Kamis, 19 Februari 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Pasca IHSG Anjlok Dua Hari, Dirut BEI Iman Rachman Mengundurkan Diri

Admin WGM - Friday, 30 January 2026 | 10:17 AM

Background
Pasca IHSG Anjlok Dua Hari, Dirut BEI Iman Rachman Mengundurkan Diri
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman (Katadata.co.id/Wahyu Dwi)

Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman, menyatakan mundur dari jabatannya. Keputusan tersebut diambil menyusul kondisi pasar modal yang mengalami penurunan tajam dalam dua hari terakhir.

Iman menyampaikan bahwa meskipun pada Jumat (30/1/2026) pasar dibuka dengan tren yang lebih positif, ia telah mantap untuk melepaskan jabatannya.

"Walaupun kondisi kita saat ini membaik, saya sebagai Direktur Utama BEI, sebagai bentuk tanggung jawab atas apa yang terjadi dalam dua hari kemarin, menyatakan mengundurkan diri dari posisi Dirut BEI," ujar Iman di Jakarta, Jumat (30/1/2026), seperti dikutip dari CNBC Indonesia.

Ia menegaskan bahwa pengunduran diri ini merupakan wujud tanggung jawab pribadi atas dinamika yang terjadi di pasar modal. Kendati perdagangan pada pagi hari menunjukkan perbaikan, ia menilai langkah mundur merupakan keputusan paling tepat demi menjaga kepercayaan serta stabilitas pasar modal nasional. Iman juga berharap keputusan tersebut dapat memberikan dampak terbaik bagi keberlangsungan pasar modal ke depan.

Terkait kelanjutan kepemimpinan di BEI, ia memastikan proses pergantian akan dilakukan sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) perseroan. Untuk sementara waktu, BEI akan menunjuk Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama hingga ditetapkannya direktur utama definitif.

Sebelumnya, BEI kembali memberlakukan penghentian sementara perdagangan (trading halt) pada Kamis (29/1/2026). Kebijakan ini diambil karena Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan hingga menembus batas koreksi 8 persen. Berdasarkan data IDX Mobile, IHSG melemah 8 persen atau turun 665,90 poin ke level 7.654,66. Kondisi serupa juga terjadi pada Rabu (28/1/2026), ketika IHSG sempat merosot 8 persen dan diberlakukan trading halt.