Jumat, 20 Februari 2026
Walisongo Global Media
Sport

Gak Cuma Salju! Ini 7 Fakta Unik Olimpiade Musim Dingin yang Wajib Kamu Tahu, Sejarahnya Epik Banget!

Admin WGM - Thursday, 05 February 2026 | 05:06 PM

Background
Gak Cuma Salju! Ini 7 Fakta Unik Olimpiade Musim Dingin yang Wajib Kamu Tahu, Sejarahnya Epik Banget!
Olimpiade Musim Dingin (Berita Satu/)

Olimpiade Musim Dingin sering kali dipandang sebagai "adik" dari Olimpiade Musim Panas yang megah. Padahal, ajang yang mempertemukan para petarung es dan salju ini menyimpan drama, sejarah, dan tantangan teknis yang jauh lebih ekstrem. Dari atlet yang meluncur secepat mobil di jalan tol hingga intervensi tokoh kartun legendaris, Olimpiade Musim Dingin adalah paket lengkap antara ketahanan fisik manusia dan keajaiban alam.

Untuk memahami mengapa ajang ini begitu spesial, mari kita bedah 7 fakta unik yang telah dirangkum dari berbagai sumber kredibel seperti Komite Olimpiade Internasional (IOC) dan catatan sejarah olahraga dunia.

1. Tradisi yang Relatif Muda (Baru Dimulai 1924)

Berbeda dengan Olimpiade Musim Panas yang memiliki akar hingga zaman Yunani kuno, Olimpiade Musim Dingin baru resmi berdiri sendiri pada tahun 1924 di Chamonix, Prancis. Awalnya, ajang ini hanya bernama "Pekan Olahraga Musim Dingin Internasional". Namun, karena antusiasme yang luar biasa, IOC akhirnya menetapkan ajang tersebut sebagai Olimpiade Musim Dingin pertama secara retroaktif pada tahun 1925.

2. Jejak Tangan Walt Disney di Squaw Valley 1960

Siapa sangka pencipta Mickey Mouse punya peran besar di dunia olahraga? Pada Olimpiade 1960 di California, Walt Disney ditunjuk sebagai Ketua Komite Upacara. Ia membawa standar hiburan Hollywood ke dalam stadion dengan merancang koreografi pelepasan ribuan burung merpati, balon, hingga pertunjukan kembang api raksasa. Inilah titik awal di mana upacara pembukaan Olimpiade menjadi pertunjukan visual yang megah seperti yang kita lihat sekarang.

3. Norwegia: Negara Kecil dengan Dominasi Raksasa

Secara statistik, Norwegia adalah penguasa mutlak ajang ini. Hingga edisi terakhir di Beijing 2022, negara dengan penduduk sekitar 5 juta jiwa ini memegang rekor medali emas dan total medali terbanyak sepanjang sejarah Olimpiade Musim Dingin. Rahasianya? Budaya "Friluftsliv" atau hidup di alam terbuka yang membuat olahraga ski menjadi keterampilan dasar bagi hampir setiap warganya sejak kecil.

4. Skeleton: Cabang Olahraga Paling "Gila"

Jika Anda mengira balapan mobil itu berbahaya, perkenalkan: Skeleton. Di cabang ini, atlet meluncur di lintasan es yang sangat licin dengan posisi telungkup, kepala di depan, dan dagu hanya berjarak beberapa sentimeter dari permukaan es. Tanpa rem, mereka meluncur dengan kecepatan hingga 130 km/jam. Olahraga ini sempat dilarang selama puluhan tahun sebelum akhirnya kembali dipertandingkan secara tetap sejak 2002.

5. Sejarah Pemisahan Tahun dari Musim Panas

Tahukah kamu bahwa hingga tahun 1992, Olimpiade Musim Panas dan Dingin diadakan di tahun yang sama? Perubahan besar terjadi pada tahun 1994, di mana IOC memutuskan untuk menggeser jadwal Olimpiade Musim Dingin menjadi dua tahun setelah Musim Panas. Tujuannya adalah untuk memberikan panggung eksklusif bagi atlet musim dingin agar tidak terbagi fokusnya dengan keriuhan ajang musim panas.

6. Munculnya "Salju Palsu" secara Masif

Krisis iklim global telah memaksa teknologi mengambil alih peran alam. Pada Olimpiade Beijing 2022, penyelenggara harus menggunakan hampir 100 persen salju buatan yang diproduksi oleh ratusan mesin snow cannon. Hal ini menjadi catatan sejarah sekaligus pengingat bahwa kenaikan suhu bumi mengancam eksistensi olahraga salju alami di masa depan.

7. Munculnya "Kuda Hitam" dari Negara Tropis

Olimpiade Musim Dingin kini bukan lagi milik negara-negara Nordik semata. Sejarah mencatat banyak negara tropis yang nekat ikut serta. Salah satu yang paling ikonik adalah tim Bobsleigh Jamaika pada 1988 (yang menginspirasi film Cool Runnings) dan partisipasi Indonesia di ajang Olimpiade Musim Dingin Pemuda (Youth Olympics). Kehadiran mereka membuktikan bahwa semangat Olimpiade melampaui batasan iklim dan geografi.

Mengetahui fakta-fakta di atas membuat kita sadar bahwa Olimpiade Musim Dingin adalah simbol adaptasi manusia yang luar biasa. Meski kini dibayangi oleh ancaman perubahan iklim, ajang ini terus berevolusi, baik melalui teknologi salju buatan maupun penambahan cabang olahraga baru yang lebih inklusif. Setiap kristal es yang terbentuk di lintasan balap membawa pesan bahwa sportivitas tidak akan pernah membeku, apa pun rintangannya.