Rabu, 10 Juni 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Manuver Ahmad Ali Temui JK untuk Grace Natalie di Tengah Pecahnya Soliditas PSI

Admin WGM - Friday, 08 May 2026 | 12:30 PM

Background
Manuver Ahmad Ali Temui JK untuk Grace Natalie di Tengah Pecahnya Soliditas PSI
Grace Natalie (Riau24.com /)

Eskalasi konflik internal di tubuh Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mencapai titik krusial pada pekan pertama Mei 2026. Dua sosok sentral partai, Grace Natalie dan Ade Armando, kini berada di tengah pusaran masalah yang berbeda namun saling berkaitan. Di saat Grace Natalie harus menghadapi persoalan hukum yang membelitnya tanpa sokongan bantuan hukum dari partai yang didirikannya, Ade Armando justru memilih mengambil langkah radikal dengan menyatakan mundur dari keanggotaan partai.

Situasi ini memicu spekulasi mengenai keretakan ideologis dan pergeseran arah politik partai yang selama ini dikenal sebagai wadah bagi kelompok muda dan progresif tersebut.

Polemik Bantuan Hukum Grace Natalie

Kabar mengejutkan datang dari markas PSI terkait posisi hukum Grace Natalie. Sebagai salah satu figur paling berpengaruh, Grace dilaporkan tidak mendapatkan fasilitas bantuan hukum dari internal PSI dalam menghadapi kasus yang kini menjeratnya. Melansir laporan detikNews, absennya bantuan hukum ini memicu tanda tanya besar di kalangan simpatisan.

Pihak internal partai menyebutkan bahwa keputusan tersebut didasari oleh kebijakan organisasi, meski banyak pihak menilai hal ini sebagai sinyal isolasi politik terhadap Grace. Minimnya pembelaan dari institusi partai yang ia besarkan sendiri menciptakan persepsi adanya keretakan di tingkat elit pimpinan PSI yang kini tengah berusaha melakukan reposisi citra di mata publik.

Mediasi Lewat Jusuf Kalla

Di tengah kebuntuan hukum tersebut, muncul inisiatif mediasi dari pihak luar. Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Ahmad Ali, dikabarkan akan turun tangan untuk menjembatani komunikasi. Melansir laporan CNN Indonesia, Ahmad Ali berencana menemui mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) guna membantu proses mediasi terkait kasus yang menimpa Grace Natalie.

Langkah Ahmad Ali ini dinilai sebagai upaya untuk meredam ketegangan lintas faksi politik. Keterlibatan tokoh sekaliber Jusuf Kalla diharapkan mampu memberikan jalan tengah bagi penyelesaian masalah yang kian meruncing, mengingat posisi JK yang sering kali menjadi juru damai dalam berbagai konflik sosial-politik di tanah air.

Mundurnya Ade Armando dan Isu "Ngeri-Ngeri Sedap"

Guncangan di internal PSI kian terasa setelah Ade Armando secara resmi menyatakan mundur dari partai. Keputusan ini diambil di tengah ketegangan yang melibatkan dirinya dengan aliansi ormas Islam terkait pernyataan-pernyataan kontroversialnya di masa lalu. Melansir laporan Sindo News, Ade Armando bahkan mengancam akan membatalkan permintaan maafnya jika aliansi ormas tersebut tetap bersikukuh tidak mencabut laporan polisi terhadapnya.

Mundurnya Ade Armando menuai reaksi dari berbagai pengamat politik. Melansir laporan JPNN, pengamat politik Adi Prayitno menyebut fenomena mundurnya Ade sebagai isu yang "ngeri-ngeri sedap". Menurut Adi, hengkangnya Ade Armando merupakan kerugian intelektual bagi PSI, namun di sisi lain menunjukkan adanya pergeseran beban politik yang kini tidak lagi sanggup dipikul oleh partai dalam menghadapi tekanan massa.

Dampak bagi Masa Depan PSI

Kehilangan Ade Armando dan posisi Grace Natalie yang tampak "dibiarkan" oleh partai memberikan gambaran tentang rapuhnya soliditas internal PSI saat ini. Para analis menilai PSI sedang berada dalam fase transisi yang menyakitkan, di mana mereka harus memilih antara mempertahankan kader-kader vokal yang kontroversial atau melakukan moderasi demi stabilitas politik jangka panjang.

Hingga saat ini, pengurus pusat PSI belum memberikan pernyataan komprehensif terkait pengunduran diri Ade Armando maupun dinamika bantuan hukum terhadap Grace Natalie. Publik kini menanti langkah selanjutnya dari dewan pembina partai untuk menambal keretakan ini sebelum berdampak lebih jauh pada elektabilitas partai menuju kontestasi politik mendatang.