Investor India J.K. Enterprises Jajaki Investasi Pertanian dan Energi Surya di Jawa Tengah
Admin WGM - Friday, 26 June 2026 | 12:04 PM


Perusahaan manufaktur asal India, J.K. Enterprises, mulai menjajaki perluasan investasinya di Jawa Tengah dengan menyasar sektor produk pertanian dan pengembangan energi surya. Rencana ekspansi tersebut dibahas dalam pertemuan antara Chairman J.K. Enterprises, Anant Singhania, dan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Semarang, Kamis (25/6/2026).
Ekspansi ini menjadi langkah baru bagi J.K. Enterprises yang telah beroperasi di Indonesia selama lebih dari lima dekade. Selama ini, perusahaan tersebut dikenal sebagai produsen berbagai peralatan industri, seperti alat potong, perkakas tangan, kikir, hingga mata bor.
Anant Singhania mengatakan, pihaknya melihat prospek yang menjanjikan pada sektor produk pertanian karena tingginya permintaan, baik untuk kebutuhan dalam negeri maupun pasar ekspor.
"Kami sedang melihat peluang pada produk-produk pertanian karena permintaannya besar, baik di pasar domestik maupun ekspor," ujarnya usai pertemuan.
Selain sektor pertanian, J.K. Enterprises juga tengah mengkaji peluang bisnis di bidang energi terbarukan, khususnya pengembangan pompa bertenaga surya dan sejumlah produk berbasis energi surya lainnya.
Meski demikian, Anant belum mengungkapkan besaran investasi yang akan digelontorkan. Menurutnya, nilai investasi masih akan disesuaikan dengan perkembangan pasar dan prospek bisnis ke depan.
Ia mengaku optimistis terhadap iklim investasi di Jawa Tengah. Menurutnya, pemerintah daerah dinilai responsif dalam memberikan pendampingan dan membantu menyelesaikan berbagai kendala yang dihadapi investor.
"Mereka sangat proaktif memberikan arahan dan pendampingan. Kami benar-benar merasakan dukungan dari Gubernur," katanya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk mengawal seluruh proses investasi agar berjalan lancar. Dukungan tersebut mencakup percepatan perizinan melalui koordinasi dengan kementerian terkait serta pendampingan kepada investor sejak tahap awal hingga operasional.
Proses pendampingan tersebut akan dilaksanakan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah.
Kepala DPMPTSP Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, menjelaskan bahwa pihaknya saat ini fokus membantu investor menyelesaikan sejumlah kendala teknis, termasuk penyesuaian sistem Online Single Submission (OSS) dan penerapan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025.
Menurutnya, apabila pelaku usaha mengalami kendala akibat perubahan atau penyesuaian KBLI dalam sistem, DPMPTSP siap memberikan pendampingan agar proses perizinan tetap berjalan sesuai ketentuan.
Dengan rencana investasi tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berharap dapat menarik lebih banyak investasi di sektor pertanian dan energi terbarukan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi serta membuka peluang kerja baru di daerah.
Next News

Ratusan Nakes NTT Desak Proses Hukum: Dugaan Misteri di Balik Kasus dr. Icha Harus Dibongkar!
7 hours ago

Karpet Merah untuk CPO Lokal: Mandatori B50 Prabowo Siap Serap 2,1 Juta Tenaga Kerja Baru!
7 hours ago

Dari Kursi Kuasa ke Ruang Pemeriksaan: Kejatuhan Bupati Sukoharjo Etik Suryani dalam Semalam
7 hours ago

Sempat Ditutupi Tersangka Kasus Pembakaran Tiga Santri di Ponpes Lombok Ditangkap Polisi
9 hours ago

Kasus Korupsi Batu Bara Blackout Sumatra, Polisi Geledah 12 Lokasi Sita Ratusan Miliar Barang Bukti
10 hours ago

Ingin Ganti Kuasa Pajak? Pahami Syarat Kompetensi dan Prosedur Pencabutan Terbaru Menurut DJP
4 hours ago

Gerebek Kasus Korupsi, Polisi Dapati Ruko di Cipete Jaksel Kosong Tanpa Penghuni Saat Digeledah
5 hours ago

Usai Pemakaman Khamenei, Iran Gempur Pangkalan Militer AS hingga Sirene Bahaya Meraung di Kuwait-Bahrain
6 hours ago

Makin Panas! Polda Jateng Larang Jajaran Penuhi Panggilan Kejaksaan Terkait Dugaan Korupsi MBG
7 hours ago

Rachmat Gobel Meninggal Dunia, Ini Sosok Pengusaha Sukses yang Pernah Menjabat Menteri Perdagangan
8 hours ago





