Senin, 27 Juli 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Pusaran Korupsi Makan Bergizi Gratis: Tersangka Baru Terseret, Jenderal TNI Dipanggil ke Istana

Admin WGM - Saturday, 20 June 2026 | 10:00 AM

Background
Pusaran Korupsi Makan Bergizi Gratis: Tersangka Baru Terseret, Jenderal TNI Dipanggil ke Istana
Jubir KPK Budi Prasetyo (detiknews /)

Dinamika politik dan penegakan hukum di ibu kota memanas menyusul serangkaian peristiwa besar yang terjadi di Istana Negara dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pada Kamis (18/6/2026), seorang jenderal aktif Tentara Nasional Indonesia (TNI) dilaporkan mendapat panggilan mendadak ke Istana Negara. Kehadiran perwira tinggi militer tersebut berkaitan erat dengan instruksi strategis untuk mempersiapkan diri sebagai pelaksana tugas atau figur pengganti sementara dalam memimpin program prioritas nasional di bawah kendali langsung presiden.

Panggilan darurat terhadap sang jenderal bertepatan dengan meluasnya penyidikan skandal dugaan korupsi dalam tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG). Lembaga antirasuah baru-baru ini resmi menetapkan pengusaha Glory Harimas sebagai tersangka baru dalam kasus tersebut. Penyidik menemukan indikasi kuat adanya keterkaitan erat antara aktivitas bisnis Glory Harimas dan mantan Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana. Keduanya diduga terlibat dalam kongkalikong pengaturan tender serta manipulasi distribusi anggaran pengadaan pangan skala nasional yang merugikan keuangan negara.

Di sisi lain, penanganan perkara korupsi komoditas pangan ini sempat memicu kekhawatiran publik terkait potensi tumpang tindih kewenangan antara lembaga penegak hukum. Menanggapi isu tersebut, pimpinan KPK memastikan bahwa pihaknya tidak akan melakukan duplikasi atau pengambilalihan paksa terhadap kluster kasus tata kelola MBG yang saat ini sedang berjalan di Kejaksaan Agung (Kejagung). KPK menegaskan bahwa fokus penyelidikan mereka diarahkan pada kluster penyuapan dan penerimaan gratifikasi oleh oknum pejabat baru, sementara Kejaksaan Agung fokus pada pembuktian kerugian finansial negara secara sistemis.

Sinergi dan pembagian kerja antara KPK dan Kejaksaan Agung tersebut sengaja dilakukan demi menjaga objektivitas serta mempercepat penuntasan kasus tanpa menimbulkan ego sektoral. Langkah tegas dari penegak hukum ini diharapkan dapat membersihkan tata kelola program MBG dari praktik pemburuan rente. Sementara itu, keterlibatan perwira tinggi TNI yang dipanggil ke Istana diproyeksikan untuk mengambil alih fungsi manajerial taktis di lapangan guna memastikan program pemenuhan gizi masyarakat tersebut tetap berjalan kondusif dan tepat sasaran di tengah badai hukum yang sedang berlangsung.