Hutan: Legal Dijaga, Nyata Dirusak
Admin WGM - Tuesday, 13 January 2026 | 07:04 PM


Hi Winners, tau ngga kalo keadaan hutan yang ada di Indonesia sebagian memprihatinkan, liat aja sekarang hutan itu cuma cover aja, sisanya udah hampir rata dengan pertambangan, buat lahan sawit dan masih banyak lagi yang bikin fungsi dari hutan ini menurun. Sebagian besar polanya hampir sama:
- Status Hutan Aman: yang berarti status awalnya hutan "Aman" atau "Dilindungi", di dokumen resmi statusnya aman.
- Aktivitas jalan: diwaktu yang sama, kawasan ini memiliki izin seperti konsesi tambang, Aktivitas tidak langsung bisa dilihat karena jauh dari akses publik. Depan hijau, samping apalagi belakang sudah chaos dibabat.
- Kesadaran kurang cepat: Artinya adalah saat kerusakan sudah benar-benar terjadi dan parah, publik baru ramai membicarakan perihal ini. Namun telat, hutan udan berubah.
Kalo bukan karena viral, kita ngga pernah tau keadaan hutan yang di sebut "Aman" bisa sampai tinggal ilusi.
Hutan ngga melulu soal pepohonan, tetapi soal hewan yang menjadikan hutan sebagai tempat tinggal bagi mereka. Emang Winners ngga kasihan mereka jadi kehilangan rumah?
Rata-rata jika hutan bermasalah hewan yang tinggal disana juga berdampak. Contoh simpelnya aja burung dan orang hutan yang memerlukan pohon untuk tinggal dan bermain, kalo terjadi ilegal logging (penebangan liar) maka hilang sudah tempat tinggal mereka di pohon itu.Termasuk beberapa hewan lainnya yang masuk dalam kategori herbivora mereka akan kesusahan mencari makanan jika terjadi karhutla karena aktivitas manusia. Lagi-lagi manusia yang salah akan hal ini, kenapa bisa dibilang begitu? karena gini, ini masuk dalam kategori simbiosis parasitisme jika ada aktivitas pertambangan, tentu manusia yang diuntungkan namun hewan harus merelakan tempat tinggalnya direnggut.Sebetulnya kerusakan hutan bukan sekedar lanskap yang berubah, tapi tentang ekosistem nya yang runtuh pelan-pelan. Ketika aktivitas manusia yang lebih cepat, maka satwa lah yang paling dirugikan di hutan.
Dampak lain juga dirasakan akibat rusaknya fungsi hutan, seperti bencana yang tidak lama ini menimpa Sumatera, dimana karena aktivitas ilegal logging, dari hujan yang mengguyur Suamtera hingga longsor dan berakhir banjir mengantarkan ratusan kayu menghantam penduduk Sumatera, akhirnya bencana alam pun tidak bisa dihindari.
Sampai kapan kita menganggap ini sekedar dampak sampingan?
Next News

Masa Depan Pangan: Mungkinkah Kita Berhenti Bertani secara Tradisional?
8 hours ago

Quantum-Supremacy di Genggaman: Gimana Chip Kuantum Pertama di Laptop 2026 Ubah Cara Kita Kerja?
3 days ago

Kenalan Sama Tetangga Bumi, Ini Karakteristik Unik Tiap Planet dari yang Panas Sampai Beku
5 days ago

Gak Cuma Satu Tempat, Ternyata Begini Cara Unik Otak Kita Menyimpan Memori!
5 days ago

Bukan Sekadar Manja, Ini Alasan Ilmiah Mengapa Kantuk Menyerang Usai Makan Siang dan Strategi Jitu Mengatasinya
5 days ago

Wajib Tahu! Begini Cara Aman Transaksi Digital Tanpa Harus Kena Intai Hacker WiFi
5 days ago

Jangan Kaget, Begini Penjelasan Ahli Kenapa Suara Kita di Rekaman Beda Jauh Sama Aslinya
5 days ago

Ancaman Maut di Balik Cangkang Mosaik, Mengenal Devil Crab dan Kandungan Racun Neurotoksin yang Mematikan
6 days ago

Mitos "Algoritma Kuping": Benarkah HP Kita Mendengarkan Percakapan Rahasia buat Kasih Iklan di 2026?
6 days ago

AI Wingman: Gimana Aplikasi Kencan di 2026 Pakai Bot Buat Bantu Lo Ngobrol Biar Nggak Awkward sama Gebetan?
7 days ago





