Kamis, 19 Februari 2026
Walisongo Global Media
Sport

Real Madrid dan Liga Champions: Kisah Cinta Abadi yang Bikin Klub Lain Gigit Jari

Admin WGM - Monday, 16 February 2026 | 06:46 PM

Background
Real Madrid dan Liga Champions: Kisah Cinta Abadi yang Bikin Klub Lain Gigit Jari
Real Madrid Liga Champions (Suara Surabaya /)

Dalam dunia sepak bola, setiap klub memiliki sejarahnya masing-masing, namun Real Madrid menulis sejarahnya dengan tinta emas di kompetisi Liga Champions. Sejauh ini, koleksi trofi Si Kuping Besar milik Real Madrid berjumlah 15 gelar (hingga tahun 2024), jumlah yang lebih dari dua kali lipat koleksi pesaing terdekat mereka, AC Milan.

Lantas, apa yang membuat Real Madrid begitu dominan di Benua Biru? Berikut adalah faktor-faktor utamanya:

1. Sejarah yang Terjalin Sejak Awal

Real Madrid adalah pionir di kompetisi ini. Sejak Liga Champions dimulai dengan nama European Cup pada musim 1955/1956, Real Madrid langsung menancapkan dominasinya dengan menjuarai lima edisi pertama secara berturut-turut. Rekor ini menjadi fondasi awal yang membangun prestise klub sebagai penguasa Eropa. Legenda seperti Alfredo Di Stefano dan Ferenc Puskas memastikan bahwa DNA Liga Champions sudah mengalir di urat nadi klub sejak dekade 1950-an.

2. Hubungan Simbiotik: DNA Liga Champions

Ada sebuah adagium di dunia sepak bola: "Liga Champions tidak memenangkan Real Madrid, melainkan Real Madrid yang memiliki Liga Champions." Kalimat ini merujuk pada fenomena unik di mana Real Madrid sering kali tampil kurang memuaskan di kompetisi domestik (La Liga), namun mendadak berubah menjadi monster yang menakutkan saat lagu kebangsaan Liga Champions berkumandang.

Mentalitas ini terlihat jelas pada era modern, khususnya saat mereka meraih Hattrick juara (2016, 2017, 2018) di bawah asuhan Zinedine Zidane. Mereka memiliki kemampuan luar biasa untuk tetap tenang di bawah tekanan, melakukan comeback yang mustahil, dan memenangkan laga final meskipun tidak selalu tampil dominan.

3. Skuad Bertabur Bintang (Los Galacticos)

Strategi Real Madrid untuk selalu mendatangkan pemain-pemain terbaik dunia bukan sekadar demi popularitas. Pemain seperti Cristiano Ronaldo, yang merupakan pencetak gol terbanyak sepanjang masa kompetisi ini, hingga Luka Modric dan Toni Kroos, memberikan standar kualitas yang sangat tinggi. Real Madrid tidak hanya membeli pemain hebat, mereka membeli pemain dengan "mentalitas pemenang" yang sesuai dengan tuntutan tinggi di Santiago Bernabéu.

4. Rekor di Partai Final yang Sangat Efektif

Salah satu alasan kuat mengapa mereka disebut Raja Eropa adalah efektivitas mereka di partai puncak. Real Madrid memiliki rekor kemenangan yang sangat tinggi di final Liga Champions. Begitu mereka menginjakkan kaki di final, ada aura tak terlihat yang membuat lawan merasa inferior. Bagi Real Madrid, final bukan untuk dimainkan, tetapi untuk dimenangkan.

Statistik yang Berbicara:

  • Koleksi Trofi: 15 Gelar.
  • Pemain dengan Gelar Terbanyak: Beberapa pemain Madrid (seperti Dani Carvajal dan Luka Modric) telah mengoleksi 6 gelar, menyamai rekor legenda Paco Gento.
  • Pencetak Gol Terbanyak Sepanjang Masa: Cristiano Ronaldo (sebagian besar diraih saat berseragam Madrid).

Real Madrid dan Liga Champions adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Gelar "Raja Eropa" melekat karena adanya konsistensi lintas generasi, koleksi trofi yang masif, dan mentalitas juara yang sudah menjadi budaya klub. Bagi Real Madrid, Liga Champions adalah rumah mereka, dan sejarah membuktikan bahwa di kompetisi ini, sang Raja jarang sekali kehilangan mahkotanya.