Kamis, 19 Februari 2026
Walisongo Global Media
Science & Technology

Wajib Tahu! Begini Cara Aman Transaksi Digital Tanpa Harus Kena Intai Hacker WiFi

Admin WGM - Saturday, 14 February 2026 | 02:57 PM

Background
Wajib Tahu! Begini Cara Aman Transaksi Digital Tanpa Harus Kena Intai Hacker WiFi
Transaksi aman pakai wifi (pexels.com/Brett Jordan/)

Di tengah mobilitas masyarakat yang kian tinggi, keberadaan jaringan internet nirkabel atau Wi-Fi publik di tempat-tempat umum seperti kafe, bandara, hingga pusat perbelanjaan menjadi fasilitas yang sangat dicari. Namun, di balik kenyamanan akses tanpa kuota tersebut, tersimpan celah keamanan yang sangat rentan dieksploitasi oleh pelaku kejahatan siber. Para pakar keamanan digital secara konsisten memperingatkan bahwa menggunakan Wi-Fi publik untuk melakukan transaksi perbankan atau belanja daring merupakan tindakan berisiko tinggi yang dapat berujung pada pengurasan saldo rekening hingga pencurian identitas.

Risiko utama dari jaringan nirkabel terbuka adalah sifatnya yang tidak terenkripsi secara memadai. Berbeda dengan jaringan pribadi di rumah yang terlindungi oleh protokol keamanan ketat, Wi-Fi publik umumnya dirancang untuk kemudahan akses massal. Kelemahan inilah yang dimanfaatkan oleh peretas untuk menyusup dan memantau lalu lintas data yang mengalir melalui jaringan tersebut.

Bahaya Tersembunyi: Serangan Man-in-the-Middle

Salah satu metode kejahatan siber yang paling umum terjadi pada jaringan umum adalah serangan Man-in-the-Middle (MitM). Dalam skenario ini, peretas memposisikan diri mereka di antara perangkat Anda dan titik akses internet. Saat Anda memasukkan nama pengguna, kata sandi perbankan, atau nomor kartu kredit saat belanja daring, data tersebut tidak langsung menuju peladen (server) bank, melainkan "mampir" terlebih dahulu ke perangkat peretas.

Lebih berbahaya lagi, peretas sering kali membuat titik akses palsu dengan nama yang mirip dengan fasilitas umum asli, misalnya "Wi-Fi Kafe Gratis" atau "Bandara_Free_Internet". Teknik yang dikenal dengan sebutan Evil Twin ini bertujuan untuk menjebak pengguna agar terhubung secara sukarela. Begitu perangkat Anda terhubung, segala aktivitas digital Anda menjadi buku terbuka bagi pengelola jaringan palsu tersebut. Informasi sensitif seperti kode OTP (One-Time Password) atau data verifikasi kartu kredit dapat disadap dalam hitungan detik.

Pengintaian Data dan Pembajakan Sesi

Selain MitM, terdapat risiko packet sniffing, di mana peretas menggunakan perangkat lunak khusus untuk memantau setiap paket data yang dikirim melalui udara. Jika situs web tempat Anda bertransaksi tidak memiliki sistem enkripsi yang kuat (ditandai dengan ketiadaan ikon gembok atau protokol HTTPS), maka seluruh informasi Anda dapat terbaca secara teks polos (plain text).

Pembajakan sesi atau session hijacking juga menjadi ancaman nyata. Peretas dapat mencuri "kue" digital (browser cookies) yang menyimpan informasi log masuk Anda. Dengan data ini, peretas dapat masuk ke akun perbelanjaan atau perbankan Anda tanpa memerlukan kata sandi, karena sistem menganggap mereka adalah pengguna yang sah yang masih berada dalam satu sesi aktif. Akibatnya, pelaku dapat melakukan pembelian atau transfer dana tanpa sepengetahuan pemilik asli.

Langkah Preventif: Melindungi Aset Digital

Mengingat kompleksitas ancaman yang ada, pencegahan adalah satu-satunya jalan keluar. Cara paling aman adalah dengan menghentikan total segala aktivitas finansial saat terhubung dengan Wi-Fi publik. Gunakanlah data seluler pribadi atau fitur tethering dari ponsel Anda jika harus melakukan transaksi mendesak. Jaringan seluler memiliki lapisan enkripsi yang jauh lebih sulit ditembus dibandingkan Wi-Fi terbuka.

Jika Anda terpaksa menggunakan jaringan umum karena kondisi darurat, pastikan Anda menggunakan aplikasi Virtual Private Network (VPN) yang terpercaya. VPN bekerja dengan membuat terowongan terenkripsi untuk data Anda, sehingga meskipun peretas berhasil menyadap jaringan, mereka tidak akan bisa membaca informasi yang telah diacak oleh sistem VPN tersebut. Selain itu, pastikan fitur "Hubungkan Otomatis" atau Auto-Connect pada pengaturan Wi-Fi ponsel Anda dimatikan guna menghindari perangkat terhubung secara tidak sengaja ke jaringan yang tidak dikenal.

Keamanan data finansial adalah tanggung jawab pribadi yang tidak boleh dikompromikan demi penghematan kuota internet. Biaya yang harus dikeluarkan akibat pencurian data dan pembobolan rekening jauh lebih besar dibandingkan harga paket data seluler. Kesadaran akan bahaya Wi-Fi publik merupakan langkah awal dalam membangun ketahanan siber individu.

Dunia digital memberikan kemudahan, namun juga menuntut kewaspadaan yang tinggi. Dengan tetap menggunakan jaringan yang aman saat bertransaksi, Anda telah melindungi masa depan finansial Anda dari incaran predator digital. Jangan biarkan sinyal gratis menjadi pintu masuk bagi bencana finansial yang tidak diinginkan.