Debit Air Semakin Tinggi, PT KAI Lakukan Upaya Pengangkatan Rel dan Penimbunan Material Batu di Lokasi Rel Terendam
Admin WGM - Sunday, 18 January 2026 | 03:38 PM


Tingginya curah hujan masih merendam sebagian Kota Pekalongan dari Jumat malam hingga Minggu siang, (18/1/2026). Dilaporkan langsung dari lapangan, sebagian masyarakat masih disarankan untuk mengungsi mengingat debit air yang semakin tinggi di sejumlah titik. Upaya penanggulangan banjir masih terus diupayakan oleh lembaga pemerintah daerah Kota Pekalongan dan PT KAI yang dalam bencana ini ikut terdampak. Hingga saat ini, banyak akses jalan yang masih terendam dan cukup mengganggu lalu lintas berkendara.
Saat ditemui di lokasi pos Pusri, koordinator lapangan dari PT KAI, Shodri (50), menerangkan aksi responsif pihaknya dilakukan dengan pengangkatan rel kereta dan penimbunan material batu untuk menaikan elevasi permukaan tanah di sekitar rel yang terendam, (18/1/2026).
"Ini sudah 3 hari dan debit air semakin naik, langkah dari PT KAI, kita melakukan pengangkatan rel agar tidak terendam. Lokasi terendam dari pos Pusri sampai ke arah Sragi dan sudah bisa dilewati kereta," ungkap Shodri.
Menurutnya, proses penimbunan material batu untuk menaikan elevasi permukaan tanah di sekitar rel yang terendam cukup terbantu dengan kendaraan yang berlalu lintas seperti truk, mobil, dan motor. Tekanan yang diberikan kendaraan yang melintas cukup membantu memadatkan material batu dan menutup lubang jalan.
Sebelumnya, armada kereta yang terjebak banjir dilakukan evakuasi dengan penarikan menggunakan kereta lokomotif secara bergantian. Namun, tetap kondisi di Stasiun Pekalongan masih dipenuhi oleh para penumpang yang melakukan pembatalan tiket kereta dan menunggu penundaan panjang yang belum diinformasikan secara lebih lanjut.
"Debit air yang belum surut, jadi banyak dari kereta yang dibatalkan, untuk keretanya sendiri tidak ada konfirmasi jumlah pasti, kita pakai sistem dari laporan stasiun sebelumnya. Untuk kereta regional dekat seperti Kamandaka dan Kaligung dilakukan pembatalan, tapi untuk yang perjalanan jauh diterapkan penundaan," jelas Anam (30), Satpam Loket Stasiun Kota Pekalongan.
Informasi pembatalan tiket perjalanan akan mendapat kompensasi pengembalian 100 persen dengan waktu pembatalan 7 hari kedepan. Selain itu, penumpang yang mendapat penundaan panjang juga akan diberikan kompensasi pengembalian 100 persen dengan waktu yang sama.
"Sejauh ini belum ada informasi, harusnya untuk pemberangkatannya pukul 08.43 WIB, tapi sampai pukul 10.41 WIB masih belum ada informasi apakah berangkat atau tidak," ujar Nadia (21), salah satu penumpang Joglosemarkerto rute Pekalongan - Tegal.
Kondisi demikian, cukup merugikan penumpang dengan ketidakpastian jadwal keberangkatan kereta terutama untuk jalur perjalanan Timur ke Barat dan sebaliknya yang melewati area pos Pusri Kota Pekalongan. Sementara itu, di beberapa titik telah mengalami penurunan debit air dan diharapkan segera pulih ke kondisi semua.
Next News

Heboh! Warga Krayan Nunukan, Kalimantan Utara Laporkan Pesawat Jatuh dengan Kepulan Asap Hitam
4 hours ago

Jeda Terlalu Singkat, Ahmad Sahroni Kembali Dilantik Wakil Ketua Komisi III DPR RI
6 hours ago

Miris! Imam Masjid Al-Aqsa Ditangkap Israel, Prabowo Justru Hadir KTT Perdana Board of Peace
a day ago

Tragis, Truk Kontainer di Karawang Tergelincir Hingga Timpa Sedan yang Tewaskan Tiga Orang
2 days ago

Polemik Pemecatan dr. Piprim Ketua Umum IDAI dari Independensi Profesi Hingga Disiplin ASN
3 days ago

Pekalongan Tidak Aman! Suami Anggota DPRD Jateng Ditembak OTK di Rumahnya
3 days ago

Tapanuli Tengah Kembali Dilanda Banjir, Upaya Pascabencana Harus Diprioritaskan, Warga Belum Pulih Psikis dan Materil
4 days ago

Truk Paket Shopee Terbakar di Semarang, Ratusan Paket Raib Rugi Hingga Rp75 Juta
4 days ago

JPU Tuntut Anak Riza Chalid, Kerry Adrianto dengan Hukuman 18 Tahun Penjara, Pintu Masuk Usut Tuntas Dinasti Chalid
5 days ago

Abaikan Hak Penumpang, Super Air Jet Tuai Kritik Pedas dari Penumpang dan Warganet
5 days ago

