Pemadaman Listrik Bergilir Berdampak pada UMKM, Bahlil Pastikan Pasokan Batu Bara PLTU Tuntas
Admin WGM - Saturday, 27 June 2026 | 05:30 PM


Gelombang pemadaman listrik bergilir yang melanda sejumlah wilayah dalam beberapa pekan terakhir mulai memicu dampak sistemik yang serius terhadap sektor ekonomi mikro. Para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi kelompok yang paling terpukul akibat ketidakstabilan pasokan daya ini. Banyak pelaku usaha, mulai dari industri rumahan, warung makan, hingga jasa konveksi, mengeluhkan penurunan omzet secara drastis serta kerusakan pada alat produksi digital akibat mati lampu yang terjadi secara mendadak tanpa jadwal kompensasi yang jelas.
Krisis kelistrikan ini erat kaitannya dengan kendala teknis yang sempat terjadi di hulu energi nasional. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan cerita di balik layar mengenai situasi darurat yang dihadapinya. Dalam kurun waktu sepuluh hari terakhir, Bahlil mengaku harus bekerja ekstra keras karena peran gandanya yang secara tidak resmi merangkap sebagai manajer operasional informal bagi PLN guna memantau stabilitas sistem ketenagalistrikan dari jam ke jam agar pemadaman massal dapat diminimalisasi.
Sengkarut utama yang memicu pemadaman bergilir tersebut bersumber dari tersendatnya rantai pasok batu bara kalori menengah (medium rank coal) yang menjadi bahan bakar utama bagi sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) strategis. Berkurangnya stok di coal yard beberapa PLTU sempat membuat cadangan daya sistem interkoneksi berada dalam zona kritis. Kendati demikian, Bahlil memastikan bahwa setelah dilakukan intervensi kebijakan yang agresif dan koordinasi ketat bersama para pengusaha tambang, kendala pasokan batu bara tersebut kini telah tuntas diselesaikan.
Meski pasokan bahan bakar ke PLTU diklaim sudah kembali normal, pemulihan gardu dan jaringan distribusi di lapangan masih membutuhkan waktu sinkronisasi. Pemerintah mengimbau masyarakat dan pelaku UMKM untuk tetap bersabar selama proses normalisasi gardu induk berjalan. Ke depan, Kementerian ESDM berjanji akan memperketat pengawasan terhadap pemenuhan kewajiban pasar domestik (Domestic Market Obligation) oleh perusahaan batu bara agar krisis energi serupa tidak kembali terulang dan mengorbankan stabilitas ekonomi rakyat kecil.
Next News

Ratusan Nakes NTT Desak Proses Hukum: Dugaan Misteri di Balik Kasus dr. Icha Harus Dibongkar!
7 hours ago

Karpet Merah untuk CPO Lokal: Mandatori B50 Prabowo Siap Serap 2,1 Juta Tenaga Kerja Baru!
7 hours ago

Dari Kursi Kuasa ke Ruang Pemeriksaan: Kejatuhan Bupati Sukoharjo Etik Suryani dalam Semalam
7 hours ago

Sempat Ditutupi Tersangka Kasus Pembakaran Tiga Santri di Ponpes Lombok Ditangkap Polisi
9 hours ago

Kasus Korupsi Batu Bara Blackout Sumatra, Polisi Geledah 12 Lokasi Sita Ratusan Miliar Barang Bukti
10 hours ago

Ingin Ganti Kuasa Pajak? Pahami Syarat Kompetensi dan Prosedur Pencabutan Terbaru Menurut DJP
4 hours ago

Gerebek Kasus Korupsi, Polisi Dapati Ruko di Cipete Jaksel Kosong Tanpa Penghuni Saat Digeledah
5 hours ago

Usai Pemakaman Khamenei, Iran Gempur Pangkalan Militer AS hingga Sirene Bahaya Meraung di Kuwait-Bahrain
6 hours ago

Makin Panas! Polda Jateng Larang Jajaran Penuhi Panggilan Kejaksaan Terkait Dugaan Korupsi MBG
7 hours ago

Rachmat Gobel Meninggal Dunia, Ini Sosok Pengusaha Sukses yang Pernah Menjabat Menteri Perdagangan
8 hours ago





