Kamis, 26 Februari 2026
Walisongo Global Media
Health

Hindari Perut Kembung! Panduan Langkah demi Langkah Berbuka Puasa yang Ramah Lambung

Admin WGM - Saturday, 21 February 2026 | 09:00 AM

Background
Hindari Perut Kembung! Panduan Langkah demi Langkah Berbuka Puasa yang Ramah Lambung
Orang minum (Freepik /)

Saat berpuasa, suhu internal tubuh cenderung stabil namun sensitif, dan kadar gula darah berada pada titik terendah. Lambung dalam kondisi mengerut dan enzim pencernaan sedang "beristirahat". Masuknya air es atau makanan berat secara tiba-tiba dapat menyebabkan kontraksi mendadak pada dinding lambung, yang sering kali memicu rasa kram, mual, hingga pusing.

Daftar Urutan Berbuka yang Disarankan Secara Medis

Gunakan urutan berikut untuk memberikan waktu bagi tubuh melakukan transisi dari fase istirahat ke fase kerja:

  • Tahap 1: Air Putih Suhu Ruang (1 Gelas) Awali dengan air putih yang tidak dingin dan tidak terlalu panas. Air suhu ruang adalah yang paling mudah diserap oleh sel tubuh yang dehidrasi tanpa menyebabkan kejutan suhu pada pembuluh darah di sekitar lambung.
  • Tahap 2: Karbohidrat Sederhana Alami (Kurma) Kurma mengandung glukosa dan fruktosa alami yang mudah diubah menjadi energi. Secara medis, kurma membantu menaikkan kadar gula darah secara bertahap (tidak melonjak drastis seperti sirup atau boba). Kandungan seratnya juga membantu menyiapkan usus untuk mulai bergerak kembali.
  • Tahap 3: Jeda 15-20 Menit (Salat Magrib) Inilah langkah yang paling sering diabaikan. Jeda waktu saat Anda melakukan salat Magrib memberikan kesempatan bagi otak untuk menerima sinyal kenyang dari glukosa kurma. Ini adalah cara alami untuk mencegah "lapar mata" saat makan besar nanti.
  • Tahap 4: Makan Besar dengan Nutrisi Seimbang Setelah lambung "bangun", mulailah makan besar. Pastikan ada serat (sayuran) dan protein. Serat sangat penting untuk mencegah sembelit yang sering terjadi akibat perubahan pola makan selama Ramadan.

Mengapa Harus Menghindari Es dan Santan Berlebih di Awal?

Ada alasan biologis kuat di balik larangan langsung minum es atau santan saat perut kosong:

  1. Vaso-konstriksi: Air dingin menyebabkan pembuluh darah di lambung menyempit (konstriksi), yang justru memperlambat proses hidrasi dan bisa memicu gangguan pencernaan (dyspepsia).
  2. Beban Kerja Pankreas: Minuman yang terlalu manis memaksa pankreas bekerja ekstra keras melepaskan insulin dalam jumlah besar secara mendadak, yang justru membuat tubuh cepat lemas kembali beberapa jam setelah berbuka (sugar crash).
  3. Refluks Asam: Makanan bersantan dan berlemak tinggi saat perut kosong lebih sulit dicerna dan berisiko memicu asam lambung naik ke kerongkongan (GERD).

Berbuka puasa bukan tentang seberapa banyak Anda makan dalam satu waktu, tapi seberapa tepat urutan nutrisi yang masuk. Dengan mengawali lewat air putih suhu ruang dan kurma, Anda sedang memperlakukan organ dalam Anda dengan penuh rasa hormat. Tubuh yang tidak "kaget" saat berbuka akan memberikan energi yang lebih stabil untuk Anda menjalankan ibadah salat Tarawih tanpa rasa begah atau mengantuk yang berlebihan.