Senin, 27 Juli 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Dari Banyumas ke Dunia, Gula Kelapa Indonesia Berhasil Tembus Pasar 56 Negara

Admin WGM - Saturday, 27 June 2026 | 04:00 PM

Background
Dari Banyumas ke Dunia, Gula Kelapa Indonesia Berhasil Tembus Pasar 56 Negara
Gula kelapa Indonesia tembus pasar 56 negara (Suara Surabaya /)

Permintaan gula kelapa asal Indonesia di pasar internasional terus menunjukkan tren positif. Produk unggulan dari Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, kini telah berhasil menembus pasar di 56 negara yang tersebar di berbagai kawasan, mulai dari Amerika, Eropa, Asia, Afrika, hingga Australia.

Menteri Perdagangan, Budi Santoso, mengatakan capaian tersebut menjadi bukti bahwa komoditas unggulan daerah memiliki daya saing yang semakin kuat di pasar global. Menurutnya, kualitas produk serta konsistensi pelaku usaha dalam memenuhi kebutuhan pasar internasional menjadi faktor penting yang mendorong peningkatan ekspor gula kelapa Indonesia.

Terbaru, Budi turut menghadiri pelepasan ekspor sebanyak 20 ton gula kelapa menuju Chicago, Amerika Serikat. Nilai pengiriman tersebut mencapai 46 ribu dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp822 juta.

Ia menjelaskan, Amerika Serikat bersama sejumlah negara di kawasan Eropa masih menjadi pasar utama bagi produk gula kelapa asal Banyumas. Tingginya permintaan dari kedua kawasan tersebut menunjukkan bahwa produk berbasis kelapa dari Indonesia semakin mendapat tempat di pasar internasional.

Dalam kesempatan tersebut, Budi menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen mendorong pertumbuhan ekspor komoditas unggulan dari berbagai daerah. Salah satu fokusnya adalah memperluas jangkauan pasar gula kelapa Banyumas agar dapat masuk ke lebih banyak negara.

"Kami ingin tumbuh bersama-sama dan meningkatkan ekspor komoditas unggulan daerah. Salah satunya dengan Kabupaten Banyumas untuk meningkatkan ekspor gula kelapa ke berbagai negara. Pelaku usaha silakan memanfaatkan berbagai fasilitas perdagangan untuk memperoleh keuntungan dan mengembangkan usaha," ujar Budi saat berada di Banyumas, Kamis (25/6/2026).

Ekspor Terus Bertumbuh

Kementerian Perdagangan mencatat kinerja ekspor produk gula Indonesia terus mengalami pertumbuhan dalam beberapa tahun terakhir. Sepanjang periode 2021 hingga 2025, nilai ekspor produk gula meningkat rata-rata 9,61 persen setiap tahunnya.

Tren positif tersebut berlanjut pada awal 2026. Selama periode Januari hingga April, nilai ekspor gula Indonesia mencapai 42,67 juta dolar AS. Angka itu meningkat sekitar 45,97 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Peningkatan tersebut mencerminkan semakin besarnya permintaan pasar internasional terhadap produk gula Indonesia, termasuk gula kelapa yang dikenal memiliki karakteristik alami dan banyak diminati sebagai alternatif pemanis.

Menurut Budi, keberhasilan Banyumas menembus puluhan negara menjadi contoh bahwa produk lokal memiliki peluang besar untuk berkembang apabila didukung oleh kualitas produk, kapasitas produksi yang memadai, serta strategi pemasaran yang tepat.

Ia menilai masih banyak komoditas unggulan dari berbagai daerah di Indonesia yang memiliki potensi serupa untuk bersaing di pasar ekspor.

Fasilitas Pemerintah Diminta Dimanfaatkan

Untuk memperluas akses pasar luar negeri, pemerintah telah menyiapkan berbagai fasilitas yang dapat dimanfaatkan para pelaku usaha. Salah satunya melalui jaringan perwakilan perdagangan Indonesia di berbagai negara.

Saat ini, Kementerian Perdagangan memiliki 46 perwakilan perdagangan Republik Indonesia yang tersebar di 33 negara tujuan ekspor. Keberadaan kantor-kantor tersebut diharapkan dapat membantu pelaku usaha dalam mencari mitra dagang baru sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas.

Menurut Budi, para perwakilan perdagangan tidak hanya berperan sebagai penghubung, tetapi juga memberikan pendampingan kepada eksportir melalui berbagai program promosi.

Pendampingan tersebut meliputi kegiatan business matching secara daring maupun luring, penyelenggaraan pameran dagang, hingga misi dagang ke berbagai negara. Selain itu, kantor perwakilan perdagangan juga dapat dimanfaatkan sebagai tempat promosi produk Indonesia dan lokasi pertemuan langsung dengan calon pembeli potensial.

Dengan dukungan tersebut, pelaku usaha diharapkan lebih mudah memperkenalkan produknya kepada pasar internasional sekaligus menjalin kerja sama bisnis yang berkelanjutan.

Ratusan Pelaku Usaha Telah Didampingi

Upaya memperluas pasar ekspor juga diwujudkan melalui program business matching yang rutin difasilitasi Kementerian Perdagangan.

Sepanjang Januari hingga Mei 2026, sebanyak 621 pelaku usaha telah mendapatkan pendampingan melalui program tersebut. Dalam kurun waktu yang sama, pemerintah menyelenggarakan 333 kegiatan business matching.

Dari jumlah itu, sebanyak 168 kegiatan berupa sesi presentasi bisnis (pitching), sedangkan 165 kegiatan lainnya merupakan pertemuan bisnis secara langsung dengan pembeli dari berbagai negara.

Program tersebut menjadi salah satu strategi pemerintah untuk mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan calon importir tanpa harus membangun jaringan pemasaran secara mandiri.

Melalui kegiatan tersebut, pelaku usaha memperoleh kesempatan mempresentasikan produknya secara langsung kepada calon pembeli internasional sekaligus menjajaki peluang kerja sama ekspor.

Potensi Transaksi Capai Ratusan Juta Dolar

Kementerian Perdagangan mencatat rangkaian kegiatan business matching sepanjang lima bulan pertama tahun ini menghasilkan potensi transaksi yang cukup besar.

Nilainya mencapai sekitar 193,88 juta dolar AS dengan berbagai jenis produk yang diminati pasar internasional.

Selain gula kelapa, sejumlah komoditas Indonesia yang banyak menarik perhatian pembeli mancanegara antara lain makanan olahan, rempah-rempah, hasil perikanan, kopi, cokelat, produk dekorasi rumah (home decor), sabun, cocopeat, produk plastik, hingga minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO).

Besarnya potensi transaksi tersebut menunjukkan bahwa produk-produk Indonesia masih memiliki peluang yang sangat besar untuk berkembang di pasar global apabila didukung promosi yang tepat serta kualitas yang mampu memenuhi standar internasional.

Pemerintah berharap semakin banyak pelaku usaha, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), yang memanfaatkan berbagai fasilitas ekspor yang telah disediakan. Dengan begitu, semakin banyak produk unggulan daerah yang mampu menembus pasar dunia, mengikuti jejak keberhasilan gula kelapa asal Banyumas yang kini telah hadir di 56 negara.