Kamis, 19 Februari 2026
Walisongo Global Media
Sport

Gak Ada Lawan! Inilah Sosok Florentino Perez, Presiden di Balik Mewahnya Skuad Real Madrid

Admin WGM - Monday, 16 February 2026 | 07:56 PM

Background
Gak Ada Lawan! Inilah Sosok Florentino Perez, Presiden di Balik Mewahnya Skuad Real Madrid
Florintino Perez (Pinterest/Tivan/)

Dalam dunia sepak bola modern, keberhasilan sebuah klub sering kali ditentukan oleh apa yang terjadi di balik meja jajaran direksi. Bagi Real Madrid, sosok tersebut adalah Florentino Perez. Pria yang juga merupakan pengusaha konstruksi sukses ini telah menjabat sebagai presiden klub dalam dua periode berbeda (2000–2006 dan 2009–sekarang). Di bawah kendalinya, Real Madrid tidak hanya mengoleksi trofi, tetapi juga mendefinisikan ulang cara mengelola sebuah klub sepak bola secara profesional dan komersial.

Perez dikenal sebagai sosok yang ambisius dan tak kenal kompromi dalam mengejar keunggulan. Keberaniannya dalam mengambil risiko finansial sering kali membuahkan hasil yang mengubah lanskap sepak bola dunia secara permanen.

Revolusi Los Galacticos: Mendatangkan Bintang ke Bernabeu

Florentino Perez pertama kali mengejutkan dunia pada tahun 2000 melalui kebijakan yang dikenal dengan sebutan Los Galacticos. Prinsipnya sederhana namun berani: mendatangkan setidaknya satu pemain bintang dunia setiap musim panas. Dimulai dengan kepindahan kontroversial Luis Figo dari Barcelona, disusul oleh Zinedine Zidane, Ronaldo Nazario, hingga David Beckham.

Strategi ini tidak hanya bertujuan untuk memperkuat tim di lapangan, tetapi juga untuk meningkatkan nilai jual klub secara global melalui hak siar dan sponsor. Meskipun pada periode pertama kebijakan ini sempat menuai kritik karena dianggap kurang menjaga keseimbangan tim, Perez membuktikan bahwa secara finansial, Real Madrid berhasil keluar dari krisis utang dan menjadi klub terkaya di dunia.

Periode Kedua: Dominasi Liga Champions dan Visi Masa Depan

Setelah sempat mundur pada tahun 2006, Perez kembali terpilih pada 2009 dengan gebrakan yang lebih masif: mendatangkan Cristiano Ronaldo, Kaka, dan Karim Benzema dalam satu jendela transfer. Namun, pada periode kedua ini, Perez tampak lebih matang. Ia mulai mengombinasikan pembelian bintang mahal dengan investasi pada talenta muda berbakat seperti Casemiro, Federico Valverde, hingga Vinicius Junior.

Hasilnya sangat nyata. Real Madrid berhasil meraih enam gelar Liga Champions hanya dalam waktu satu dekade terakhir, termasuk pencapaian bersejarah tiga kali beruntun di bawah asuhan Zinedine Zidane. Kepiawaian Perez dalam menunjuk pelatih dan menjaga stabilitas ruang ganti menjadi kunci utama mengapa Madrid tetap kompetitif di tengah gempuran klub-klub milik negara (state-owned clubs).

Warisan Infrastruktur: Transformasi Santiago Bernabeu

Tangan dingin Perez tidak hanya menyentuh komposisi pemain, tetapi juga infrastruktur. Proyek terbesarnya saat ini adalah renovasi total Stadion Santiago Bernabeu menjadi stadion paling modern di dunia. Dengan atap yang bisa tertutup dan lapangan yang dapat disimpan di bawah tanah, Perez ingin menjadikan stadion ini sebagai pusat hiburan yang bisa digunakan 365 hari dalam setahun, bukan sekadar untuk pertandingan sepak bola.

Langkah ini dipandang sebagai upaya cerdik untuk memastikan Real Madrid memiliki pendapatan mandiri yang stabil di masa depan, tanpa harus bergantung pada suntikan dana dari pihak luar. Bagi Perez, Real Madrid harus selalu berada di depan dalam hal inovasi teknologi dan manajemen bisnis.

Florentino Perez adalah sosok yang membagi pendapat; sebagian memujinya sebagai jenius bisnis, sementara sebagian lain mengkritik ambisinya terkait proyek Liga Super Eropa. Namun, tidak ada yang bisa membantah bahwa di bawah kepemimpinannya, Real Madrid telah mencapai puncak kejayaan yang sulit ditandingi oleh klub mana pun. Baginya, Real Madrid adalah tentang martabat, tradisi, dan kemenangan. Selama ia masih berada di kursi kepresidenan, standar "Raja Eropa" akan terus dijaga dengan standar tertinggi.