Morgan Stanley Tambah Kepemilikan di AMRT, Serap 179 Juta Saham Saat Harga Tertekan
Admin WGM - Thursday, 04 June 2026 | 12:20 PM


Perusahaan investasi global Morgan Stanley & Co. International PLC tercatat meningkatkan kepemilikannya di PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), emiten pengelola jaringan ritel Alfamart. Langkah tersebut dilakukan di tengah munculnya berbagai sentimen pasar terkait isu penutupan sejumlah gerai yang dikaitkan dengan program Koperasi Desa Merah Putih.
Berdasarkan laporan perubahan kepemilikan saham emiten, Morgan Stanley melakukan pembelian sebanyak 179,13 juta saham AMRT pada 29 Mei 2026. Transaksi tersebut dilakukan pada harga Rp1.151 per saham, sehingga nilai investasi yang dikeluarkan mencapai sekitar Rp206,13 miliar.
Aksi akumulasi saham ini menarik perhatian pelaku pasar karena dilakukan ketika harga saham AMRT masih berada dalam tren pelemahan. Di tengah tekanan yang dialami saham perusahaan, investor institusi asal Amerika Serikat tersebut justru memilih untuk menambah eksposurnya pada emiten ritel tersebut.
Sebelum melakukan pembelian dalam jumlah besar tersebut, Morgan Stanley diketahui sempat melepas sekitar 1,29 juta saham AMRT pada periode yang sama. Penjualan itu dilakukan pada harga Rp1.346 per saham dan menghasilkan dana sekitar Rp1,74 miliar.
Meski sempat melakukan aksi jual, secara keseluruhan posisi kepemilikan Morgan Stanley di AMRT justru meningkat signifikan. Setelah transaksi pembelian terbaru, porsi saham yang dimiliki perusahaan investasi tersebut naik dari sekitar 8,88 persen menjadi 9,31 persen dari total saham beredar.
Kenaikan kepemilikan tersebut menunjukkan bahwa Morgan Stanley masih menaruh kepercayaan terhadap prospek jangka panjang PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. Langkah ini juga dilakukan ketika saham AMRT tengah mengalami tekanan di pasar modal.
Pada perdagangan terbaru, saham AMRT tercatat melemah 2,17 persen atau turun 30 poin ke level Rp1.350 per saham. Kinerja saham perseroan sepanjang tahun berjalan juga masih berada di zona negatif.
Data perdagangan menunjukkan bahwa sejak awal tahun 2026 hingga saat ini, harga saham AMRT telah mengalami koreksi lebih dari 31 persen. Penurunan tersebut terjadi seiring berbagai sentimen yang memengaruhi sektor ritel, termasuk munculnya kekhawatiran terkait dampak program Koperasi Desa Merah Putih terhadap bisnis ritel modern.
Meski demikian, keputusan Morgan Stanley untuk menambah kepemilikan di tengah kondisi pasar yang belum sepenuhnya pulih dapat menjadi sinyal bahwa investor institusi global masih melihat potensi pertumbuhan pada bisnis Alfamart dalam jangka panjang.
Pergerakan investor besar seperti Morgan Stanley kerap menjadi perhatian pasar karena dapat mencerminkan pandangan terhadap fundamental dan prospek perusahaan. Namun, keputusan investasi tetap dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kondisi industri, kinerja keuangan emiten, serta perkembangan ekonomi secara keseluruhan.
Dengan bertambahnya jumlah saham yang dimiliki, Morgan Stanley kini menjadi salah satu pemegang saham institusi dengan porsi yang lebih besar di AMRT. Pasar pun akan terus mencermati langkah perusahaan investasi tersebut serta perkembangan kinerja Alfamart di tengah dinamika industri ritel nasional.
Next News

Ratusan Nakes NTT Desak Proses Hukum: Dugaan Misteri di Balik Kasus dr. Icha Harus Dibongkar!
7 hours ago

Karpet Merah untuk CPO Lokal: Mandatori B50 Prabowo Siap Serap 2,1 Juta Tenaga Kerja Baru!
7 hours ago

Dari Kursi Kuasa ke Ruang Pemeriksaan: Kejatuhan Bupati Sukoharjo Etik Suryani dalam Semalam
7 hours ago

Sempat Ditutupi Tersangka Kasus Pembakaran Tiga Santri di Ponpes Lombok Ditangkap Polisi
9 hours ago

Kasus Korupsi Batu Bara Blackout Sumatra, Polisi Geledah 12 Lokasi Sita Ratusan Miliar Barang Bukti
10 hours ago

Ingin Ganti Kuasa Pajak? Pahami Syarat Kompetensi dan Prosedur Pencabutan Terbaru Menurut DJP
4 hours ago

Gerebek Kasus Korupsi, Polisi Dapati Ruko di Cipete Jaksel Kosong Tanpa Penghuni Saat Digeledah
5 hours ago

Usai Pemakaman Khamenei, Iran Gempur Pangkalan Militer AS hingga Sirene Bahaya Meraung di Kuwait-Bahrain
6 hours ago

Makin Panas! Polda Jateng Larang Jajaran Penuhi Panggilan Kejaksaan Terkait Dugaan Korupsi MBG
7 hours ago

Rachmat Gobel Meninggal Dunia, Ini Sosok Pengusaha Sukses yang Pernah Menjabat Menteri Perdagangan
8 hours ago





