Pria Asal Karanggondang Ditemukan Tewas di Irigasi Sungai Sengkarang, Polisi Pastikan Tidak Ada Kekerasan
Trista - Sunday, 19 July 2026 | 11:46 AM


Seorang pria bernama Nur Rahman alias Ntul (34), warga Desa Karanggondang, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, ditemukan meninggal dunia di aliran irigasi anak Sungai Sengkarang, Sabtu (18/7/2026) siang. Pihak Polres Pekalongan-Polda Jateng memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban berdasarkan hasil olah TKP dan pemeriksaan medis.
Peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 12.00 WIB di aliran irigasi yang berada di tepi jalan Desa Karanggondang. Sekitar pukul 12.30 WIB, Polsek Karanganyar menerima laporan dari warga terkait penemuan korban dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, korban diketahui meninggalkan rumah sejak Jumat (17/7/2026) siang. Salah seorang saksi sempat menemukan korban sekitar pukul 18.30 WIB dan berusaha mengajaknya pulang.
Namun, korban menolak ajakan tersebut dan tetap berada di luar rumah. Keesokan harinya, saksi kembali melintas di lokasi dan mendapati korban telah meninggal dunia dalam posisi telungkup di aliran irigasi anak Sungai Sengkarang.
Penemuan itu kemudian dilaporkan kepada warga lain sebelum diteruskan ke Polsek Karanganyar. Hasil olah TKP menunjukkan korban ditemukan mengenakan kaus berwarna hijau dan celana pendek merah dalam posisi telungkup di saluran irigasi. Lokasi penemuan berada di saluran air dengan kedalaman sekitar 2,5 meter dari permukaan jalan dan lebar sekitar 2 meter.
Selain itu, ditemukan juga luka pada bagian pelipis kiri, bibir bawah kiri, dan telinga kiri korban. Namun, berdasarkan pemeriksaan medis oleh dokter RSUD Kajen, luka tersebut diduga akibat gigitan binatang air dan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
"Dari hasil pemeriksaan dokter maupun olah TKP, tidak ditemukan adanya unsur pidana ataupun tanda-tanda kekerasan yang mengarah pada tindak kriminal," ungkap Kapolsek Karanganyar, Iptu Slamet Riyadi, Sabtu (19/7/2026).
Berkaitan dengan penemuan anggota keluarganya, pihak keluarga korban telah menerima hasil pemeriksaan dan memilih tidak dilakukan autopsi. Jenazah segera diserahkan untuk dimakamkan karena korban diketahui memiliki riwayat gangguan keterbelakangan mental.
"Keluarga korban menyampaikan tidak berkenan dilakukan autopsi. Berdasarkan keterangan keluarga, korban juga diketahui memiliki riwayat gangguan keterbelakangan mental. Setelah seluruh prosedur kepolisian selesai, jenazah kami serahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan," sambungnya.
Next News

Peringatan Keras JPMorgan: Dampak Super El Nino Berpotensi Guncang Ketahanan Pangan dan Ekonomi RI
5 hours ago

Tewas Terborgol Usai Tegur Vandalisme: Misteri Kematian Satpam Waduk Jatiluhur yang Bikin Merinding
5 hours ago

Jubir Otorita IKN Troy Pantouw Ditemukan Meninggal Dunia di Rusun ASN, Diduga Sakit Lambung Kronis
8 hours ago

Resmi Ditahan di Rutan KPK, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Disorot Karena Tak Diborgol
7 hours ago

Beli Janji Manis LRT City, Konsumen Merasa Ditipu dan Desak 'Refund' Puluhan Miliar
a day ago

Bagaikan Film Aksi! Pengejaran Maling Gas Melon Antar-Wilayah Berujung Lolosnya Pelaku
2 days ago

Tarif Jadi WNI Dinilai Uji Nyali: Kemenkum Bertindak Usai Gelombang Kritik Publik
a day ago

Sopir Alphard Terobos Lampu Merah Bundaran HI Usut Dugaan Pelat Palsu dan Intimidasi KTA
2 days ago

Proses Etik Eks Jampidsus Tunggu Inkrah, Kejagung Ancam Jemput Paksa Febrie Adriansyah
2 days ago

Oknum Guru ASN di Tanjungbalai Bawa Murid Yatim untuk Disodomi Suaminya
2 days ago



