Kronologi Ledakan Pabrik Baja Sidoarjo, Tewaskan Remaja dan Sejumlah Rumah Warga Rusak
Admin WGM - Tuesday, 07 April 2026 | 02:18 PM


Pabrik pengolahan baja milik PT Great Wall Steel (WS) di Desa Janti, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo mengalami ledakan hebat yang berujung tragis pada Senin (6/4/2026). Insiden tragis ini mengakibatkan seorang remaja meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka-luka.
Pihak HRD GWS, Heri Prasetyo, menyampaikan bahwa ledakan diduga berasal proses pemotongan besi tua berbentuk tabung tebal yang diterima dari pemasok. Material besi tersebut tidak dapat langsung dilebur melainkan harus melalui proses pemotongan di area terbuka pabrik. Namun, saat proses pemotongan berlangsung, ledakan terjadi tanpa ada tanda-tanda sebelumnya.
"Kejadian ini dikarenakan adanya besi tua berbentuk tabung tebal yang kita terima dari supplier. Kemudian, besi itu dipotong dan menimbulkan ledakan yang menyebabkan adanya korban," ungkap Heri saat konferensi pers, dilansir dari laman TvOnenews.com, Senin malam, (6/4/2026).
Seorang pekerja yang meninggal dunia diinformasikan berada dalam jarak 50 meter dari lokasi ledakan yang mengakibatkan serpihan besi mengenai tubuhnya. Heri mengungkapkan hasil pengamatan tim dan gegana Inafis kepolisian memastikan ledakan bukan disebabkan dari bahan peledak militer melainkan kecelakaan proses pemotongan bahan material.
Dilansir dari laman Suara Jatim Post, korban meninggal diketahui bernama Rio (17) merupakan kenek sopir, yang segera dilarikan ke rumah sakit setelah kejadian tersebut tetapi telah meninggal dunia saat dalam perjalanan. Sementara itu, dua pekerja yang berada di lokasi pemotongan, yakni Prayono dan M. Zaenal Abidin (40) dikabarkan mengalami luka-luka dan sedang dirawat intensif di rumah sakit.
"Kronologi ada dua orang melakukan pemotongan atas nama P dan J. Pada saat memotong besi tua menggunakan las blender itu, terjadi ledakan dari besi tersebut," ungkap Kombes Pol Christian Tobing, Kapolresta Sidoarjo, dilansir dari laman kompas, Senin Malam (6/4/2026).
Dampak dari ledakan ini diketahui turut membuat rusak sejumlah rumah warga yang berada di sekitar pabrik Perumahan Wedoro Regency RT 04 RW 01 dan di kawasan Pelikan RW 08. PT GWS telah berkoordinasi dengan Kepala Desa setempat untuk bertanggung jawab terkait kerusakan di lingkungan warga.
"Kami sudah minta tolong Pak Kades untuk mendata dan kami akan bertanggung jawab jika ada warga yang mengalami kerusakan," terang Heri.
Sementara itu, dari pihak warga yang rumahnya terdampak ledakan, Nur Holis (61) menyampaikan dentuman menyerupai bom tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Bersamaan dengan itu terdapat lempengan besi panas yang jatuh menimpa atap hingga menembus plafon rumahnya, untungnya dirinya dan keluarga sedang beraktivitas di luar sehingga tidak ada korban jiwa.
"Banyak sekali itu runtuhan itu. Genteng empat itu memang jebol semuanya itu ada bekasnya. Besi terus rontokan plafon banyak sekali. Saya perbaiki sendiri (gentengnya) seadanya saya taruh di atas, kalau ada air hujan bocor nanti merusak yang lain-lain," ungkap Nur Holis, dilansir dari laman CNN Indonesia (6/4/2026).
Pihak perusahaan mengaku telah menerapkan standar operasional prosedur (SOP) sesuai dengan peraturan keselamatan kerja yang berlaku meliputi ISO, SNI, dan K3. Langkah mitigasi risiko telah ditempuh dengan proses pemilihan atau grading dalam menentikan jenis material dan penanganannya. Insiden ini sebagai kecelakaan kerja tanpa disengaja yang akan menjadi pelajaran untuk kedepannya.
Next News

Potret Misi Artemis II Nasa di Antariksa
in 6 hours

Resmi Menikah di Sumenep, Ini Profil Inayah Wahid dan Pengasuh Ponpes Annuqayah
in 6 hours

KPK Kaji Dampak Putusan MK: BPK Kini Jadi Pemegang Otoritas Tunggal Kerugian Negara
in 5 hours

Bawa Enam Tuntutan, Massa Buruh Siap Banji Kawasan Senayan di May Day 2026
in 3 hours

Birokrasi Bobrok! Saksi Ungkap Pegawai Kemnaker Patok Uang 'Jasa Ketik' Sertifikasi K3
in 2 hours

Kabar Gembira! Warga Jabar Kini Bisa Bayar Pajak Kendaraan Tanpa KTP Pemilik Pertama
in an hour

KAI Batalkan 8 Perjalanan Imbas Kecelakaan KA Bangunkarta, Penumpang Luka Dievakuasi
in 2 minutes

Menkeu Catat Pendapatan Rp574,9 Triliun, Kualitas Belanja Negara Jadi Sorotan Pakar
2 hours ago

Pemprov DKI Jakarta Copot Poster Promosi Film "Aku Harus M*ati" Usai Tuai Kontroversi dan Aduan Masyarakat
18 hours ago

JK Ambil Langkah Tegas: Rismon Sianipar Dilaporkan ke Polisi Atas Pencemaran Nama Baik
19 hours ago





