebelum statusnya dinyatakan hangus dan tidak bernilai lagi.
Langkah sosialisasi ini terus digencarkan secara masif agar tidak ada warga masyarakat yang dirugikan akibat menyimpan pecahan mata uang yang sudah ditarik dari peredaran. Sinergi antara pembersihan likuiditas uang lama dan pengelolaan sentimen makro diharapkan mampu menjaga stabilitas ekosistem keuangan nasional secara keseluruhan.
Next News

Anak Tukang Becak Menangis Terancam Batal Kuliah, Imbas Ayahnya Mendadak Masuk Desil 9
in 3 hours

Wakil Ketua Gerindra Banyumas Jadi Perantara Uang Rp650 Juta dalam Kasus Korupsi Unsoed
in 3 hours

Bus Rombongan Pati Dilempari Batu di Tol Japek, Polisi Klarifikasi Soal Botok
in 3 hours

Harga Minyak Dunia Merosot ke US$ 93 di Tengah Panasnya Rencana Sanksi Baru AS ke Iran
in 2 hours

Polemik Rekening Donasi Aksi 27 Agustus: Dari Sorotan Waketum MUI hingga Insiden Pelemparan Bus
30 minutes ago

Polda Metro Luruskan Isu Rekening Donasi Aksi 27 Agustus: Bukan Diblokir
an hour ago

Bukan Cuma Dongeng: Cara Seru Menceritakan Sirah Nabawiyah pada Anak di Rumah
an hour ago

Unsoed Gempar! Rektor Tersangka KPK Kasus Jalur Mandiri, Prof Ali Rokhman Ditunjuk Jadi Plt.
20 hours ago

Tiba di Pekanbaru Disambut Asap, Prabowo Ancam Bawa Pelaku "Modus Mancing" ke Jakarta!
21 hours ago

Sumber Air Menyusut, BNPB Ungkap Pemadaman Karhutla Makin Sulit
a day ago





