Kamis, 19 Februari 2026
Walisongo Global Media
Science & Technology

Kelebihan dan Kekurangan Mobil Listrik di Indonesia: Sudah Siapkah Kamu Pindah dari Bensin?

Admin WGM - Sunday, 08 February 2026 | 11:36 AM

Background
Kelebihan dan Kekurangan Mobil Listrik di Indonesia: Sudah Siapkah Kamu Pindah dari Bensin?
Ilustrasi (iStock/)

Tren mobil listrik (EV) di Indonesia lagi naik daun banget. Pemerintah kasih banyak insentif, dan merek-merek baru mulai bermunculan dengan desain yang futuristik. Tapi, sebelum kamu memutuskan buat tukar tambah mobil bensinmu ke mobil listrik, ada baiknya kamu timbang dulu plus-minusnya tinggal di ekosistem Indonesia saat ini.

Kelebihan: Kenapa Kamu Harus Melirik Mobil Listrik?

1. Bebas Ganjil Genap

Buat kamu yang tinggal di Jakarta, ini adalah privilege paling berasa. Mobil listrik punya pelat nomor dengan garis biru yang bikin kamu bebas lewat jalur ganjil genap kapan saja. Nggak perlu pusing mikirin tanggal lagi!

2. Biaya Operasional Jauh Lebih Murah

Mengisi daya listrik itu jauh lebih hemat dibanding beli BBM. Secara hitung-hitungan, biaya per kilometer mobil listrik bisa cuma 1/4 dari biaya mobil bensin. Selain itu, pajak tahunannya (PKB) juga jauh lebih murah karena disubsidi pemerintah.

3. Perawatan yang Sangat Simpel

Mobil listrik nggak punya mesin pembakaran. Artinya? Kamu nggak perlu ganti oli, ganti busi, atau cek filter udara secara rutin. Komponen bergeraknya lebih sedikit, jadi biaya servis berkala biasanya jauh lebih ringan di kantong.

Kekurangan: Apa yang Harus Kamu Pertimbangkan?

1. Infrastruktur SPKLU Belum Merata

Meskipun jumlah Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) terus bertambah, penyebarannya belum semasif pom bensin. Kalau kamu sering bepergian ke luar kota atau pelosok, kamu harus punya perencanaan rute yang matang banget biar nggak mogok kehabisan daya.

2. Waktu Pengisian yang Lama

Beda dengan isi bensin yang cuma butuh 5 menit, charging mobil listrik butuh waktu. Pakai fast charging pun biasanya butuh 30-45 menit sampai 80%. Kalau kamu tipe orang yang nggak sabaran atau selalu buru-buru, ini bisa jadi tantangan buat kamu.

3. Harga Jual Kembali (Resale Value)

Karena teknologi baterai terus berkembang pesat, harga jual kembali mobil listrik cenderung lebih cepat turun dibanding mobil bensin konvensional. Orang masih sering khawatir soal kondisi kesehatan baterai (State of Health) saat beli unit bekas.

Jadi, Sudah Siap Pindah?

Pindah ke mobil listrik itu soal kesiapan gaya hidup. Kamu sudah siap pindah kalau:

  • Kamu punya akses home charging di rumah (listrik rumah minimal 2.200 VA atau lebih ideal 5.500 VA).
  • Penggunaan mayoritas hanya di dalam kota.
  • Kamu ingin berkontribusi mengurangi emisi karbon.

Tapi kalau kamu sering road trip mendadak ke daerah terpencil, mungkin mobil Hybrid bisa jadi jembatan sebelum kamu bener-bener full ke listrik.

Gimana, Winners? Sudah dapet gambaran mau tetap bertahan di bensin atau mulai lirik mobil listrik?