Kelebihan dan Kekurangan Mobil Listrik di Indonesia: Sudah Siapkah Kamu Pindah dari Bensin?
Admin WGM - Sunday, 08 February 2026 | 11:36 AM


Tren mobil listrik (EV) di Indonesia lagi naik daun banget. Pemerintah kasih banyak insentif, dan merek-merek baru mulai bermunculan dengan desain yang futuristik. Tapi, sebelum kamu memutuskan buat tukar tambah mobil bensinmu ke mobil listrik, ada baiknya kamu timbang dulu plus-minusnya tinggal di ekosistem Indonesia saat ini.
Kelebihan: Kenapa Kamu Harus Melirik Mobil Listrik?
1. Bebas Ganjil Genap
Buat kamu yang tinggal di Jakarta, ini adalah privilege paling berasa. Mobil listrik punya pelat nomor dengan garis biru yang bikin kamu bebas lewat jalur ganjil genap kapan saja. Nggak perlu pusing mikirin tanggal lagi!
2. Biaya Operasional Jauh Lebih Murah
Mengisi daya listrik itu jauh lebih hemat dibanding beli BBM. Secara hitung-hitungan, biaya per kilometer mobil listrik bisa cuma 1/4 dari biaya mobil bensin. Selain itu, pajak tahunannya (PKB) juga jauh lebih murah karena disubsidi pemerintah.
3. Perawatan yang Sangat Simpel
Mobil listrik nggak punya mesin pembakaran. Artinya? Kamu nggak perlu ganti oli, ganti busi, atau cek filter udara secara rutin. Komponen bergeraknya lebih sedikit, jadi biaya servis berkala biasanya jauh lebih ringan di kantong.
Kekurangan: Apa yang Harus Kamu Pertimbangkan?
1. Infrastruktur SPKLU Belum Merata
Meskipun jumlah Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) terus bertambah, penyebarannya belum semasif pom bensin. Kalau kamu sering bepergian ke luar kota atau pelosok, kamu harus punya perencanaan rute yang matang banget biar nggak mogok kehabisan daya.
2. Waktu Pengisian yang Lama
Beda dengan isi bensin yang cuma butuh 5 menit, charging mobil listrik butuh waktu. Pakai fast charging pun biasanya butuh 30-45 menit sampai 80%. Kalau kamu tipe orang yang nggak sabaran atau selalu buru-buru, ini bisa jadi tantangan buat kamu.
3. Harga Jual Kembali (Resale Value)
Karena teknologi baterai terus berkembang pesat, harga jual kembali mobil listrik cenderung lebih cepat turun dibanding mobil bensin konvensional. Orang masih sering khawatir soal kondisi kesehatan baterai (State of Health) saat beli unit bekas.
Jadi, Sudah Siap Pindah?
Pindah ke mobil listrik itu soal kesiapan gaya hidup. Kamu sudah siap pindah kalau:
- Kamu punya akses home charging di rumah (listrik rumah minimal 2.200 VA atau lebih ideal 5.500 VA).
- Penggunaan mayoritas hanya di dalam kota.
- Kamu ingin berkontribusi mengurangi emisi karbon.
Tapi kalau kamu sering road trip mendadak ke daerah terpencil, mungkin mobil Hybrid bisa jadi jembatan sebelum kamu bener-bener full ke listrik.
Gimana, Winners? Sudah dapet gambaran mau tetap bertahan di bensin atau mulai lirik mobil listrik?
Next News

Masa Depan Pangan: Mungkinkah Kita Berhenti Bertani secara Tradisional?
8 hours ago

Quantum-Supremacy di Genggaman: Gimana Chip Kuantum Pertama di Laptop 2026 Ubah Cara Kita Kerja?
3 days ago

Kenalan Sama Tetangga Bumi, Ini Karakteristik Unik Tiap Planet dari yang Panas Sampai Beku
5 days ago

Gak Cuma Satu Tempat, Ternyata Begini Cara Unik Otak Kita Menyimpan Memori!
5 days ago

Bukan Sekadar Manja, Ini Alasan Ilmiah Mengapa Kantuk Menyerang Usai Makan Siang dan Strategi Jitu Mengatasinya
5 days ago

Wajib Tahu! Begini Cara Aman Transaksi Digital Tanpa Harus Kena Intai Hacker WiFi
5 days ago

Jangan Kaget, Begini Penjelasan Ahli Kenapa Suara Kita di Rekaman Beda Jauh Sama Aslinya
5 days ago

Ancaman Maut di Balik Cangkang Mosaik, Mengenal Devil Crab dan Kandungan Racun Neurotoksin yang Mematikan
6 days ago

Mitos "Algoritma Kuping": Benarkah HP Kita Mendengarkan Percakapan Rahasia buat Kasih Iklan di 2026?
6 days ago

AI Wingman: Gimana Aplikasi Kencan di 2026 Pakai Bot Buat Bantu Lo Ngobrol Biar Nggak Awkward sama Gebetan?
7 days ago





