Kamis, 19 Februari 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Masa Depan Cerah, Menteri Keuangan Purbaya : Ekonomi RI Capai 5,2 persen pada APBN 2025

Admin WGM - Thursday, 08 January 2026 | 05:28 PM

Background
Masa Depan Cerah, Menteri Keuangan Purbaya : Ekonomi RI Capai 5,2 persen pada APBN 2025
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (www.Youtube.com/CNBC Indonesia)

Strategi perbaikan ekonomi mulai memunculkan titik terang yang terlampir dalam data APBN. Pertumbuhan Ekonomi RI mengalami peningkatan 5,2 persen. Angka demikian dikatakan sebagai angka sehat yang tidak lambat dalam mengurangi pengangguran dan realistis untuk dicapai. Realisasi APBN tahun 2025 disampaikan pada acara Kinerja dan Fakta (KiTa) pada Kamis, 8 Januari 2026, di Jakarta. 

"Stabilitas ekonomi makro 2025 terjaga, pertumbuhan ekonomi diperkirakan 5,2 persen sepanjang tahun 2025 dengan asumsi kuartal IV mencapai 5,45 persen. Inflasi masih terkendali di 2,9 persen meskipun melemah di Rp 16.782 (per Dolar AS)," terang Purbaya.

Pemaparan realisasi APBN tahun 2025, negara menerima Rp 2.756,3 triliun, atau setara dengan 91,7 persen dari target yang ditetapkan. Sementara itu, belanja negara mencapai Rp 3.451,4 triliun setara dengan 95,3 persen. Strategi perekonomian demikian, menjadi stimulus penjagaan defisit APBN tetap di angka kecil.

Di sisi lain, yield SBN (Surat Berharga Negara) mengalami penurunan target dari 10 persen menjadi 7 persen dengan persentase nyata 6,71 persen. Sedangkan untuk harga minyak mentah juga mengalami penurunan dari US$ 82 per barel menjadi US$ 67,95 per barel.

Purbanya menambahkan, produksi minyak dan gas Indonesia tidak mencapai perencanaan target. Dari 605 ribu barel  ke 577,6 ribu barel untuk produksi minyak harian, serta 1.005 ribu barel ke 965,5 ribu barel untuk produksi gas per harinya. Dalam perekonomian Indonesia, hitungan ini menjadi sinyal baik dengan hematnya pengeluaran untuk subsidi BBM.

Langkah yang diterapkan pemerintah ini diupayakan untuk menjaga stabilitas ekonomi tanpa mengorbankan pengelolaan fiskal. Membaiknya pertumbuhan ekonomi kedepan, diperkirakan defisit dapat lebih ditekankan ke angka yang lebih rendah dan memberikan dampak yang lebih besar terhadap masyarakat.