Kamis, 19 Februari 2026
Walisongo Global Media
Science & Technology

Daftar Wilayah yang Diguncang Gempa Sepanjang Januari 2026 dengan Magnitudo 5,0+ Papua hingga Pacitan

Admin WGM - Tuesday, 27 January 2026 | 08:42 AM

Background
Daftar Wilayah yang Diguncang Gempa Sepanjang Januari 2026 dengan Magnitudo  5,0+ Papua hingga Pacitan
Gempa Terbaru di Pacitan (bmkg.go.id/)

Indonesia mengawali tahun 2026 dengan aktivitas tektonik yang cukup intens. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), selama periode Januari 2026, tercatat puluhan gempa bumi dengan magnitudo bervariasi mengguncang sejumlah wilayah di tanah air. Fenomena ini memicu pertanyaan di masyarakat mengenai penyebab tingginya frekuensi guncangan di awal tahun ini.

Kepala Pusat Gempa bumi dan Tsunami BMKG dalam keterangannya menjelaskan bahwa tingginya aktivitas seismik ini merupakan hal yang wajar mengingat posisi Indonesia di pertemuan lempeng-lempeng besar dunia. Namun, Januari ini menjadi perhatian khusus karena adanya aktivitas di zona-zona yang sangat aktif, seperti Laut Maluku dan wilayah Indonesia Timur.

Salah satu fenomena unik yang terpantau adalah Subduksi Ganda (Double Subduction) di Laut Maluku. Di wilayah ini, Lempeng Laut Maluku terjepit dan menunjam ke dua arah sekaligus, yakni ke bawah Busur Sangihe di barat dan Busur Halmahera di timur. Ketegangan pada lempeng ini memicu rentetan gempa, baik gempa tektonik biasa maupun gempa intra-lempeng yang disebabkan oleh deformasi internal batuan.

Berikut gempa signifikan sepanjang Januari 2026:

1.Lanny Jaya, Papua Pegunungan, dengan gempa bermagnitudo 5,4. Pusat gempa berada di kedalaman 133 km yang dipicu oleh aktivitas subduksi lempeng di wilayah utara Papua (1/1/2026).

2.Melonguane, Sulawesi Utara, dengan gempa terkuat di bulan ini dengan magnitudo 7,1. Gempa ini bersumber dari deformasi batuan dalam Lempeng Laut Maluku yang terjepit di antara dua zona subduksi (10/1/2026).

3.Maluku Tengah, dengan uncangan bermagnitudo 5,5 dirasakan masyarakat di wilayah Maluku Tengah dengan skala intensitas III-IV MMI, yang menyebabkan getaran nyata di dalam rumah (17/1/2026).

4.Merangin, Jambi, aktivitas sesar darat di Pulau Sumatera memicu gempa bermagnitudo 5,1. Kejadian ini mengingatkan masyarakat akan kerentanan wilayah di sepanjang jalur Patahan Semangko (19/1/2026).

5.Boroko, Sulawesi Utara, wilayah Bolaang Mongondow merasakan getaran kuat dari gempa bermagnitudo 5,7 yang berpusat di laut, namun tidak berpotensi tsunami (21/1/2026).

6.Sofifi, Maluku Utara, gempa dangkal bermagnitudo 4,5. Meskipun kekuatannya lebih kecil, pusatnya yang dekat dengan pemukiman sempat memicu kepanikan warga setempat (25/1/2026)

7.Pacitan, Jawa Timur, pusat gempa berada si darat 25 km timur laut Pacitan dengan magnitudo 5,5. Pusat gempa berada di kedalaman 105 km (27/1/2026).

Seismolog BMKG menegaskan bahwa peningkatan jumlah gempa yang "terasa" tidak selalu berarti ada peningkatan ancaman bencana besar secara mendadak. Hal ini lebih disebabkan oleh pusat gempa yang berada di kedalaman dangkal atau di wilayah yang padat penduduk. Sebagai contoh, gempa kecil di Bekasi pada akhir Januari terasa cukup nyata karena sumbernya hanya berada di kedalaman sekitar 7 kilometer.

Selain itu, penyebaran informasi yang sangat cepat melalui media sosial membuat masyarakat lebih sadar akan setiap getaran yang terjadi, sekecil apa pun skalanya.

Pihak berwenang mengimbau warga untuk tetap tenang namun waspada. BMKG menekankan pentingnya memeriksa kekokohan bangunan dan memahami jalur evakuasi di lingkungan masing-masing. Masyarakat diminta untuk tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak bertanggung jawab mengenai potensi gempa besar atau tsunami, dan selalu merujuk pada kanal resmi seperti aplikasi Info BMKG atau siaran berita kredibel.