Israel Resmi Bergabung dengan Board of Peace Trump: Langkah Diplomatik Baru di Tengah Konflik Gaza
Admin WGM - Thursday, 12 February 2026 | 04:26 PM


Pemerintah Israel secara resmi menyatakan telah bergabung dengan Board of Peace (Dewan Perdamaian) yang diprakarsai oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengumumkan hal ini dalam kunjungannya ke ibu kota AS, Rabu (11/2/2026). Keputusan ini diumumkan menjelang pertemuan bilateral antara Netanyahu dan Trump di Gedung Putih, yang juga dihadiri oleh Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio.
Langkah Israel mengikuti negara-negara lain yang sebelumnya telah menyatakan partisipasi dalam inisiatif tersebut, termasuk Indonesia, Arab Saudi, Turki, Qatar, dan negara-negara lain dari berbagai kawasan dunia.
Apa Itu Board of Peace?
Board of Peace adalah sebuah badan internasional yang diluncurkan oleh Presiden Trump pada akhir Januari 2026 dalam rangka mendukung stabilisasi, rekonstruksi, dan pemerintahan pascakonflik di Jalur Gaza setelah konflik berdarah yang berkepanjangan antara Israel dan kelompok Hamas. Dewan ini awalnya dirancang untuk mengawasi gencatan senjata dan rencana rekonstruksi Gaza, tetapi kemudian diperluas untuk mencakup isu-isu konflik yang lebih luas di kawasan lain.
Dalam rencana awal organisasi ini, Trump juga mengundang pemimpin dunia lainnya untuk bergabung guna memperkuat inisiatif global bagi perdamaian dan stabilitas. 🇺🇸 sebagai ketua dewan diperkirakan akan memainkan peran sentral dalam arah kerja badan ini.
"Saya telah menandatangani aksesi Israel sebagai anggota Board of Peace," kata Perdana Menteri Benjamin Netanyahu melalui unggahan di platform media sosial X pada Rabu (11/2/2026), usai menandatangani dokumen keanggotaan di Washington.
Netanyahu menandatangani dokumen itu di hadapan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio beberapa jam sebelum pertemuannya dengan Trump di Gedung Putih.
Reaksi Dunia dan Isu Kontroversial
Keputusan Israel untuk bergabung dengan Board of Peace tidak serta merta mendapat sambutan seragam. Beberapa pengamat dan kelompok hak asasi manusia mengkritik bahwa keberadaan badan yang dipimpin Trump untuk mengawasi konflik di Gaza dan wilayah lain bisa menimbulkan tantangan terhadap peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan mekanisme internasional tradisional.
Selain itu, kritik juga muncul karena dalam Dewan itu belum ada perwakilan Palestina, sementara Israel sendiri menjadi anggota badan yang secara resmi dibentuk untuk mengelola isu terkait konflik Gaza. Hal ini memicu perdebatan tentang kredibilitas dan keadilan proses perdamaian internasional.
Beberapa negara dan analis regional percaya bahwa bergabungnya Israel kemungkinan dimaksudkan untuk memberi negara itu akses langsung dalam proses pembuatan keputusan di forum internasional yang berfokus pada penyelesaian konflik di Timur Tengah.
Board of Peace dijadwalkan menggelar pertemuan pertamanya pada 19 Februari 2026 di Washington untuk membahas agenda rekonstruksi Gaza dan langkah-langkah strategis berikutnya, termasuk kemungkinan merumuskan peran badan ini dalam konflik internasional lain di luar kawasan Palestina–Israel.
Next News

Heboh! Warga Krayan Nunukan, Kalimantan Utara Laporkan Pesawat Jatuh dengan Kepulan Asap Hitam
3 hours ago

Jeda Terlalu Singkat, Ahmad Sahroni Kembali Dilantik Wakil Ketua Komisi III DPR RI
4 hours ago

Miris! Imam Masjid Al-Aqsa Ditangkap Israel, Prabowo Justru Hadir KTT Perdana Board of Peace
a day ago

Tragis, Truk Kontainer di Karawang Tergelincir Hingga Timpa Sedan yang Tewaskan Tiga Orang
2 days ago

Polemik Pemecatan dr. Piprim Ketua Umum IDAI dari Independensi Profesi Hingga Disiplin ASN
3 days ago

Pekalongan Tidak Aman! Suami Anggota DPRD Jateng Ditembak OTK di Rumahnya
3 days ago

Tapanuli Tengah Kembali Dilanda Banjir, Upaya Pascabencana Harus Diprioritaskan, Warga Belum Pulih Psikis dan Materil
4 days ago

Truk Paket Shopee Terbakar di Semarang, Ratusan Paket Raib Rugi Hingga Rp75 Juta
4 days ago

JPU Tuntut Anak Riza Chalid, Kerry Adrianto dengan Hukuman 18 Tahun Penjara, Pintu Masuk Usut Tuntas Dinasti Chalid
5 days ago

Abaikan Hak Penumpang, Super Air Jet Tuai Kritik Pedas dari Penumpang dan Warganet
5 days ago

