Menjaga Kilau Benang Jantung serta Panduan Praktis Membeli dan Merawat Songket Palembang agar Tetap Bernilai Tinggi
Admin WGM - Saturday, 14 March 2026 | 09:04 PM


Songket bukan sekadar kain hiasan, melainkan investasi budaya yang nilainya dapat meningkat seiring berjalannya waktu. Di pasar wastra, sering kali konsumen dihadapkan pada pilihan antara Songket tenun tangan (ATBM atau Alat Tenun Bukan Mesin) dan Songket mesin atau printing. Memahami perbedaan keduanya sangat krusial agar Anda tidak salah dalam mengeluarkan biaya besar untuk produk yang sebenarnya diproduksi secara massal. Selain aspek keaslian, ketahanan Songket sangat bergantung pada bagaimana pemiliknya melakukan perawatan rutin.
Cara Membedakan Songket Asli dan Buatan Mesin
Untuk memastikan Anda mendapatkan Songket yang otentik, perhatikan beberapa indikator fisik berikut:
1. Detail Bagian Belakang Kain Ini adalah cara paling mudah untuk mengidentifikasi proses pembuatannya. Pada Songket tenun tangan asli, bagian belakang kain akan memperlihatkan sisa-sisa jalinan benang yang sedikit tidak beraturan atau "berantakan". Anda dapat melihat ujung-ujung benang yang dikunci secara manual. Sementara itu, Songket mesin memiliki bagian belakang yang sangat rapi, halus, atau bahkan motifnya terlihat tembus sempurna seperti hasil cetakan (printing).
2. Kerapatan dan Tekstur Benang Emas Songket asli menggunakan teknik "cukitan" untuk memasukkan benang emas atau perak ke dalam jalinan benang dasar. Benang emas pada Songket asli akan terasa menonjol dan memberikan tekstur timbul saat diraba. Pada Songket mesin, motif emas biasanya hanya berupa lapisan mengilap yang rata dengan kain atau jalinan benang yang sangat tipis dan seragam.
3. Berat dan Kelenturan Songket tenun tangan cenderung lebih berat karena penggunaan benang yang berkualitas tinggi dan kerapatan tenunan yang maksimal. Namun, meski berat, kain asli biasanya tetap lentur dan tidak kaku seperti plastik. Songket mesin sering kali terasa ringan namun kaku karena menggunakan bahan sintetis yang diproduksi dengan kecepatan tinggi.
4. Pola Motif yang Tidak Identik Sempurna Karena dibuat oleh tangan manusia, Songket asli sering kali memiliki sedikit variasi atau ketidaksempurnaan kecil pada jarak antar motif. Hal ini justru menjadi tanda autentisitas. Sebaliknya, Songket mesin memiliki pola yang sangat presisi dan identik secara matematis di seluruh bagian kain.
Tips Perawatan Agar Songket Awet Puluhan Tahun
Menjaga Songket agar tetap berkilau dan tidak rapuh memerlukan perlakuan khusus karena material benang emas (benang jantung) sangat sensitif terhadap kelembapan dan gesekan.
- Jangan Pernah Mencuci dengan Mesin: Songket tidak boleh dicuci dengan deterjen biasa atau dimasukkan ke dalam mesin cuci. Jika ada noda kecil, cukup bersihkan dengan jari yang dicelupkan ke air hangat secara perlahan.
- Teknik Pengeringan: Jangan menjemur Songket di bawah sinar matahari langsung karena dapat membuat warna pudar dan benang emas menjadi kusam. Cukup angin-anginkan di tempat teduh dengan sirkulasi udara yang baik.
- Cara Penyimpanan (Penting): Jangan melipat Songket saat disimpan karena lipatan permanen akan memutus serat benang emas dan merusak tekstur kain. Cara terbaik adalah dengan menggulungnya menggunakan pipa paralon atau karton bulat yang telah dilapisi kertas bebas asam (acid-free paper).
- Penggunaan Cengkih: Hindari penggunaan kapur barus karena zat kimianya dapat merusak benang emas. Gunakan beberapa butir cengkih kering yang diletakkan di dalam wadah berlubang di sekitar tempat penyimpanan untuk mencegah ngengat dan jamur secara alami.
- Gunakan Pelapis Saat Menyetrika: Jika kain terlihat kusut, setrikalah dengan suhu paling rendah dan selalu gunakan kain pelapis di atas permukaan Songket agar panas setrika tidak bersentuhan langsung dengan benang emas.
Dengan memahami teknik identifikasi dan perawatan yang tepat, Songket yang Anda beli hari ini dapat menjadi warisan keluarga yang tetap indah hingga generasi mendatang. Membeli Songket asli bukan hanya tentang gaya, tetapi juga tentang menghargai ketelitian ribuan jalinan benang yang dikerjakan dengan penuh kesabaran oleh para pengrajin lokal.
Next News

Gak Boleh Dilewatkan, Ini 3 Rekomendasi Film Dokumenter Tema 1998 yang Wajib Kamu Tonton!
17 hours ago

Kisah Tirto Adhi Soerjo, Sang Pemula Pergerakan yang Mengguncang Hindia Belanda Lewat Tulisan
2 days ago

Bukan Cuma Belajar Kedokteran, Mahasiswa STOVIA Ini Sukses Mengubah Arah Sejarah Indonesia
2 days ago

Bedah Linguistik: Mengapa Kata 'Qurban' Berubah Menjadi 'Kurban' dalam Kamus Baku KBBI?
4 days ago

Siti Walidah dan Peran Perempuan dalam Keperawatan Tradisional Indonesia
10 days ago

Sejarah PPNI Perjalanan Persatuan Perawat Nasional Indonesia Sejak 1974
10 days ago

Pesona Pantai Keramat: Keindahan Tersembunyi di Ujung Utara Nusantara
10 days ago

Tradisi Mane'e: Kearifan Lokal Menangkap Ikan dengan Janur Kelapa di Kepulauan Talaud
10 days ago

Suku Talaud di Pulau Miangas Penjaga Budaya dan Kedaulatan di Beranda Terluar Nusantara
10 days ago

Lebih Dekat ke Filipina daripada ke Manado Tantangan Hidup di Beranda Depan Negara
10 days ago




