Kucurkan Rp 1 Triliun di Banten! Pemprov DKI Sulap 100 Hektare Lahan Jadi Pusat Sapi dan Pengolahan Sampah Organik
Admin WGM - Saturday, 01 August 2026 | 09:05 AM


Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menancapkan komitmen kuat dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus mengatasi persoalan lingkungan di kawasan ibu kota. Melalui skema investasi masif senilai kurang lebih Rp 1 triliun, Pemprov DKI berencana mengoptimalkan pemanfaatan lahan aset seluas 100 hektare yang berlokasi di Desa Ciangir, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Banten. Langkah strategis lintas daerah ini ditandai dengan kunjungan dan peninjauan langsung ke lokasi proyek oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama jajaran terkait pada Jumat, 31 Juli 2026.
Gagasan besar ini dirancang untuk menjawab dua tantangan utama Jakarta, yakni jaminan pasokan kebutuhan pangan pokok serta pengelolaan sampah kota yang berkelanjutan. Dari total area 100 hektare tersebut, sebagian besar kawasan diproyeksikan sebagai pusat peternakan terpadu. Pembangunan fasilitas kandang modern di lahan ini ditargetkan mampu menampung hingga 5.000 ekor sapi. Kehadiran peternakan berskala besar yang dikelola oleh Perumda Dharma Jaya tersebut diharapkan mampu menstabilkan harga dan menjamin ketersediaan pasokan daging sapi segar bagi warga Jakarta, terutama saat menghadapi hari besar keagamaan seperti Idulfitri dan Iduladha.
Selain difokuskan pada sektor peternakan dan komoditas pangan, Pemprov DKI Jakarta juga mengalokasikan area seluas 40 hektare di kawasan yang sama khusus untuk fasilitas pengolahan sampah organik. Gubernur DKI Jakarta secara tegas meluruskan pandangan publik dengan membantah anggapan bahwa kawasan Ciangir akan dijadikan tempat pembuangan sampah akhir (TPA) baru layaknya TPST Bantargebang. Sebaliknya, lokasi ini difungsikan murni sebagai pusat daur ulang dan pengolahan limbah organik terpadu. Sampah organik hasil pemilahan dari berbagai fasilitas TPS 3R di Jakarta akan diolah di lokasi ini menjadi pupuk kompos berkualitas serta pakan budidaya maggot.
Integrasi antara pengolahan sampah dan kawasan peternakan di Ciangir ini diyakini akan menciptakan ekosistem ekonomi sirkular yang saling menguntungkan. Pupuk organik yang dihasilkan dari proses daur ulang sampah dapat dimanfaatkan untuk mendukung penyediaan hijauan pakan ternak di area peternakan. Selain mengurai beban timbunan limbah yang selama ini bermuara ke Bantargebang, proyek terpadu ini ditargetkan dapat menekan dampak emisi karbon secara signifikan melalui pendekatan pengelolaan sampah terstruktur.
Pemerintah DKI Jakarta bersama Pemerintah Kabupaten Tangerang optimistis bahwa megaproyek senilai Rp 1 triliun ini tidak hanya membawa dampak positif bagi warga Jakarta, tetapi juga memberikan efek ganda (multiplier effect) bagi masyarakat lokal di Banten. Pembukaan kawasan industri peternakan dan pengolahan limbah organik terpadu ini dipastikan menyerap tenaga kerja lokal, membuka peluang kemitraan dengan petani pakan setempat, serta menggerakkan roda perekonomian wilayah Banten dan sekitarnya.
Next News

Bukan Tanpa Alasan, Ini Sebab Utama Gedung dan Kawasan Publik Dipagari Besi Tinggi
in 2 hours

Sapu Bersih Korps Adhyaksa! Jaksa Agung Mendadak Rombak 176 Pejabat Struktural hingga 90 Kajari
in 16 minutes

Tragedi 12 Kali Batal Sidang Skripsi di Undana Kupang: Mahasiswa Mengalami Depresi, Pimpinan Kampus Usut Dosen Terlibat!
in 12 minutes

Gagal Tembus Indonesia! Penyelundupan 70 Ribu Butir Ekstasi Senilai Rp 20,7 Miliar Digagalkan Aparat
in 3 minutes

Postur APBN Terbongkar: Kala Rp 223,6 Triliun Dana Pendidikan Harus Berbagi Lapar dengan MBG
2 minutes ago

Staf KPK dan Ayahnya Peras Bupati Pemalang Rp2 Miliar Janjikan Penghentian Perkara Korupsi
18 hours ago

Kunjungan kerja Presiden Prabowo di Jawa Tengah
2 days ago

Resmi! Presiden Prabowo Naikkan Tukin Prajurit TNI dan Pegawai Kemhan Jadi 90 Persen
2 days ago

#KPRSubsidi #RumahRakyat #AkadMassalKPR #PrabowoSubianto #ProgramPerumahan
2 days ago

Terjaring OTT KPK, Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Tersangka Jual Beli Jabatan dan Proyek
2 days ago





