Jumat, 11 September 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Rumor PHK 90% Karyawan Tokopedia Pasca-Merger Viral, Manajemen TikTok Buka Suara!

Admin WGM - Saturday, 04 July 2026 | 02:12 PM

Background
Rumor PHK 90% Karyawan Tokopedia Pasca-Merger Viral, Manajemen TikTok Buka Suara!
Klarifikasi TikTok soal isu PHK 90 persen karyawan (CNBC Indonesia /)

Kabar mengenai pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang menerpa Tokopedia pasca-merger dengan TikTok mendadak menjadi sorotan tajam setelah muncul rumor yang menyebutkan adanya pemangkasan hingga 90 persen karyawan. Menanggapi isu liar yang meresahkan dunia industri teknologi tersebut, manajemen TikTok akhirnya resmi buka suara guna meluruskan simpang siur informasi terkait masa depan para pekerja.

Pihak manajemen secara tegas membantah angka spekulatif 90 persen tersebut, namun membenarkan adanya langkah restrukturisasi organisasi demi menyelaraskan fokus bisnis perusahaan ke depan. Manajemen menekankan bahwa penyesuaian jumlah tenaga kerja ini merupakan bagian dari proses integrasi yang tidak dapat dihindari guna membangun fondasi pertumbuhan bisnis jangka panjang.

Dalam pernyataan resminya, perwakilan TikTok mengungkapkan bahwa keputusan melakukan efisiensi internal ini bukanlah sebuah hal yang mudah untuk diambil oleh jajaran direksi perusahaan. Mereka sangat menghargai kontribusi serta dedikasi luar biasa yang telah diberikan oleh tim Tokopedia selama masa transisi penggabungan dua raksasa teknologi ini berjalan.

Perusahaan berkomitmen penuh untuk memastikan seluruh hak karyawan yang terdampak akan dipenuhi secara adil dan transparan sesuai dengan regulasi ketenagakerjaan yang berlaku di Indonesia. Selain memberikan paket kompensasi yang layak, pihak manajemen juga menjanjikan pemberian program dukungan karir serta konseling guna membantu para mantan pekerja dalam masa transisi tersebut.

Langkah efisiensi ekstrem di tubuh Tokopedia ini semakin menegaskan bahwa badai industri teknologi atau tech winter masih membayangi pasar digital nasional hingga tahun ini. Publik serta para pengamat ekonomi kini terus memantau dampak jangka panjang dari strategi integrasi ini terhadap peta persaingan industri e-dagang (e-commerce) di tanah air.