Pemuda Pekalongan Diduga Jadi Korban Pembunuhan, Leher Terluka Sayat dan Bersimbah Darah
Trista - Monday, 06 July 2026 | 10:57 AM


Seorang pemuda berinisial DF (20) yang sehari-hari berprofesi sebagai anak buah kapal ditemukan tewas mengenaskan di dalam rumahnya di Desa Kebonsari pada Minggu pagi. Korban ditemukan sudah tidak bernyawa dengan luka sayatan yang sangat serius pada bagian leher yang diduga kuat akibat tindak pidana pembunuhan.
Jasad pemuda tersebut pertama kali ditemukan pada Minggu pagi (5/7/2026) sekitar pukul 06.30 WIB dalam posisi telentang di depan kamar mandi dengan kondisi bersimbah darah di sekeliling tubuhnya. Sebelum insiden berdarah itu terjadi, kakak kandung korban berinisial SA (29) sempat melihat adiknya sedang duduk santai bersama beberapa orang temannya di teras depan rumah pada Sabtu malam (4/7/2026).
"Pada hari Minggu sekitar pukul 09.30 WIB kami mendapatkan laporan dari warga terkait penemuan seseorang yang meninggal dunia. Setelah menerima laporan tersebut, kami langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah TKP. Korban berinisial DF merupakan warga Desa Kebonsari, Kecamatan Karangdadap, dan saat ini jenazah sudah dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan visum," ungkap Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf, Minggu (5/7/2026).
Kakak korban kemudian masuk ke kamar untuk beristirahat hingga dini hari, sementara seorang saksi lain menyatakan masih melihat korban berada di dalam kamarnya sekitar pukul 22.00 WIB. Kondisi lingkungan rumah yang tenang membuat pihak keluarga tidak menyadari adanya tindakan kekerasan atau kejahatan yang menimpa korban pada malam menjelang pergantian hari tersebut.
Keesokan harinya, SA baru mengetahui kejadian tragis ini setelah dibangunkan oleh adiknya yang meminta untuk segera memeriksa kondisi korban di area bagian belakang rumah. Melihat korban sudah tergeletak tidak bernyawa, pihak keluarga langsung menutupi jenazah menggunakan selembar kain dan segera melaporkan peristiwa mencekam tersebut ke Polsek Karangdadap.
Menerima laporan dari masyarakat, jajaran Satreskrim Polres Pekalongan langsung menuju lokasi kejadian guna melakukan olah tempat kejadian perkara secara menyeluruh. Dari hasil pemeriksaan fisik awal di lapangan, petugas menemukan luka robek akibat benda tajam di leher korban dengan panjang berkisar antara tiga hingga lima sentimeter.
"Dari hasil olah TKP, korban mengalami luka robek dan sayatan pada leher dengan panjang sekitar 3 hingga 5 sentimeter. Namun demikian, kami masih menunggu hasil visum untuk memastikan penyebab kematiannya," lanjut Rachmad.
Di sekitar lokasi penemuan jasad, tim identifikasi kepolisian berhasil menemukan dan mengamankan sebilah pisau dapur yang diduga kuat berkaitan langsung dengan peristiwa pembunuhan tersebut. Selain senjata tajam, polisi juga menyita telepon genggam milik korban, terminal listrik, pengisi daya, bungkus rokok, botol minuman, serta beberapa sampel bercak darah di lantai.
Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf menegaskan bahwa jenazah korban saat ini telah dievakuasi ke rumah sakit terdekat demi kepentingan visum serta autopsi mendalam. Pihak kepolisian menyatakan bahwa proses medis tersebut sangat diperlukan untuk memastikan penyebab utama kematian korban secara ilmiah sebelum melangkah ke tahap penyidikan berikutnya.
Saat ini, tim penyidik terus mengumpulkan berbagai alat bukti baru dan mendalami keterangan dari sejumlah saksi mata, termasuk anggota keluarga serta rekan korban. Polisi juga fokus mengejar keberadaan dua hingga tiga orang teman dekat korban yang diketahui sempat bersama korban beberapa jam sebelum pemuda tersebut ditemukan tewas mengenaskan.
"Saat ini kami masih berada pada tahap penyidikan. Seluruh keterangan saksi, termasuk dari pihak keluarga dan orang-orang yang terakhir bersama korban, masih kami dalami. Dugaan sementara mengarah pada tindak pembunuhan, namun kami belum dapat menyimpulkan sebelum seluruh proses penyelidikan dan hasil visum selesai," ungkap Rachmad.
Next News

Anak Tukang Becak Menangis Terancam Batal Kuliah, Imbas Ayahnya Mendadak Masuk Desil 9
2 hours ago

Wakil Ketua Gerindra Banyumas Jadi Perantara Uang Rp650 Juta dalam Kasus Korupsi Unsoed
2 hours ago

Bus Rombongan Pati Dilempari Batu di Tol Japek, Polisi Klarifikasi Soal Botok
2 hours ago

Harga Minyak Dunia Merosot ke US$ 93 di Tengah Panasnya Rencana Sanksi Baru AS ke Iran
3 hours ago

Polemik Rekening Donasi Aksi 27 Agustus: Dari Sorotan Waketum MUI hingga Insiden Pelemparan Bus
5 hours ago

Polda Metro Luruskan Isu Rekening Donasi Aksi 27 Agustus: Bukan Diblokir
6 hours ago

Bukan Cuma Dongeng: Cara Seru Menceritakan Sirah Nabawiyah pada Anak di Rumah
6 hours ago

Unsoed Gempar! Rektor Tersangka KPK Kasus Jalur Mandiri, Prof Ali Rokhman Ditunjuk Jadi Plt.
a day ago

Tiba di Pekanbaru Disambut Asap, Prabowo Ancam Bawa Pelaku "Modus Mancing" ke Jakarta!
a day ago

Sumber Air Menyusut, BNPB Ungkap Pemadaman Karhutla Makin Sulit
a day ago





