Kebakaran Pabrik Pestisida di Tangsel, BPLH Tindak Lanjuti Jalur Hukum Atas Perkara Pidana Lingkungan
Trista - Friday, 13 February 2026 | 02:08 PM


Imbas dari insiden kebakaran gudang kimia PT Biotek Saranatama mengakibatkan tercemarnya aliran sungai cisadane dalam skala berat, Senin (9/2/2026). PT Biotek Saranatama berlokasi di Kawasan Pergudangan Taman Tekno BSD Serpong, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan.
Gudang kimia ini terdeteksi menyimpang pasokan pestisida jenis cypermethrin dan profenofos untuk mengendalikan hama tanaman. Kontaminasi pestisida terjadi saat pemadaman api yang mengalir ke arah sungai cisadane hingga meluas pada aliran Kali Jeletreng, Kota Tangsel, Kota Tangerang, dan Kabupaten Tangerang yang berkisar pada 22,5 kilometer.
Insiden ini cukup meresahkan masyarakat sekitar yang mengeluhkan air berbau tidak sedap dan air sungai berubah menjadi keruh. Sejumlah ikan terlihat mengambang mati di permukaan yang menggambarkan kondisi tidak dari kondisi sungai ini.
"Ini air di BSD kenapa ya?? kok bau minyak pekat?! Is this dangerous? (ini berbahaya?)," tulis akun X @nessiejudge, Rabu (11/2/2026).
"Iya itu kan ada pabrik pestisida kebakaran, trus (terus) berapa ton gitu ya larut ke sungai. Ikan pada mati, airnya bau minyak tanah, jangan dipake dulu airnya kak," balas pengguna akun X @info_preloved menanggapi unggahan tersebut (11/2/2026).
Menteri Lingkungan Hidup/ Kepala BPLH (Badan Pengendalian Lingkungan Hidup), Hanif Faisol Nurofiq mengonfirmasi besaran jumlah pestisida yang terbakar sekitar 20 ton. Insiden ini sedang ditindaklanjuti oleh BPLH yang melakukan pemeriksaan intensif di gudang PT Biotek Saranatama.
"Kurang lebih 20 ton pestisida terbakar dan air sisa pemadaman yang bercampur residu kimia mengalir hingga mencemari sungai. Kondisi ini sangat berdampak serius terhadap ekosistem perairan dan masyarakat sekitar," jelas Hanif, dilansir dari laman kompas.id (12/2/2026).
Saat ini tim ahli terus melakukan upaya pengembalian ekosistem dengan pengambilan sampel di beberapa titik hulu dan hilir Sungai Cisadane dan sampel biota perairan lainnya untuk diuji di laboratorium. Selain itu, pemerintah juga menyebar karbon aktif yaitu N Level 1 untuk menahan bau dari tercemarnya sungai yang diambil dari teknologi pembuatan pupuk organik yang ditargetkan akan rampung dalam 2 pekan.
"Kita langsung turun bersama BPBD dan dinas-dinas terkait untuk melakukan langkah cepat, dengan karbon aktif untuk mengikat senyawa kimia sebagai langkah awal," terang Pilar Saga, Wakil Wali Kota Tangsel, dilansir dari laman detiknews (12/2/2026).
BPLH berkomitmen untuk menindak tegas insiden ini melalui jalur hukum sesuai dengan UU yang berlaku. Transparansi dalam evaluasi akan dilakukan secara menyeluruh terhadap sistem pengelolaan bahan berbahaya dan beracun (B3) yang diterapkan perusahaan.
Next News

Perangkat Desa Kalipancur Ditemukan Meninggal di Sawah, Polisi Temukan Celurit Tanpa Mata Pisau di TKP
in 6 hours

Bentrokan di Menteng, Pemprov DKI dan KemenHAM Minta Publik Tak Bawa Isu SARA
in 4 hours

Misteri 'Uang Panas' di Rumah Dinas: KPK Telusuri Aliran Duit yang Disita dari Plt Gubernur Riau
in 4 hours

Gebrakan Perdana BGN: 261 Pegawai Dipecat Massal, 833 Dapur MBG Langsung 'Digembok' Permanen
in 4 hours

Trump Ancam Serang Iran Lagi Jika Negosiasi Gagal, Tepis Isu Amunisi AS Menipis
in 4 hours

Trump Ancam Serang Iran Lagi Jika Negosiasi Gagal, Tepis Isu Amunisi AS Menipis
in 3 hours

Kejagung Periksa 3 Saksi Kasus TPPU Febrie Adriansyah dan Tragedi Main Hakim Sendiri di Bali
in 2 hours

Oknum Satresnarkoba Polres Tangsel Tersangka Kasus Etomidate, Kasat Diperiksa Propam
in an hour

Terlibat Peredaran Gelap Narkoba, Kasat Narkoba Polres Tangsel AKP Pardiman Ditangkap Bareskrim
18 hours ago

Dituduh Maling Ayam Berujung Ajal: Ironi Aksi Brutal Warga di Tengah Pudarnya Rasa Kemanusiaan
19 hours ago





