Selasa, 7 April 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Resmi Menikah di Sumenep, Ini Profil Inayah Wahid dan Pengasuh Ponpes Annuqayah

Admin WGM - Tuesday, 07 April 2026 | 05:00 PM

Background
Resmi Menikah di Sumenep, Ini Profil Inayah Wahid dan Pengasuh Ponpes Annuqayah
Ra Mamak Resmi Persunting Inayah Wulandari Wahid (Suara.com /)

Suasana penuh khidmat dan syukur menyelimuti Kabupaten Sumenep, Madura, menyusul kabar resmi pernikahan putri bungsu Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Inayah Wulandari Wahid. Aktivis sekaligus seniman yang akrab disapa Inayah Wahid tersebut resmi dipersunting oleh KH Shalahuddin A. Warits, salah satu pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep.

Pernikahan yang menyatukan dua keluarga besar tokoh agama terkemuka ini telah dikonfirmasi oleh pihak keluarga dan tokoh masyarakat setempat pada Senin (6/4/2026). Prosesi akad nikah berlangsung dengan lancar, menandai babak baru bagi kedua mempelai dalam ikatan suci pernikahan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, prosesi pernikahan digelar dengan memadukan tradisi keagamaan yang kuat dan nuansa kekeluargaan yang kental. Sang mempelai pria, yang akrab disapa Ra Mamak, merupakan sosok kiai yang sangat dihormati di lingkungan pesantren tertua dan terbesar di Pulau Madura tersebut.

Kepastian mengenai kabar bahagia ini dibenarkan oleh sejumlah pihak di lingkungan Pondok Pesantren Annuqayah. "Benar, prosesi pernikahan telah dilaksanakan. Acara berlangsung dengan sederhana namun penuh makna, dihadiri oleh keluarga dekat kedua belah pihak serta jajaran kiai sepuh," ujar salah seorang pengurus pesantren dalam keterangannya.

Inayah Wahid tampil anggun dalam balutan busana yang mencerminkan kesederhanaan khas keluarga Ciganjur, sementara Ra Mamak tampak bersahaja mengenakan busana muslim formal sesuai tradisi pesantren.

Pernikahan ini menarik perhatian publik karena mempertemukan dua figur yang memiliki pengaruh besar di bidangnya masing-masing. Inayah Wahid dikenal luas sebagai aktivis sosial, aktris, dan budayawan yang vokal dalam menyuarakan isu-isu kemanusiaan serta keadilan sosial, meneruskan perjuangan sang ayah melalui jalur seni dan kebudayaan.

Di sisi lain, KH Shalahuddin A. Warits atau Ra Mamak adalah putra dari almarhum KH Ahmad Warits Ilyas, tokoh kharismatik Madura. Ra Mamak dikenal sebagai kiai muda intelektual yang aktif mengelola pesantren serta terlibat dalam berbagai gerakan literasi dan pemberdayaan masyarakat di Madura.

Pernikahan ini dinilai banyak pihak sebagai simbol kuatnya hubungan emosional dan historis antara keluarga besar Gus Dur (Ciganjur) dengan jaringan kiai-kiai besar di Madura, khususnya Annuqayah yang selama ini dikenal sebagai salah satu pilar pendidikan Islam di Nusantara.

Kabar pernikahan putri bungsu Gus Dur ini segera memicu gelombang ucapan selamat di berbagai platform media sosial. Para tokoh nasional, budayawan, hingga ribuan santri menyampaikan doa terbaik untuk pasangan tersebut. Kehadiran keluarga besar Wahid Hasyim di Sumenep juga memberikan kesan mendalam bagi warga lokal yang sangat mencintai sosok Gus Dur.

Masyarakat berharap pernikahan ini membawa keberkahan, tidak hanya bagi kedua keluarga, tetapi juga bagi kemajuan pendidikan dan dakwah Islam yang moderat serta inklusif, sebagaimana yang selama ini diperjuangkan oleh kedua belah pihak.

Hingga saat ini, belum ada informasi lebih lanjut mengenai rencana resepsi besar yang mungkin akan digelar di Jakarta. Namun, keabsahan ikatan pernikahan Inayah Wahid dan Ra Mamak telah membawa sukacita yang mendalam bagi jutaan pengagum pemikiran Gus Dur di seluruh tanah air.