Pacitan Diguncang Gempa Megathrust M 6,4, Wilayah Bantul Terkena Dampak Paling Parah
Trista - Friday, 06 February 2026 | 02:29 PM


Pacitan kembali diguncang gempa bumi tektonik dengan magnitudo 6,4 pukul 01.06 WIB, Jumat (6/2/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi,dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa guncangan ini merupakan jenis gempa megathrust yang dipicu aktivitas subduksi lempeng di selatan Jawa.
"Patut disyukuri bahwa gempa pacitan ini tidak mencapai magnitudo 7,0 karena dapat berpotensi tsunami," jelas Daryono, Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, dilansir dari laman Liputan6, Jumat (6/2/2026).
Gempa yang berpusat di laut 90 kilometer Tenggara Pacitan dengan kedalaman 10 kilometer tidak berpotensi tsunami. Titik gempa yang terhitung dangkal menyebabkan getaran gempa terasa lebih kuat di sekitar permukaan episenter.
"Informasi yang kami terima dari BMKG, gempa terjadi di laut dengan kedalaman dangkal," ungkap Triadi Atmono, Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, dilansir dari laman Antara, Jumat (6/2/2026).
Besaran getaran gempa terasa hingga beberapa wilayah sekitarnya seperti Tuban, Jepara, Denpasar, dan Surakarta untuk MMI II. Selanjutnya, untuk MMI III mencakup wilayah Kulon Progo, Trenggalek, Wonogiri, Malang, Cirebon, Karanganyar, Magelang, Blitar, Jombang, Tulungagung, Ponorogo, Magetan, Lumajang, Bondowoso, Nganjuk, Wonosobo, Banjarnegara, Temanggung, dan Madiun.
Sedangkan untuk MMI IV terasa hingga wilayah Pacitan, Bantul, dan Sleman. Terdapat gempa susulan kedua dengan kekuatan 3,7 M dan gempa susulan kedua 2,8 yang berjalan 5 menit antar satu getaran.
Dilansir dari laman Metro News, dampak guncangan terasa luas hingga skala IV MMI dengan lokasi paling parah di Kabupaten Bantul yang mengakibatkan 40 orang DIY dirujuk ke rumah sakit yang diinformasikan oleh BPBD DIY. Sejumlah delapan rumah rusak, dua tempat ibadah, satu fasilitas pemerintah, 1 fasilitas kesehatan, dan dua fasilitas pendidikan mengalami kerusakan.
"Sebanyak 40 orang tersebut dirujuk ke belasan rumah sakit, mayoritas di Kabupaten Bantul," jelas Agustinus Ruruh Haryata, Kepala Pelaksana BPBD DIY, Jumat (6/2/2026).
Data sementara mencatat belasan rumah sakit di Yogyakarta menjadi rujukan untuk korban gempa dengan titik di Pacitan. Pusdalops BPBD Bantul menginformasikan bahwa sebagian warga yang telah mendapatkan penangan diperbolehkan untuk langsung pulang atau rawat jalan. Tetapi, penanganan secara intensif dan serius diperuntukan untuk warga yang mengalami luka serius seperti patah tulang diwajibkan untuk rawat inap.
Warga dihimbau untuk tetap tenang dan waspada adanya potensi gempa susulan. Pemantauan secara berkala dapat dilihat melalui website atau aplikasi BMKG dan pentingnya untuk memahami mitigasi bencana sesuai dengan arahan BMKG.
Next News

Heboh! Warga Krayan Nunukan, Kalimantan Utara Laporkan Pesawat Jatuh dengan Kepulan Asap Hitam
8 hours ago

Jeda Terlalu Singkat, Ahmad Sahroni Kembali Dilantik Wakil Ketua Komisi III DPR RI
10 hours ago

Miris! Imam Masjid Al-Aqsa Ditangkap Israel, Prabowo Justru Hadir KTT Perdana Board of Peace
a day ago

Tragis, Truk Kontainer di Karawang Tergelincir Hingga Timpa Sedan yang Tewaskan Tiga Orang
2 days ago

Polemik Pemecatan dr. Piprim Ketua Umum IDAI dari Independensi Profesi Hingga Disiplin ASN
3 days ago

Pekalongan Tidak Aman! Suami Anggota DPRD Jateng Ditembak OTK di Rumahnya
3 days ago

Tapanuli Tengah Kembali Dilanda Banjir, Upaya Pascabencana Harus Diprioritaskan, Warga Belum Pulih Psikis dan Materil
4 days ago

Truk Paket Shopee Terbakar di Semarang, Ratusan Paket Raib Rugi Hingga Rp75 Juta
4 days ago

JPU Tuntut Anak Riza Chalid, Kerry Adrianto dengan Hukuman 18 Tahun Penjara, Pintu Masuk Usut Tuntas Dinasti Chalid
5 days ago

Abaikan Hak Penumpang, Super Air Jet Tuai Kritik Pedas dari Penumpang dan Warganet
5 days ago

