Pemerintah Targetkan 97 Titik Sekolah Rakyat Rampung Juni Mendatang, Tangis Haru Datang dari Calon Siswa
Admin WGM - Thursday, 23 April 2026 | 04:07 PM


Program Sekolah Rakyat yang diproyeksikan untuk masyarakat miskin sebagai upaya peningkatan akses pendidikan ditargetkan selesai pembangunannya pada Juni 2026. Hal ini disampaikan Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo dengan mempertimbangkan penguatan pengawasan, konsolidasi harian, serta dukungan lintas unit di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum.
Dilansir dari laman Antara, percepatan pembangunan dilakukan agar fasilitas pendidikan dapat digunakan pada tahun ajaran baru sesuai target pemerintah. Pada tahap II, ditargetkan 97 titik di seluruh wilayah Indonesia sudah selesai dibangun. Wakil Menteri Pekerjaan Umum (Wamen PU) Diana Kusumastuti menyampaikan bahwa hadirnya Sekolah Rakyat dapat membuka kesempatan masyarakat yang terbatas ekonomi untuk mengenyam pendidikan sebagai hak dasar setiap warga negara.
"Dengan adanya Sekolah Rakyat, mereka yang desil satu (miskin ekstrem) dan desil dua (miskin) mendapatkan kesempatan untuk sekolah. Ini mendorong peningkatan akses pendidikan," ungkap Diana saat dihubungi ANTARA, Jakarta, Rabu malam (22/4/2026).
Di samping itu, perwakilan Presiden Prabowo, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, bersama Menteri Sosial Saifullah Yusuf melakukan peninjauan terkait kesiapan fasilitas Sekolah Rakyat di kawasan STIA LAN Pejompongan, Jakarta Pusat (22/4/2026). Dalam peninjauannya, pemerintah dilakukan sebagai langkah untuk memastikan akses pendidikan dapat menyentuh masyarakat kurang mampu, khususnya di wilayah perkotaan.
Sekolah Rakyat tidak hanya memfasilitasi pendidikan formal, melainkan jaminan kebutuhan dasar siswa, mulai dari tempat tinggal, asupan makanan bergizi, hingga layanan kesehatan. Hingga saat ini, terdapat 10 lokasi tambahan yang dinyatakan layak untuk pengembangan tahap awal atau rintisan. Pada tahun sebelumnya, telah dilakukan pembangunan sekitar 100 Sekolah Rakyat, dan akan terus meningkat menjadi 166 titik pada tahun ini.
Wilayah Pejompongan menjadi salah satu prioritas pemerintah sebab masih banyak ditemukan anak-anak yang putus sekolah atau bahkan belum pernah bersekolah. Fakta ini langsung ditemui di lapangan saat kunjungan Teddy dengan salah satu calon siswa, Muhammad Al Jabar (15), menyampaikan harapan sederhananya untuk bersekolah yang belum pernah dirasakannya.
"Perkenalkan, nama saya Muhammad Al Jabar. Saya asli Jakarta Timur. Saya ingin sekolah, Pak," ungkap Al Jabar dengan kepala menunduk di sebelah Teddy, dilansir dari laman Bisnis.com.
Al Jabar berasal dari keluarga sederhana dengan ibunya bekerja sebagai buruh lepas, sementara ayahnya telah meninggal dunia. Di usianya yang masih belia, Al Jabar dituntut keadaan untuk membantu perekonomian keluarga dengan mengamen bersama adiknya di kawasan Klender, Jakarta Timur.
Masyarakat sekitar menyambut baik Sekolah Rakyat dan mendukung pemerintah untuk terus melakukan peningkatan kualitas pengajaran dan fasilitas. Pemerintah menargetkan Sekolah Rakyat di Pejompongan ini dapat diterapkan di berbagai wilayah perkotaan hingga seluruh Indonesia sebagai percepatan pertumbuhan pendidikan.
Next News

Menhan Tegaskan Izin Lintas Udara Pesawat Asing Harus Utamakan Kepentingan Nasional
in 7 hours

Bawa Tumbler ke Bioskop Sudah Boleh! Simak Syarat dan Aturan Terbaru Cinema XXI
in 6 hours

Pelepasan Jamaah Calon Haji Kota Pekalongan, Pemerintah Kota Pekalongan Fasilitasi Bus Hingga Cek Kesehatan
in 2 hours

Hari Bumi 2026: Pemprov DKI Padamkan Lampu 1 Jam, Ini Daftar Lokasi dan Tujuannya
13 hours ago

Menhan Kumpulkan Purnawirawan TNI, Wiranto hingga Gatot Nurmantyo Hadir Bahas Strategi Pertahanan
14 hours ago

Jembatan Cangar: Misteri Dua Kematian Beruntun yang Mengundang Sorotan Publik
15 hours ago

Ketua DPRD Magetan Jadi Tersangka Korupsi Hibah, Tangis Pecah Saat Digiring ke Tahanan
17 hours ago

Pemerintah Tegaskan Tak Akan Kenakan Tarif di Selat Malaka, Indonesia Patuh Hukum Internasional
18 hours ago

Selfie di Kokpit Picu Tabrakan Jet Tempur F-15K, Human Error Jadi Sorotan
19 hours ago

Jusuf Hamka Menangkan Gugatan Sengketa Obligasi, MNC Group Tolak dan Ajukan Banding
2 days ago





