Ludes! Pabrik Swallow di Medan Hangus Terbakar, Kerugian Materiil Ditaksir Capai Miliaran
Trista - Wednesday, 28 January 2026 | 11:01 AM


Runtutan kejadian dari terlihatnya api sekitar pukul 22.12 WIB dengan operasional pabrik sedang dalam pergantian sif karyawan. Petugas pemadam kebakaran dari Dinas Pencegahan dan Pemadam Kebakaran (DP2K) segera menurunkan belasan mobil pemadam ke lokasi kejadian.
Dilansir dari laman Liputan6, titik api diduga berasal dari "ruang obat", penyebutan untuk area penyimpanan bahan kimia dan bahan dasar pembuatan sandal. Aroma seperti ban karet yang terbakar juga tercium sepanjang jalan di sekitar lokasi kejadian yang disertai dengan suara ledakan dari dalam pabrik.
"Dugaan api berasal dari ruang obat atau ruang bahan dasar," ungkap Junaidi, warga yang menyaksikan kebakaran gudang penyimpanan PT Garuda Mas Perkasa (Swallow), (28/1/2026).
Selain itu, dugaan penyebab mengarah pada korsleting listrik pada mesin produksi yang didukung dengan tingginya penggunaan listrik untuk operasional turut menjadi dugaan kuat. Dugaan lainnya, panas berlebih pada bahan baku karet atau kimia vulkanisir yang tidak tersimpan sesuai dengan standar suhu ruang, dilansir dari laman Netral News (28/1/2026).
Namun, belum ada pernyataan resmi dari pihak Polsek Medan Labuhan bersama tim Inafis Polres Pelabuhan Belawan terkait penyebab kebakaran yang masih dalam proses penyidikan dari keterangan saksi.
Hingga saat ini (28/1/2026), Damkar (Pemadam Kebakaran) sedang mengupayakan api padam secara menyeluruh sebelum tim penyidik masuk ke lokasi kejadian. Selama proses pemadam, akses jalan di sekitar lokasi ditutup sementara dan dialihkan oleh aparat kepolisian untuk faktor keselamatan pengguna jalan.
Evakuasi karyawan sif malam berhasil dilakukan secara cepat yang diinformasikan oleh petugas keamanan pabrik. Namun, kerugian secara materiil diperkirakan mencapai miliaran rupiah mengingat hampir struktur bangunan gudang utama habis dilahap api.
Dampak ekonomi dikategorikan sangat masif dengan banyaknya karyawan yang harus menghentikan pekerjaan sementara hingga penyelidikan dan revitalisasi kawasan pabrik. Selain itu, dampak secara lingkungan juga menjadi perhatian dengan adanya insiden kebakaran yang menghasilkan gumpalan asap hitam sebagai polusi udara dengan kandungan senyawa Karbon Monoksida (CO), Sulfur Dioksida (SO2), dan Partikulat (PM2.5).
Next News

Heboh! Warga Krayan Nunukan, Kalimantan Utara Laporkan Pesawat Jatuh dengan Kepulan Asap Hitam
5 hours ago

Jeda Terlalu Singkat, Ahmad Sahroni Kembali Dilantik Wakil Ketua Komisi III DPR RI
6 hours ago

Miris! Imam Masjid Al-Aqsa Ditangkap Israel, Prabowo Justru Hadir KTT Perdana Board of Peace
a day ago

Tragis, Truk Kontainer di Karawang Tergelincir Hingga Timpa Sedan yang Tewaskan Tiga Orang
2 days ago

Polemik Pemecatan dr. Piprim Ketua Umum IDAI dari Independensi Profesi Hingga Disiplin ASN
3 days ago

Pekalongan Tidak Aman! Suami Anggota DPRD Jateng Ditembak OTK di Rumahnya
3 days ago

Tapanuli Tengah Kembali Dilanda Banjir, Upaya Pascabencana Harus Diprioritaskan, Warga Belum Pulih Psikis dan Materil
4 days ago

Truk Paket Shopee Terbakar di Semarang, Ratusan Paket Raib Rugi Hingga Rp75 Juta
4 days ago

JPU Tuntut Anak Riza Chalid, Kerry Adrianto dengan Hukuman 18 Tahun Penjara, Pintu Masuk Usut Tuntas Dinasti Chalid
5 days ago

Abaikan Hak Penumpang, Super Air Jet Tuai Kritik Pedas dari Penumpang dan Warganet
5 days ago

