INDEF Sebut Kebijakan Ekspor Satu Pintu Lewat Danantara Bisa Perkuat Tata Kelola Devisa
Admin WGM - Tuesday, 26 May 2026 | 11:00 AM


Rencana implementasi kebijakan berskala besar terkait integrasi arus dagang internasional melalui sistem satu pintu di Indonesia dilaporkan mengalami perubahan lini masa. Pengalihan wewenang pengelolaan ekspor komoditas strategis, termasuk batu bara dan komoditas sejenisnya, kini resmi diundur pelaksanaan penuhnya ke tahun 2027 mendatang.
Kebijakan yang nantinya menempatkan institusi Danantara sebagai motor penggerak utama dalam sirkuit pengendalian ekspor tersebut memicu diskusi hangat di kalangan pengamat ekonomi harian. Mundurnya target eksekusi hingga tahun 2027 memunculkan pertanyaan mendasar dari berbagai pihak mengenai sejauh mana tingkat kesiapan Danantara dalam mengambil alih peran krusial tersebut dari sistem yang berjalan saat ini.
Meskipun terdapat penundaan waktu implementasi, draf kebijakan tata kelola satu pintu ini mendapatkan respons positif dari lembaga riset ekonomi nasional. Institute for Development of Economics and Finance (INDF) menilai bahwa kebijakan pengurusan ekspor satu pintu secara terpusat pada dasarnya memiliki fundamental yang sangat baik bagi kesehatan fiskal negara.
Ekonom INDEF menjelaskan bahwa regulasi integrasi ini secara langsung bisa memperkuat struktur tata kelola Devisa Hasil Ekspor (DHE) di dalam negeri. Selama ini, sirkulasi masuknya dana hasil penjualan komoditas mentah ke sirkuit perbankan domestik sering kali menghadapi tantangan kebocoran atau penempatan di luar negeri, sehingga sentralisasi lewat Danantara diharapkan mampu mengunci aliran dana asing tersebut agar sepenuhnya masuk ke instrumen moneter nasional.
Penundaan garis waktu hingga tahun 2027 dinilai sebagai langkah realistis yang diambil pemerintah agar proses transpor administrasi dan konsolidasi korporasi tidak menimbulkan distorsi bagi pelaku usaha harian. Waktu persiapan yang tersisa wajib dimanfaatkan secara optimal oleh manajemen Danantara guna membangun sistem infrastruktur digital, regulasi, dan draf pengawasan hukum yang kokoh bersama pembuat kebijakan sektor pertambangan dan energi.
Pengambilalihan tata niaga ekspor batu bara dan komoditas andalan lain oleh Danantara diproyeksikan tidak hanya akan merapikan rantai birokrasi, tetapi juga memberikan posisi tawar yang jauh lebih kuat bagi Indonesia dalam sirkuit perdagangan internasional. Dengan sistem satu pintu, kontrol terhadap volume pasokan dan standardisasi harga jual komoditas ke pasar global dapat dikendalikan secara lebih terukur.
Hingga saat ini, proses sinkronisasi draf aturan lintas kementerian dan penguatan kapasitas kelembagaan Danantara masih terus berjalan secara bertahap. Dukungan dari berbagai lembaga analisis seperti INDEF memperkuat indikasi bahwa jika kebijakan satu pintu ini berhasil dieksekusi dengan matang pada tahun 2027, Indonesia berpeluang besar mengamankan stabilitas nilai tukar mata uang melalui penguatan cadangan devisa nasional yang lebih berkelanjutan.
Next News

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Tegaskan Indonesia Belum Bisa Ekspor Listrik ke Singapura
9 hours ago

Pemerintah Siapkan Pajak Digital untuk Transfer Bank demi Genjot Penerimaan Negara
12 hours ago

Titik Api Masih Muncul, Kebakaran TPA Degayu Pekalongan Landa Area Seluas 1,5 Hektar
15 hours ago

Pembatalan Suket Ijazah Gibran Berpotensi Merembet ke Presiden Prabowo
a day ago

Polda Metro Jaya Minta Maaf Soal Polemik Deklarasi Mahasiswa di Bundaran HI
a day ago

Melestarikan Warisan Budaya, Parade Kain Batik 116 Meter Bentang Pewarna Alami di Kota Pekalongan
2 days ago

Gelombang Pengunduran Diri Musisi dan UMKM Warnai Rencana Penyelenggaraan RANS Carnival di Sleman
2 days ago

Putusan Kasasi Mahkamah Agung Batalkan Surat Penyetaraan Ijazah Gibran Rakabuming Raka
2 days ago

Operasi Patuh Candi 2026 di Pekalongan Hadirkan Sosialisasi Humanis dan Program Bebas Denda Pajak Kendaraan
3 days ago

Pembobolan Hot Wallet Binance Senilai Rp114 Triliun Libatkan Peretas Korea Utara
3 days ago

